Chapter 37
Kami semua tertawa melihat tingkah Asya dan Mark. Menurutku mereka pasangan yang sangat lucu. Terlebih lagi Asya masih seperti anak kecil, untung saja Mark sangat sabar sekali menghadapinya. Semoga mereka berdua akan segera menyusul aku dan Lila untuk menikah.
“Kyle, apakah Lila benar-benar tidur?”
“Iya Dhee, Lila sudah tidur. Sepertinya dia kelelahaan.”
“Semalam kau apakan Lila, Kyle? Sampai-sampai ia
kelelahan seperti itu?”
“Hehehehe, seperti biasalah Gale”
“Awas kalau terjadi sesuatu pada Lila.”
“Aku akan berhati-hati dan menjaganya Gale.”
“Ingat kalau Lila sedang hamil, Kyle.”
“Iya, aku tahu
Dhee. Aku akan selalu berhati-hati, percayalah padaku.”
“Iya kami percaya padamu untuk menjaga Lila, Kyle.
Jangan sampai Matt
mengganggunya lagi seperti waktu itu.”
mengganggunya lagi seperti waktu itu.”
Selama sisa perjalanan kami habiskan untuk
beristirahat. Dan setelah menepuh perjalanan
yang panjang akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat juga. Dari bandara kami langsung menuju ke sebuah hotel mewah
yang sudah di pesan oleh Gale. Kami di jemput
menggunakan mobil limo yang sangat besar
sekali. Pemandangan selama perjalan menuju ke hotel benar-benar sangat indah, membuatku ingin turun dari
mobil dan pergi berjalan-jalan sambil
berjalan kaki saja.
“Tempatnya indah, aku ingin pergi berjalan-jalan.”
“Memang indah Dhee, apalagi saat malam hari. Tapi buatku
tempat yang indah dan romantic itu Cuma di
Venice, soalnya kita bisa naik gondola,
menyusuri sungai sambil disuguhin nyanyian nyanyian berbahasa Itali yang sangat indah.”
“Kalian tahu Lila sampai tiga kali minta naik gondola
waktu di Venice.”
“Yang aku dengar
Venice memang sangat indah tempatnya. Gale, bagaimana
kalau nanti kita pergi mengunjungi Venice.”
“Tentu saja
Angel, nanti kita akan mengunjunginya.”
“Hei kapan-kapan kita harus pergi berlibur
bersama-sama, pasti akan sangat menyenangkan
sekali.”
“Ide yang bagus Sya. Kita harus pergi berlibur
bersama-sama.”
“Kalian harus mengunjungin Irlandia, karena di sana
banyak sekali tempat yang indah.”
“Kapan aku bisa ikut berlibur dengan kalian? Aku kan
tidak mungkin melakukan perjalanan jauh dengan perut
yang mulai membesar ini.”
***
Akhirnya kami sampai di sebuah hotel yang letaknya
dekat dengan tempat pernikahan kami di gelar. Kami
semua langsung pergi ke kamar masing-masing
untuk beristirahat, perjalanan yang panjang ini membuatku sangat lelah.
Ketika sampai di kamar aku langsung menghempaskan
tubuhku di atas tempat tidur yang ukurannya sangat besar
dan berkasur sangat empuk sekali. Mataku
langsung terpejam ketika kepalaku menyentuh bantal.
“Sayang…” Gale menepuk-nepuk pipiku.
“Sayang…” Gale menepuk-nepuk pipiku.
“Ummm…” hanya jawaban itulah yang berhasil keluar dari
dalam mulutku sedangkan mataku tetap terpejam.
“Jangan tidur dulu, Angel. Aku ingin melakukan sesuatu
denganmu dulu.”
“Nanti saja Gale, aku sangat lelah sekali. Biarkan aku
tidur dulu.”
“Angel ayolah, sudah beberapa hari ini aku tidak
menyentuhmu.”
“Sudah kubilang
kau tidak boleh menyentuhku sampai kita resmi menjadi sepasang suami istri.”
“Angel… Kumohon.” Suaranya terdengan sangat memelas.
“Tidak Gale…”
Setelah berdebat dengan Gale aku melanjutkan kembali
tidurku dan tidak menggubris permohonannya yang ingin
bercinta denganku. Aku benar-benar sangat
lelah sekali hari ini, ya meskipun seandainya aku tidak dalam keadaan lelahpun aku tetap tidak akan menerima ajakannya
untuk bercinta.
Malam harinya kami bertemu di restoran untuk makan
malam bersama. Aku sangat menyukai suasana di restoran yang
berada di dalam hotel ini. Bukan karena
interiornya yang mewah dan berkelas tapi suasana disini benar-benar hangat dan membuatku merasa nyaman sekali.
