Jumat, 15 Februari 2013

CHAPTER 40

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
   ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
     ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
       ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
          ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
            ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
               ~~~~~~~~~~~~~~~~
                  ~~~~~~~~~~~~~~
                     ~~~~~~~~~~~~
                        ~~~~~~~~~~
                           ~~~~~~~~
                              ~~~~~~
                                 ~~~~
                                    ~~
                                      ~

Tidak terasa kehamilanku sudah menginjak bulan ke sembilan. Tinggal beberapa hari lagi aku akan melahirkan bayiku.

Dan itu membuatku sangat gugup sekali. Apalagi Kyle yang sudah sukses dengan album pertamanya jarang sekali berada di rumah karena sibuk dengan tur dan konser.

Sejak Kyle mengajakku untuk menghadiri sebuah acara penghargaan musik yang besar, kehidupanku jadi tidak setenang dulu. Karena sekarang banyak sekali wartawan yang mengikutiku ketika aku sedang berada di luar rumah.

Bahkan para wartawan itu sampai nekat untuk mendatangi perusahaan dan tempat tinggal kedua sahabatku. Aku jadi merasa tidak enak kepada mereka berdua.
Hubunganku dengan Kyle saat ini sedang tidak baik. Kami sering sekali terlibat cek cok. Dan itu terjadi hampir setiap hari, di telepon pun kami masih tetap saja bertengkar.

Bahkan ketika Kyle berada di rumah ketika sibuk pun Kyle lebih memilih menghabiskan waktunya di studio yang berada di basement.

Aku hanya bisa mengelus dada. Kyle sepertinya tidak ingin memperbaiki hubungan kami. Yang semakin hari semakin renggang dan menjauh.

Dan ketika aku sedang terpuruk seperti ini. Zach tiba-tiba hadir dan menguatkanku. Zach selalu menghiburku, membuatku menjadi lebih tenang dalam menghadapi kemelut dalam rumah tangga aku dan Kyle.

Terkadang aku selalu berpikir, mengapa aku lebih memilih Kyle daripada Zach? Zach ternyata memang lebih baik dari suamiku. Penyesalan, mungkin itulah yang sedang aku rasakan saat ini.

Hari itu aku dan Zach bertemu kantor Zach untuk membicarakan kerjasama antara perusahaan kami. Ya, meskipun perutku sudah sangat besar aku tetap pergi bekerja.

Karena itulah satu-satunya cara agar aku bisa melupakan masalahku dengan Kyle sejenak. Dan disinilah aku sekarang berada. Di ruang kerja mantan kekasihku,membicarakan pekerjaan.

“Ayolah Lila, kita pergi makan siang. Ini sudah lewat jam makan siang.“

“Tidak Zach, aku sedang tidak berselera untuk makan.“

“Aku memaksa.“

“Kau tak pernah berubah Zach.“

“Takkan akan pernah berubah, Lila. Biar aku memesan makanan, kita makan siang di ruanganku saja, bagaimana?“

“Terserah kau saja, Zach.“

Zach tersenyum mendengar ucapanku sambil berjalan menuju mejanya. Tiba-tiba aku merasakan sakit yang luar biasa di perutku. Jangan-jangan aku akan melahirkan.

“Lila, kau kenapa?“ Zach terlihat sangat panik sekali.

“Perutku sakit sekali. Bawa aku ke Rumah Sakit sekarang Zach, kumohon.“

“Apakah kau akan melahirkan?“

“Ya Tuhan Zac, cepat bawa aku ke Rumah Sakit sekarang.“

Zach terlihat sangat panik sekali. Dia langsung menelepon supirnya agar menunggu di pintu keluar yang berada di parkiran.

Zach memapahku sampai ke mobilnya bersama asistennya. Setelah itu Zach langsung membawaku ke Rumah Sakit secepatnya.

Sesampainya di sana para suster langsung membawaku ke Ruang Bersalin.

“Zach, jangan tinggalkan aku.“

“Aku akan menunggumu di sini, Lila.“

“Tidak Zach, aku ingin menemaniku di dalam. Aku takut Zach, kumohon.“

Emosi terlihat berkecamuk di wajah tampannya. Aku tahu permintaan yang aku ajukan kali ini benar-benar tidak masuk akal. Karena seharusnya yang menemaniku disini adalah Kyle bukan Zach.

