Chapter 38
Seminggu setelah pernikahan Dhee
dan Gale, aku merasa sangat kesepian diapartemen ini. Padahal aku baru menginap
disini sendiri malam ini. Sebelumnya aku kerumah pantai dengan Mark. Tapi
akhirnya aku ingin kembali keapartemenku dan kedua sahabatku. Aku merindukan
suasana apartemen, aku rindu saat kami bertiga bercanda bersama, keluar malam
bersama. Tapi saat aku membuka pintu ternyata tidak ada penghuninya lagi selain
aku. Dhee belum kembali dari honeymoonnya dengan Gale sedangkan Lila sudah lama
pindah sejak dia menikah dengan Kyle. Ya
Tuhan ternyata ini rasanya sendiri, Aku menghempaskan tubuhku kesofa.
Aku
menghela nafas panjang, ternyata aku benar-benar kehilangan saat-saat bersama
mereka disini, tak terasa air mataku jatuh.
“Sayang.. mau dibawa kemana koper ini.” suara Mark
menginterupsi lamunanku. Cepat-cepat kuhapus airmataku. Aku tidak ingin Mark
melihatku menangis.
“ehh, dikamar sayang..” Jawabku.
Mark berhenti berjalan, menatapku lama. “Sayang kau
kenapa?? Kau sakit??””
Aku menggelengkan kepalaku “tidak aku baik-baik saja”
Dia mendekatiku, menyentuh pundakku. “ kau menangis,
Asya. Ada apa??” tanya
“aku tidak apa-apa. Aku kedapur dulu ya. Akan kuambilkan
kau minum..”
Lalu kutinggalkan Mark yang
bingung menatapku. Aku mengambilkan Mark minum dari kulkas dan kembali duduk
disofa sambil menyalakan televisi.
“kau kenapa sayang?? Kenapa wajahmu terlihat sedih??
Apa aku melakukan kesalahan??” Mark duduk mendekatiku.
Aku menggeleng “tidak, kau tidak salah sayang. Aku
hanya merindukan kedua sahabatku. Aku merindukan saat-saat bersama mereka. Aku
kesepian tanpa mereka...” air mataku mulai jatuh lagi.
Mark menghapus air mataku yang jatuh “ sayang kenapa
kau bersedih?? Kalian kan masih bisa saling bertemu. Lagipula kau bisa tinggal
bersamaku sayang, kau takkan pernah sendiri” Mark membelai wajahku. Lalu aku
langsung menyandarkan kepalaku dipundaknya.
“berhentilah menangis sayang, aku akan selalu ada
untukmu. Jika kau mau, aku akan menemanimu dimana saja” Mark mencium keningku
sambil membelai rambutku.
“terima kasih Mark,. Tapi aku ingin disini untuk
beberapa hari kedepan. Entah kenapa aku sangat ingin disini”
“baiklah, aku akan menemanimu sayang”
Malam itu setelah aku membersihkan
apartemenku, karena sudah hampir dua minggu kami tinggalkan Aku dan Mark
menghabiskan waktu berdua bersama dengan menonton beberapa film. Entah sampai
jam berapa kami menonton. Mataku tak sengaja terlelap dan baru terbangun saat
Mark menepuk pipiku.
“Sayang, sebaiknya kita tidur dikamar saja. Sepertinya
kau tidak nyaman tidur disini.”
Aku masih mengumpulkan kesadaranku saat Mark
membangunkanku. Aku tertidur dipangkuan Mark. Aku mengusap-usap mataku.
“Ayolah Asya.. “
Lalu aku pun mengangguk, pelan-pelan aku duduk dan
menyandarkan tubuhku padanya.
“Aku malas jika harus berjalan Mark.”
Lalu aku mengantungkan tanganku keleher Mark. Dengan
tersenyum Mark mengangkat tubuhku sambil mencium bibirku.
“Kau, manja sekali yaa??”
“tidak apa-apa kan??” aku tersenyum.
Mark menggeleng lalu mencium
bibirku lagi sambil berjalan kekamar, setelah sampai dia langsung duduk diatas
ranjangku dan membaringkanku disana.
