Senin, 28 Januari 2013

Chapter 37


Chapter 37

Kami semua tertawa melihat tingkah Asya dan Mark. Menurutku mereka pasangan yang sangat lucu. Terlebih lagi Asya masih seperti anak kecil, untung saja Mark sangat sabar sekali menghadapinya. Semoga mereka berdua akan segera menyusul aku dan Lila untuk menikah.

“Kyle, apakah Lila benar-benar tidur?”
“Iya Dhee, Lila sudah tidur. Sepertinya dia kelelahaan.”
“Semalam kau apakan Lila, Kyle? Sampai-sampai ia kelelahan seperti itu?”
“Hehehehe, seperti biasalah Gale”
“Awas kalau terjadi sesuatu pada Lila.”
“Aku akan berhati-hati dan menjaganya Gale.”
“Ingat kalau Lila sedang hamil, Kyle.”
 “Iya, aku tahu Dhee. Aku akan selalu berhati-hati, percayalah padaku.”
“Iya kami percaya padamu untuk menjaga Lila, Kyle. Jangan sampai Matt
mengganggunya lagi seperti waktu itu.”

Selama sisa perjalanan kami habiskan untuk beristirahat. Dan setelah menepuh perjalanan yang panjang akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat juga. Dari bandara kami langsung menuju ke sebuah hotel mewah yang sudah di pesan oleh Gale. Kami di jemput menggunakan mobil limo yang sangat besar sekali. Pemandangan selama perjalan menuju ke hotel benar-benar sangat indah, membuatku ingin turun dari mobil dan pergi berjalan-jalan sambil berjalan kaki saja.

“Tempatnya indah, aku ingin pergi berjalan-jalan.”
“Memang indah Dhee, apalagi saat malam hari. Tapi buatku tempat yang indah dan romantic itu Cuma di Venice, soalnya kita bisa naik gondola, menyusuri sungai sambil disuguhin nyanyian nyanyian berbahasa Itali yang sangat indah.”
“Kalian tahu Lila sampai tiga kali minta naik gondola waktu di Venice.”
 “Yang aku dengar Venice memang sangat indah tempatnya. Gale, bagaimana kalau nanti kita pergi mengunjungi Venice.”
 “Tentu saja Angel, nanti kita akan mengunjunginya.”
“Hei kapan-kapan kita harus pergi berlibur bersama-sama, pasti akan sangat menyenangkan sekali.”
“Ide yang bagus Sya. Kita harus pergi berlibur bersama-sama.”
“Kalian harus mengunjungin Irlandia, karena di sana banyak sekali tempat yang indah.”
“Kapan aku bisa ikut berlibur dengan kalian? Aku kan tidak mungkin melakukan perjalanan jauh dengan perut yang mulai membesar ini.”

***
Akhirnya kami sampai di sebuah hotel yang letaknya dekat dengan tempat pernikahan kami di gelar. Kami semua langsung pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat, perjalanan yang panjang ini membuatku sangat lelah.

Ketika sampai di kamar aku langsung menghempaskan tubuhku di atas tempat tidur yang ukurannya sangat besar dan berkasur sangat empuk sekali. Mataku langsung terpejam ketika kepalaku menyentuh bantal.
“Sayang…” Gale menepuk-nepuk pipiku.
“Ummm…” hanya jawaban itulah yang berhasil keluar dari dalam mulutku sedangkan mataku tetap terpejam.
“Jangan tidur dulu, Angel. Aku ingin melakukan sesuatu denganmu dulu.”
“Nanti saja Gale, aku sangat lelah sekali. Biarkan aku tidur dulu.”
“Angel ayolah, sudah beberapa hari ini aku tidak menyentuhmu.”
 “Sudah kubilang kau tidak boleh menyentuhku sampai kita resmi menjadi sepasang suami istri.”
“Angel… Kumohon.” Suaranya terdengan sangat memelas.
“Tidak Gale…”
Setelah berdebat dengan Gale aku melanjutkan kembali tidurku dan tidak menggubris permohonannya yang ingin bercinta denganku. Aku benar-benar sangat lelah sekali hari ini, ya meskipun seandainya aku tidak dalam keadaan lelahpun aku tetap tidak akan menerima ajakannya untuk bercinta.

Malam harinya kami bertemu di restoran untuk makan malam bersama. Aku sangat menyukai suasana di restoran yang berada di dalam hotel ini. Bukan karena interiornya yang mewah dan berkelas tapi suasana disini benar-benar hangat dan membuatku merasa nyaman sekali.