Gale masih cemberut dan menekuk wajahnya. Sepertinya ia
masih marah dan kesal padaku karena tadi aku
menolaknya untuk bercinta. Tapi aku tidak
ambil pusing dengan sikapnya yang sedang merajuk seperti saat ini.
“Kalian berdua kenapa? Mengapa dari tadi kami
perhatikan hanya saling diam saja. Apakah
kalian berdua sedang bertengkar?”
“Tidak ada apa-apa Lila, aku dan Gale hanya sedikit
berselisih saja tadi. Kau tak perlu khawatir.” Jawabku
enteng.
“Angel…”
“Berhenti merajuk seperti anak kecil Gale. Jangan
membuatku kesal yang beribas pada keputusanku untuk
membatalkan pernikahan denganmu.”
“Jangan Angel, aku mohon. Jangan membatalkan pernikahan
kita kumohon, aku bisa mati jika kau membatalkan
pernikahan kita ini.”
“Kalau begitu
berhentilah merajuk seperti anak kecil.”
“Maafkan aku
Angel.”
“Sudah-sudah ayo
kita lanjutkan kembali makan malam kita. Jangan merusak
suasana malam ini.”
Lalu kami semua melanjutkan kembali makan malam kami
dan suasana pun mulai kembali seperti semula. Gale sudah
tidak merajuk lagi seperti tadi. Malam
itu kami habiskan untuk mengobrol di restoran sambil menghabiskan malam, sebelum akhirnya kami kembali ke
kamar masing-masing untuk beristirahat
karena besok adalah hari yang sangat penting
sekali bagiku dan Gale.
Keesokan harinya aku dan Gale melakukan pengepasan gaun
dan jas pengantin kami. Setelah itu kami
mengecek ke lokasi pernikahan akan di gelar.
Acaranya akan di laksanakan di halaman sebuah kastil yang sudah di sulap menjadi tempat yang sangat indah sekali.
Dekorasi berwarna
putih mendominasi disini.
putih mendominasi disini.
Banyak bunga mawar putih disana sini. Aku tak tahu
bagaimana harus menggambarkan tempat ini seperti apa.
Karena tempatnya sangat indah sekali. Aku
tak henti-hentinya berdecak kagum melihat keindahan tempat yang sebenarnya sudah indah menjadi sangat indah.
***
Akhirnya hari besar untukku dan Gale tiba. Hari ini
langit sangat cerah sekali, secerah hatiku. Mengapa
tidak karena hari ini aku akanmenikah dengan pria yang sangat aku cintai. Di
tempat ini kami akan mengikat janji suci sebagai sepasang suami dan istri.
10 menit lagi papa akan menjemputku. Sebelum keluar aku
tak henti-hentinya memandangi diriku dicermin, ya semuanya masih terlihat
sangat rapi. Aku sangat merasa gugup sekali. Aku takut kalau upacara nya tidak
akan lancar. Ya Tuhan, berikan kelancaran
untuk kami semua.
“Dhee.. kau kenapa??” suara Lila membuyarkan lamunanku.
“sepertinya kau sangat gelisah..”
“aku tidak apa-apa. Hanya sedikit gugup. Ehh, kalian
berdua sangat cantik.” Aku memandangi kedua sahabatku. Mereka berdua memang
sangat cantik hari ini.
“Tidak usah gugup Dhee, semuanya pasti akan lancar-lancar
saja.” Lila menepuk bahuku menenangkan.
“benar Dhee, kau jangan terlihat gelisah. Tenanglah,
sebentar lagi kau akan resmi menjadi Mrs Harold”
Aku menyentuh tangan Lila yang menyentuh pundakku. “Iya
aku percaya semua akan lancar. Terima kasih kalian sudah menenangkanku. “
jawabku sambil tersenyum.
“kalau senyum begitu kau terlihat semakin cantik
Dhee...”
“berhenti meledekku Sya, lalu kapan kau akan segera
menyusul kami. Sekarang hanya kau yang belum menikah..”
“entahlah. Aku belum berfikir kearah sana” jawabnya
sambil tersenyum.
“ Asya, kau masih saja seperti itu..”
“Sudah, sudah kalian berdua jangan berdebat. Sebentar
lagi kau akan keluar Dhee. Bersiap-siaplah” Lila menengahi aku dan Asya.
Benar saja apa yang dikatakan Lila, tak lama kemudian
papa menjemputku. Lalu kami berjalan keluar sambil beriringan. Aku semakin
gugup saat kulihat semua mata tamu undangan itu tertuju padaku. Papa mengandeng
tanganku erat memberikanku kekuatan agar aku tidak terlalu gugup.