“terima kasih sayang..” kataku sambil memejamkan mataku
lagi.
Setelah itu Mark berdiri, kudengar dia membuka celana
jeans dan baju kemejanya. Dan berbaring disampingku sambil memelukku.
“Sayang..” panggilnya sambil membelai wajahku.
“ehhmm.. Nite, Sayang. “ jawabku sambil tetap
memejamkan mataku dan menarik selimut
hingga menutupi setengah dari tubuhku.
Kudengar nafasnya memburu setelah
itu Mark menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya lalu dia menciumi
bahuku. Sedangkan aku tetap memejamkan mataku. Mataku benar-benar mengantuk dan
lelah sekali, ditambah lagi dengan udara yang cukup dingin.
***
Keesokan harinya aku terbangun
saat sinar matahari sudah menyusup masuk dari cela-cela jendela kamarku,
kubukakan mataku, kulihat Mark sudah tidak ada disampingku. Kulirik jam yang
ada dimejaku. Sudah jam 7, aku baru ingat kalau aku ada kuliah jam 8. Astaga
aku bisa terlambat datang kekampus. Cepat-cepat aku langsung membereskan tempat
tidurku. Setelah itu aku langsung masuk kekamar mandi. Saat aku didalam kamar
mandi kulihat Mark baru selesai mandi.
“kau tidak membangunkanku Mark. Aku ada kuliah jam 8 ini.”
aku mnggerutu kesal.
“aku fikir kau tidak ada kuliah, habisnya kau sangat
nyenyak sekali tidur tadi malam. Bahkan aku pun tidak kau hiraukan.”
“sudah Mark, aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku tidak
ingin terlambat kekampus hari ini.” lalu aku membuka seluruh pakaianku dan Mark
langsung keluar dari kamar mandi.
Selesai
mandi dan berpakaian, aku langsung keluar dari kamar sambil membawa beberapa
buku dan mengambil sepatu.
“aku pergi sekarang.” Kutinggalkan Mark yang sedang
duduk disofa depan.
“Asya...” dia setengah berteriak padaku.
“aku akan terlambat Mark”
“kau tidak menganggapku ada?? Aku menunggumu Asya”
Langkah ku terhenti, menatapnya. Teganya aku
meninggalkannya yang dari tadi menungguku.
“ya sudah. Ayo pergi sekarang Mark. Aku hampir terlambat..”
“Tidak, sebelum kau sarapan Asya..”
Aku tersenyum kecut mendengar ucapannya. Sungguh menjengkelkanku kau hari ini Mark.
Aku menghela nafas panjang.
“aku tidak punya waktu untuk itu Mark. Kau jangan
membuatku badmood hari ini” gerutuku.
“Asya, aku tidak ingin kau sakit..” lalu dia mengambil
segelas susu dan memberikannya padaku.
Aku mengambilnya dari Mark “ hanya untuk ini, tidak
yang lain” lalu aku meminum susu itu dan meletakkannya kemeja lagi.
“Jika kau belum mau pergi, aku duluan..” aku keluar dari
dari apartemenku.
Mark menyusulku dan akhirnya kami
berangkat bersama. Di mobil, beberapa saat kami saling diam. Mark menyetir
mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena dia tahu kalau aku hampir terlambat. Tak
lama kemudian dia mulai bicara..
“Maafkan aku, sayang..” tadi aku sudah membentakmu.
“Sudahlah, aku tidak ingin membahas apapun yang bisa
merusak moodku”
“Asya.. kau masih marah” dia mengambil tanganku dan
menciumnya.
“tidak..” jawabku pendek.
Belum banyak aku dan Mark mengobrol. Kami sudah sampai
dihalaman kampusku. Mark yang tadi ingin mengatakan sesuatu terhenti.
“ aku harus masuk sekarang Mark, terima kasih..” aku
langsung membalikkan tubuhku ingin turun.
“Asyaa..” dia memanggilku
Aku menoleh lalu mendekatkan wajahku kewajahnya. Dia
mencium keningku sekilas. “Maaf kan sikapku padamu yaa”
Aku mengangguk “ maafkan aku Mark..” kataku sambil
melepaskan pelukkannya.