Tapi untuk saat ini hanya Zach yang aku butuhkan. Hanya dia yang bisa membuatku merasa kuat.

“Zach... Kumohon.“

“Aku akan menemanimu Lila, kumohon jangan menangis. Tapi aku harus memberitahu Dhee dan Asya terlebih dahulu.“

“Cepatlah...“

Zach mengangguk lembut dan para suster itu membawaku masuk ke dalam. Dan Zach masuk beberapa saat kemudian.

Setelah berjam-jam berjuang, akhirnya putraku terlahir ke dunia dengan selamat. Ya Tuhan, wajahnya mengingatkanku kepada Kyle.

Meskipun nanti aku harus berpisah dengan Kyle, aku akan tetap mencinti anakku ini. Karena dialah alasanku untuk terus bertahan dengan Kyle. Walaupun aku tak tahu sampai kapan aku bisa bertahan.

“Selamat Lila, bayimu lahir dengan selamat.“

“Terima kasih untuk semuanya Zach.“

Zach lagi-lagi hanya tersenyum, “Aku akan keluar. Siapa tahu Dhee dan Asya sudah datang.“ Zach pergi keluar.

Dan akhirnya para suster itu memindahkanku ke ruang pemulihan. Tentu saja bersama bayiku dan Zach yang masih dengan setia menemaniku.

“Bagaimana keadaanmu?“

“Aku baik-baik saja, Zach. Hanya saja aku merasa sangat lelah sekali.“

“Kau hebat Lila, aku sangat sangat kagum kepadamu.“

“Bagiku yang terpenting adalah bayiku bisa lahir dengan selamat, Zach.“

Ketika sedang berbincang-bincang dengan Zach. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu. Lalu Zach bergegas untuk membukanya.

“Hai, akhirnya kalian datang juga. Ayo silakan masuk.“

“Sejak kapan kau berada di sini, Zach?“ Gale bertanya kepada Zach.

“Sejak Lila belum melahirkan Gale.“ jawabnya sambil tertawa renyah.

“Lila... Maaf kami baru bisa datang kemari.“

“Tidak apa-apa Dhee. Yang penting kalian sudah berada di sini sekarang.“

“Kyle mana, La?“

Aku langsung terdiam mendengar pertanyaan Mark, “Tidak ada Mark, Kyle sedang sibuk dengan turnya.“

“Lila, sebenarnya ada apa? Aku merasa seperti ada yang kau sembunyikan dari kami.“

“Aku tidak bisa menceritakannya saat ini, Sya.“

“Ceritakanlah jika kau sudah merasa siap.“

“Terima kasih, Dhee.“

Ketika Zach, Gale dan Mark pergi ke kantin. Barulah aku menceritakan semuanya kepada Dhee danAsya.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tanggaku dan Kyle selama ini. Dan aku hanya bisa menangis. Sepertinya seluruh pertahananku runtuh.

2 komentar:

  1. huuuaaa…miris bgt ya nasib rmh tangga Lila

    Kyle ga inget nih perjuangan dulu buat dapetin Lila smp babak bonyok ckck

    Untung Zach masih ada. Kalau ga, ga tau deh gimana nasib Lila.

    Baby Jr udah lahir ditengah kemelut ortunya :'(
    Jadi penghibur buat Lila

    lanjut next chapter sist. tambah dramatis ini ceritanya :'(

    BalasHapus
  2. akhirnya Junior lahir juga.
    Selamat ya Lila selamat..

    Tapi sayang, Junior lahir ditngah kemelut permasalahan org tuanya.,
    kasian bgt yaa :'(

    Kyle kejam ya, udh sibuk sendiri, jarang pulang, pas Lila lahiran gak nemenin..

    Untungnya ada Zach yang mau nemenin Lila.
    Makasih ya Zac :*

    Lila yang sabar yaa. Jangan sedih, masih ada kita kq disini..
    Percaya semuanya akan baik-baik aja..

    BalasHapus