Sedangkan didepanku saat ini kulihat Gale yang
mengenakan setelan tuxedo putih berdiri dengan gagahnya. Senyuman tak pernah
lepas dari wajahnya saat dia menatapku. Kegugupanku sedikit berkurang saat aku
menyambut tangannya dan berdiri sejajar dengannya. Dan upacara yang sangat
sakral itupun dimulai.
****
Upacara sakral itu telah selesai, sekarang aku resmi
menjadi Mrs Harold. Senyum bahagia tak pernah lepas dari bibir kami berdua.
Begitupun dengan keluarga dan kedua sahabatku. Mereka semua nampak bahagia.
Hadir disini selain keluarga besar dan sahabatku, ada
juga rekan bisnis Gale dan beberapa temanku. Selesai upacara sakral, pesta
pernikahanpun dilangsungkan semua tamu undangan bersenang-senang.
“Bagaimana Angel, kau menyukainya??” suara Gale
membuyarkan semua lamunanku saat aku masih
memandangi suasana disekelilingku. Tangannya
memeluk pinggangku dan bibirnya mengecup hangat keningku.
Aku menatapnya sambil membelai wajahnya yang tampan.
Aku mengangguk sambil tersenyum “Ya, aku sangat menyukainya. Terima kasih untuk
semuanya, sayang. Kau membuatku sangat bahagia hari ini”
“apapun akan kulakukan untuk kebahagiaanmu, Angel.. Kau
segalanya untukku.”
Wajahku memanas saat mendengar ucapan Gale. Ya Tuhan, aku tidak menyesal menikah
dengannya. Dia selalu bisa membuatku tersenyum bahagia.
“aku sangat mencintaimu Mr Harold..”
“aku juga sangat mencintaimu Mrs Harold”
Lalu Gale mendekatkan wajahnya ke wajahku mencium
keningku lagi, setelah itu dia mencium bibirku dengan lembut dan intens.
Beberapa saat bibir kami saling bertautan dan baru terlepas saat Lila berdehem
dan menyentuh pundakku..
“belum saatnya sekarang Dhee. Masih banyak tamu
undangan disini”
Wajahku memerah saat kulihat didekat kami sudah ada
Lila dan Kyle, serta Asya dan Mark.
“Lila.. “ aku menekuk wajahku karena malu.
“hahhaha, sudah-sudah nanti kalian lanjutkan lagi
setelah pestanya selesai” Kyle ikut meledekku.
“ohh, kalian membalas perbuatanku saat kalian menikah
kemarin yaa??”
“tidak Gale, aku hanya mengingatkan saja..” Lila
tersenyum sambil menyikutku.
“Kyle, La, sebaiknya kita ucapakan selamat saja pada
pengantin baru ini”
“Oh iya Sya, aku jadi lupa..”
Lila dan Asya memelukku sesaat “ selamat ya Dhee,
semoga kalian bahagia selalu”
“selamat ya Dhee.. semoga kalian cepat mendapat
momongan”
“Doakan saja Sya” Gale menyahut saat dia masih
mengobrol dengan Mark dan Kyle.
“terima kasih ya La, Sya. Aku sangat beruntung memiliki
sahabat seperti kalian. “ aku mengenggam tangan kedua sahabat ku itu.
“akan sangat menyenangkan ya jika nanti memiliki dua
keponakan yang lucu-lucu”
“akukan belum hamil Sya??” aku melotot melihat Asya.
“aku bilangkan nanti Dhee..”
Mereka semua tertawa melihatku dan Asya yang sedang
berdebat.
“lalu kapan kalian menikah Mark..”
“Mudah-mudah secepatnya Gale..” kulihat Mark melirik
Asya saat menjawab pertanyaan dari suamiku.
“hanya kalian yang belum menikah, menikah itu enak
Mark..” sahut Kyle.
Kulihat Asya tersenyum saat Kyle dan suamiku menggoda
kekasihnya.
“ya segeraa” jawab Mark
Whoaaa Kyle parah ihh >ͺ< ngehukum lila nyampe kyak gitu >ͺ<
BalasHapusAsyik Italy another wedding ceremony yeay...
huahha Gale meraJuk itu dhee tega bner ihh bikin gale mupeng kyak gtu...
ayo ayo yg belum merit cuma asya sama mark nih jangan ragu sama bimbang dong syaaa..
lanjut sist :*
jadi nikah juga tnyata Dhee :D
BalasHapuspuasa dulu ya Gale, ga lama cuma 3bln haha
Ayo Sya nyusul jgn ragu terus
ntar Mark kabur lho :Dv