Chapter 35
“Kerjakan
sekarang juga atau aku yang akan mengerjakannya sekarang!!”
“Iya
iya, akan kami kerjakan sekarang.”Seru Mark sambil menarik tangan Gale dan
Kyle.
Lalu
Kyle, Gale dan Mark segera bergegas pergi ke gunang peralatan untuk menyiapkan
alat-alat yang di perlukan untuk acara kami malam ini. Akhirnya bahan-bahan
makanan yang di perlukan sudah selesai, lalu kami memasukkan semuanya ke dalam
kulkas agar bumbu-bumbunya meresap.Lalu kami bertiga pergi ke halaman belakang
untuk melihat Kyle, Gale dan Mark yang sedang sibuk menyapkan alat-alat untuk
barbeque.
“Ini
sudah hampir pukul enam sore, tapi pekerjaan kaia masih belum selesai juga.”
“Angel,maukah
kau membawakan aku minuman? Aku sangat haus sekali.”
“Baru
bekerja seperti itu sudah mengeluh.”Lalu Dhea masuk ke dalam sambil tertawa.
“Dhea,
sekalian bawakan untuk kami juga, ya.” Mark berteriak.
“Kalian
sudah selesai di dapur?”
“Tentu
saja kita sudah selesai.Cepat selesaikan, agar kita bisa segera memulai
acaranya.”Aku mendekati Kyle lalu menyeka keringat yang ada di dahinya.
“Terima
kasih, sayang.”
Beberapa saat
kemudian Dhea kembali sambil membawa nampan yang berisi jus sari jerus dan
menyimpannya di atas meja yang berada di depan sofa yang sedang kami duduki.
Kyle, Gale dan Mark langsung meminumnya sampai habis tak tersisa. Dan setengah
jam kemudian mereka selesai, aku, Dhea dan Asya mulai mengeluarkan makannya
dari kulkas dan membawanya ke halaman belakang.
“Ayo kit mulai,
aku sudah sangat lapar sekali.” Mark sudah bersiap-siap di depan alat
pemanggang. “Biar aku saja yang memanggangnya.”
“Aku
akan membantumu.”Asya langsung berdiri di samping Mark.
Dhea dan Gale
menyiapkan peralatan makanan, sedangkan aku dan Kyle mengeluarkan makanan kecil
dan wine yang sudah kami beli tadi pagi. Dan mengeluarkan Caesar salad yang
sudah kami buat tadi.Meskipun kami sedang sibuk dengan tugas masing-masing,
tapi kami mengerjakan semuanya dengan suka cita.Dan akhirnya, semua makanan
sudah tersaji di atas meja, dan kami semua mengelilinginya.Bersiap-siap untuk
memakannya, namun sebelum acara makan di mulai Dhea dan Gale ingin menyampaikan
sesuatu pada kami semua.
“Ada mau aku dan
Gale sampaikan pada kalian semua.”
“Menyampaikan
apa, Dhee? Apakah sesuatu yang baik?”
“Ya,
ini sesuatu yang baik.Umm…Aku dan Gale sudah bertunangan.”
“Kalian
sudah bertunangan?Kapan?Ya ampun, selamat untuk kalian berdua, ya.”Aku langsung
memeluk Dhea.
“Kapan Dhee?”
“Dua
hari setelah pernikahan Lila, Sya.”
“Selamat
selama, akan lebih menyenangkan jika sudah menikah Gale.”
“Mentang-mentang
kau sudah menikah, Kyle.” Mark menyenggol bahu Kyle.
“Aku
bicara fakta dan pengalaman yang aku alami, Mark.”
“Lalu
kapan kalian berdua akan menikah?”
“Dua
minggu, Sya.”
“Dua
minggu lagi?Wah, sebentar lagi dong itu.Berarti aku akan tinggal sendiri di
apartemen.”
“Kau
bisa pindah ke rumah pantai, sayang.”
“Benar
kata Mark, Sya. Kau pindah ke sana saja, dari pada tinggal sendirian di
apartemen. Nanti aku dan Lila pasti akan mengunjungimu kok.”
“Baiklah,
kalau begitu ayo kita mulai makan. Sambil merayakan pertunangannya Dhea dan
Gale.Mari bersulang.” Aku menganggat gelasku yang berisi jus, sedangkan yang
lain berisi wine yang sangat menggoda.
Kami semua
mengangkat gelas dan bersulang, lalu kami mulai menikmati makanan yang sudah
kami buat bersama-sama tadi.Benar-benar hari yang sangat menyenangkan sekali
bisa berkumpul bersama seperti ini. Aku harus rutin mengadakan acara seperti
ini agar hubungan kami semua tetap dan tidak berubah meskipun nanti kami akan
hidup masing-masing dengan pasangan kami.