Gale masih cemberut dan menekuk wajahnya. Sepertinya ia masih marah dan kesal padaku karena tadi aku menolaknya untuk bercinta. Tapi aku tidak ambil pusing dengan sikapnya yang sedang merajuk seperti saat ini.
“Kalian berdua kenapa? Mengapa dari tadi kami perhatikan hanya saling diam saja. Apakah kalian berdua sedang bertengkar?”
“Tidak ada apa-apa Lila, aku dan Gale hanya sedikit berselisih saja tadi. Kau tak perlu khawatir.” Jawabku enteng.
“Angel…”
“Berhenti merajuk seperti anak kecil Gale. Jangan membuatku kesal yang beribas pada keputusanku untuk membatalkan pernikahan denganmu.”
“Jangan Angel, aku mohon. Jangan membatalkan pernikahan kita kumohon, aku bisa mati jika kau membatalkan pernikahan kita ini.”
 “Kalau begitu berhentilah merajuk seperti anak kecil.”
 “Maafkan aku Angel.”
 “Sudah-sudah ayo kita lanjutkan kembali makan malam kita. Jangan merusak suasana malam ini.”
Lalu kami semua melanjutkan kembali makan malam kami dan suasana pun mulai kembali seperti semula. Gale sudah tidak merajuk lagi seperti tadi. Malam itu kami habiskan untuk mengobrol di restoran sambil menghabiskan malam, sebelum akhirnya kami kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena besok adalah hari yang sangat penting sekali bagiku dan Gale.

Keesokan harinya aku dan Gale melakukan pengepasan gaun dan jas pengantin kami. Setelah itu kami mengecek ke lokasi pernikahan akan di gelar. Acaranya akan di laksanakan di halaman sebuah kastil yang sudah di sulap menjadi tempat yang sangat indah sekali. Dekorasi berwarna
putih mendominasi disini.
Banyak bunga mawar putih disana sini. Aku tak tahu bagaimana harus menggambarkan tempat ini seperti apa. Karena tempatnya sangat indah sekali. Aku tak henti-hentinya berdecak kagum melihat keindahan tempat yang sebenarnya sudah indah menjadi sangat indah.

***
Akhirnya hari besar untukku dan Gale tiba. Hari ini langit sangat cerah sekali, secerah hatiku. Mengapa tidak karena hari ini aku akanmenikah dengan pria yang sangat aku cintai. Di tempat ini  kami akan mengikat janji suci sebagai sepasang suami dan istri.

10 menit lagi papa akan menjemputku. Sebelum keluar aku tak henti-hentinya memandangi diriku dicermin, ya semuanya masih terlihat sangat rapi. Aku sangat merasa gugup sekali. Aku takut kalau upacara nya tidak akan lancar. Ya Tuhan, berikan kelancaran untuk kami semua.

“Dhee.. kau kenapa??” suara Lila membuyarkan lamunanku.
“sepertinya kau sangat gelisah..”
“aku tidak apa-apa. Hanya sedikit gugup. Ehh, kalian berdua sangat cantik.” Aku memandangi kedua sahabatku. Mereka berdua memang sangat cantik hari ini.
“Tidak usah gugup Dhee, semuanya pasti akan lancar-lancar saja.” Lila menepuk bahuku menenangkan.
“benar Dhee, kau jangan terlihat gelisah. Tenanglah, sebentar lagi kau akan resmi menjadi Mrs Harold”
Aku menyentuh tangan Lila yang menyentuh pundakku. “Iya aku percaya semua akan lancar. Terima kasih kalian sudah menenangkanku. “ jawabku sambil tersenyum.
“kalau senyum begitu kau terlihat semakin cantik Dhee...”
“berhenti meledekku Sya, lalu kapan kau akan segera menyusul kami. Sekarang hanya kau yang belum menikah..”
“entahlah. Aku belum berfikir kearah sana” jawabnya sambil tersenyum.
“ Asya, kau masih saja seperti itu..”
“Sudah, sudah kalian berdua jangan berdebat. Sebentar lagi kau akan keluar Dhee. Bersiap-siaplah” Lila menengahi aku dan Asya.