“telepon aku saat akan pulang, aku ada digaleri hari
ini” katanya
Aku mengangguk dan buru-buru masuk
kedalam ruanganku. Saat aku masuk, aku lega sekali karena perkuliahan belum
dimulai. Namun belum lama aku sampai, dosennya datang dan kami belajar seperti
biasa.
Tepat pukul 12 aku keluar dari
kelas, saat aku melihat ponselku kulihat ada pesan singkat darinya
“Asya sayang, maafkan aku ya, siang ini aku tidak bisa
menjemputmu. Ada klien yang harus aku temui. Kau pulang sendiri ya. Jangan lupa
makan siang.. I LOVE You..
Dan akhirnya aku membalas pesan
singkatnya untukku.
“Iya, tidak masalah aku bisa pulang naik taksi.. dan aku takkan
melupakannya, kau juga syg. I love you too :*
Lalu aku pergi kekantin untuk
makan siang. Aku merasa sangat lapar hari ini. Saat aku berada dikantin aku
langsung memesan makananku. Selama menunggu pesananku, aku menelpon Lila
rencananya aku ingin sekali kesana. Dari pada aku merasa kesepian. Aku sudah
menelponnya, namun tidak diangkat, setelah beberapa kali barulah, Lila
menerimanya.
“iya La?? Kau dimana?? Aku sangat merindukanmu sekarang.. kau sedang
pergi?? Baiklah, kalau begitu nanti malam saja aku datang..
Aku menutup teleponnya berbarengan
dengan pesanan makananku yang datang. Lalu aku langsung makan, setelah makan aku akan pulang saja
keapartemen. Aku akan mengerjakan beberapa tugasku, barulah nanti malam aku
akan kerumah Lila. Mungkin aku kan menginap disana, karena Kyle akan pergi
malam ini..
Selesai makan dan membayarnya aku
langsung pergi meninggalkan kantin. Saat aku berjalan keluar, tiba-tiba saja
seseorang menabrakku hingga tubuhku terhempas kedinding. Sambil mengusap bahuku
aku melirik seseorang yang menatapku. Dia seorang laki-laki betubuh tinggi,
dari wajahnya kulihat dia sepertinya orang Asia.
“Maafkan aku nona, aku buru-buru.. apa kau terluka??”
Dia memegang pundakku dan mengusapnya.
“aku harap kau lebih berhati-hati lain kali”
“Maaf aku sudah hampir terlambat. Ohh ya, kau mahasiswa
disini??” tanyanya
Aku mengangguk “kenapa??”
“Aku ingin menemui dosen ini, tapi aku tidak tau. Aku
baru saja sampai dari Filipina dan dosenku menyuruhku untuk menemui dosen ini”
katanya sambil memperlihatkan sebuah kartu nama kepadaku.
Lalu aku melihatnya, dan begitu
kulihat ternyata nama yang tertera itu adalah nama dosen pembimbingku. Aku
mengangguk-ngangguk melihatnya.
“apa kau mengenalnya??”
“dia dosen pembimbingku, sekarang dia sedang mengajar
dikelas adik tingkatku. Baiklah akan kau antar kau kesana..” lalu aku berjalan,
dan dia mengikutiku,
“hmm, namaku Christian. “ dia menjulurkan tangannya.
Aku langsung menoleh kearahnya dan menyambut tangannya
“aku Natasya dari Indonesia” jawabku
“kau dari Indonesia?? Senang bertemu denganmu“
Aku tersenyum, “aku sudah 3 tahun disini, ini tahun
terakhirku dsini. “ jawabku
“aku sedang melakukan tugas akhirku, tapi aku butuh
beberapa informasi, dan dosen pembimbingku menyuruhku untuk menemui dosenmu,
ada berapa banyak orang Indonesia disini”
“lumayan juga, dikelasku ada 2 orang lagi, mereka sahabatku. Tapi saat ini
mereka sedang cuti. Oh Iya, ini ruangan Prof Alexander dan dia sedang mengajar
dikelas yang ada di sana” kataku sambil
menunjukkan kearah salah satu ruang kelas.
“terima kasih kau telah membantuku Natasya. Dan maaf
juga tdi aku sempat menabrakmu”
“tidak apa-apa Christ, bukan masalah. Oh Iya aku duluan
ya. Kau bisa langsung masuk saja nanti. dia orang yang sangat ramah”
Dia mengangguk mengerti mendengar penjelasanku dan aku
langsung pergi meninggalkannya.
***
Sesampainya aku diapartemen aku
langsung istirahat sebentar dan mengerjakan tugas-tugasku. Ntah berapa lama ku
berkutat dengan buku-buku referensi. Akhirnya semuanya sudah selesai dan aku
langsung membereskannya lagi keatas meja belajarku. Ku dengan ponselku
berbunyi, begitu kulihat Lila yang menelponku dan aku langsung menerimanya...
“Halo la, aku
diapartemen sekarang. Baru selesai mengerjakan tugasku. Iya, aku memang berniat
menginap dirumah mu malam ini. kau tau aku semalam kesepian disini. Iya sudah
aku akan segera kesana”
Lalu akupun menutup telponnnya dan
bergegas membereskan keperluanku untuk pergi kerumah Lila. Tepat pukul 4 aku
mengeluarkan mobilku yang sudah lama sekali tidak kupakai. Aku pun pergi
kerumah Lila.
Sesampainya dirumah Lila kau
langsung memarkir mobilku didepan garasi rumah Lila, dan keluar mobil dan masuk
kerumah kerumah Lila, aku langsung berteriak memanggilnya..
“Lilaaa....”
“hey, kau kenapa Sya, “ Lila keluar dari kamarnya
dengan wajah terkejut memandangku
Aku tersenyum “ tidak apa-apa, aku hanya terlalu
merindukanmu” aku langsung memeluknya erat.
“kau baik-baik saja kan??’ lila melepaskan pelukannya
dan menyentuh keningku
“aku baik-baik saja La, kau tahu semalam aku menangis
saat aku datang keapartemen tanpa kau dan Dhee disana??” aku cemberut sambil
kami berjalan kesofa yang ada didekat ruang keluarga rumah Lila, dan kemudian
kami duduk.
“Asya, aku kan sudah bilang kau bisa menginap disini,
kapanpun kau mau..” Lila menepuk bahuku
“Aku tidak apa-apa La, semalam hanya terbawa emosi
saja. Aku belum terbiasa hidup sendiri tanpa kalian. Oh ya, Kyle mana?? Dia
sudah pergi??”
“Dia ada meeting
sebelum berangkat. Makanya dia pergi dari jam 4 tadi. Tadinya kau ingin ikut
mengantarnya tapi dia melarangku, karena supirku sedang tidak ada “
“bagaimana dengan kandunganmu?? Bayi nya baik-baik saja
kan??” aku mengamati tubuh Lila yang sekarang semakin berisi, dan perutnya
semakin terlihat membesar.
“Iya Sya, bayi ku baik-baik saja. Aku sudah memeriksa
jenis kelaminnya. Dan kau tahu, bayiku ini laki-laki. Dan Kyle sangat senang
sekali” wajah Lila terlihat sangat bahagia saat menceritakan tentang keluarha
kecilnya.
“ selamat La, berarti yang akan lahir nanti Kyle Jr
yaa?? Aku sudah tidak sabar ingin bermain bersamanya. Pasti dia sangat lucu”
“Iya Sya, tapi kan ini masih lama, kandunganku baru
berumur 10 minggu.”
Aku tertawa mendengar ucapan Lila,
iya ya kandungan Lila kan baru 10 minggu
masih lama sekali menunggu Kyle Jr lahir. Lalu kami berdua mengobrol
bersama tentang kuliahku, tentang Lila yang mulai bekerja diperusahaan papa
nya. Dan akupun menceritakan tentang tugasku untuk menemani Christian selama
disini, tadi dosenku menelponku saat aku sedang dijalan menuju kesini, dia
menyuruhku untuk menemani Christian selama ada di sini. Dan saat tahu tentang
itu Lila malah menggodaku..