Benar saja apa yang dikatakan Lila, tak lama kemudian papa menjemputku. Lalu kami berjalan keluar sambil beriringan. Aku semakin gugup saat kulihat semua mata tamu undangan itu tertuju padaku. Papa mengandeng tanganku erat memberikanku kekuatan agar aku tidak terlalu gugup.
Sedangkan didepanku saat ini kulihat Gale yang mengenakan setelan tuxedo putih berdiri dengan gagahnya. Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya saat dia menatapku. Kegugupanku sedikit berkurang saat aku menyambut tangannya dan berdiri sejajar dengannya. Dan upacara yang sangat sakral itupun dimulai.

****
Upacara sakral itu telah selesai, sekarang aku resmi menjadi Mrs Harold. Senyum bahagia tak pernah lepas dari bibir kami berdua. Begitupun dengan keluarga dan kedua sahabatku. Mereka semua nampak bahagia.
Hadir disini selain keluarga besar dan sahabatku, ada juga rekan bisnis Gale dan beberapa temanku. Selesai upacara sakral, pesta pernikahanpun dilangsungkan semua tamu undangan bersenang-senang.

“Bagaimana Angel, kau menyukainya??” suara Gale membuyarkan semua lamunanku saat aku masih
 memandangi suasana disekelilingku. Tangannya memeluk pinggangku dan bibirnya mengecup hangat keningku.
Aku menatapnya sambil membelai wajahnya yang tampan. Aku mengangguk sambil tersenyum “Ya, aku sangat menyukainya. Terima kasih untuk semuanya, sayang. Kau membuatku sangat bahagia hari ini”
“apapun akan kulakukan untuk kebahagiaanmu, Angel.. Kau segalanya untukku.”
Wajahku memanas saat mendengar ucapan Gale. Ya Tuhan, aku tidak menyesal menikah dengannya. Dia selalu bisa membuatku tersenyum bahagia.
“aku sangat mencintaimu Mr Harold..”
“aku juga sangat mencintaimu Mrs Harold”

Lalu Gale mendekatkan wajahnya ke wajahku mencium keningku lagi, setelah itu dia mencium bibirku dengan lembut dan intens. Beberapa saat bibir kami saling bertautan dan baru terlepas saat Lila berdehem dan menyentuh pundakku..
“belum saatnya sekarang Dhee. Masih banyak tamu undangan disini”
Wajahku memerah saat kulihat didekat kami sudah ada Lila dan Kyle, serta Asya dan Mark.
“Lila.. “ aku menekuk wajahku karena malu.
“hahhaha, sudah-sudah nanti kalian lanjutkan lagi setelah pestanya selesai” Kyle ikut meledekku.
“ohh, kalian membalas perbuatanku saat kalian menikah kemarin yaa??”
“tidak Gale, aku hanya mengingatkan saja..” Lila tersenyum sambil menyikutku.
“Kyle, La, sebaiknya kita ucapakan selamat saja pada pengantin baru ini”
“Oh iya Sya, aku jadi lupa..”
Lila dan Asya memelukku sesaat “ selamat ya Dhee, semoga kalian bahagia selalu”
“selamat ya Dhee.. semoga kalian cepat mendapat momongan”
“Doakan saja Sya” Gale menyahut saat dia masih mengobrol dengan Mark dan Kyle.
“terima kasih ya La, Sya. Aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian. “ aku mengenggam tangan kedua sahabat ku itu.
“akan sangat menyenangkan ya jika nanti memiliki dua keponakan yang lucu-lucu”
“akukan belum hamil Sya??” aku melotot melihat Asya.
“aku bilangkan nanti Dhee..”
Mereka semua tertawa melihatku dan Asya yang sedang berdebat.

“lalu kapan kalian menikah Mark..”
“Mudah-mudah secepatnya Gale..” kulihat Mark melirik Asya saat menjawab pertanyaan dari suamiku.
“hanya kalian yang belum menikah, menikah itu enak Mark..” sahut Kyle.
Kulihat Asya tersenyum saat Kyle dan suamiku menggoda kekasihnya.
“ya segeraa” jawab Mark

2 komentar:

  1. Whoaaa Kyle parah ihh >ͺ< ngehukum lila nyampe kyak gitu >ͺ<

    Asyik Italy another wedding ceremony yeay...
    huahha Gale meraJuk itu dhee tega bner ihh bikin gale mupeng kyak gtu...

    ayo ayo yg belum merit cuma asya sama mark nih jangan ragu sama bimbang dong syaaa..

    lanjut sist :*

    BalasHapus
  2. jadi nikah juga tnyata Dhee :D

    puasa dulu ya Gale, ga lama cuma 3bln haha

    Ayo Sya nyusul jgn ragu terus
    ntar Mark kabur lho :Dv




    BalasHapus