Acara setelah
makan adalah mencuci piring untuk para wanita sedangkan para pria masih
mengobrol di halaman belakang. Aku, Dhea dan Asya lebih memilih untuk
membersikan peralatan makan daripada harus mendengarkan para pria yang sedang
mengobrol, lagi pula udaranya sudah mulai dingin dan Kyle tidak akan
mengizinkanku untuk bergabung bersama mereka.
Setelah selesai kami bertiga bergegas menuju ke ruang TV.
“Lila, bagaimana
keadaan kandunganmu?”
“Baik-baik
saja, Dhee.Kyle senang sekali menciumi perutku dan mengajak bayinya
berkomunikasi.”
“Bayinya
laki-laki atau perempuan, La?”
“Belum
tahu, Sya.Belum dua bulan jadi belum bisa dilihat jenis kelaminnya, tapi
seminggu lagi udah bisa kok.”
“Gk
kerasa ya, uah mau dua bulan lagi.”
“Iya
Dhee, sebentar lagi perut aku akan membesar. Kyle ingin anaknya ini laki-laki,
katanya biar dia mempunyai teman.”
“Bagaimana
kalau kita mengadakan pesta barbeque lagi nanti.Tiga hari sebelum aku dan Gale
menikah.”
“Ide
bagus Dhee, di mana kita akan melakukannya?Tidak mungkin di apartemen kita,
kan.”
“Tentu
saja tidak, Sya.Kita akan mengnadakannya di rumah Gale saja.”
“Ide
bagus Dhee.Aku pasti akan ikut acara itu.”
“Dengan
aku puny ide…”
“Ide
apa Dhee?” tanya Asya dan aku.
“Bagaimana
kalau kita kerjai Gale, Mark dan Kyle?”
“Mengerjai
mereka bertiga?Aku setuju tapi bagaimana caranya?”
“Kemari-kemari
aku akan memberi tahukan rencanaku pada kalian berdua.”Lalu aku dan Asya
mendekat lalu Dhea membisikan rencananya pada kami berdua, “Bagaimana?”
“Aku
setuju sekali, Dhee.Kita buat mereka bertiga menderita.”
“Ayo,
mumpung perut aku masih rata. Hahaha…”
“Baiklah
kita akan membahasnya lagi nanti, jika kita masih membahas rencana malam ini
cukup berbahaya.Bisa-bisa mereka mendengar rencana kita ini.”
“Jangan
sampai mereka tahu, akan hancur nanti semua rencana kita.”
Dan
kami bertiga langsung tertawa lepas setelah membicarakan ide gila yang dii
cetuskan oleh Dhea itu.Bertukar pikiran seperti ini sangat menyenangkan sekali,
apalagi semenjak kami memiliki kekasih kami jarang mengobrol atau berkumpul
seperti ini.
“Sudah
malam sebaiknya kita tidur.”Tiba-tiba Kyle masuk bersama Gale dan Mark.
“Lila,
bolehkah aku tidur di pavilion dekat danau saja.Sepertinya di sana sangat
menyenangkan.”
“Tentu
saja Dhee, kuncinya ada di di kotak khusus kunci yang berada di dekat kulkas,
kau bisa ambil saja sendiri.”
“Umm…
Lila, aku dan Mark tidur mana?”
“Terserah
kalian mau tidur di mana.Di atas ada tiga buah kamar tamu, pilh saja kamar yang
kalian suka.Kamar aku dan Kyle ada di ujung lorong sana.”
“Ya
sudah kalau begitu aku dan Lila duluan, ya.Selamat malam semuanya.”Kyle
menggandengku untuk pergi ke kamar.
***
Sepulang
dari rumah Lila aku dan Gale mulai siap untuk menyiapkan segala keperluan untuk
pernikahan kami nanti. Rencananya kami akan menikah di sebuah kastil yang
berada di kota Florance Italia. Orang-orang kepercayaan Gale yang mengurus di
sana.
Menyiapkan
pernikahan itu ternyata sangat meelahkan sekali.Aku benar-benar pusing dan
sangat lelah sekali, untung saja Gale dan kedua sahabatku selalu setia
mendukung dan membantuku. Jadi aku bisa mengatasi rasa stress yang aku alami.
Dan tiga hari sebelum keberangkatan kami ke Florance aku, Asya dan Lila mulai
menjalankan rencana kami itu.Sehari sebelumnya aku, Asya dan Lila pergi
berbelanja bersama, kami membeli sebuah bikini baru yang sangat seksi dan
sangat menggoda seklai. Kami sangat yakin sekali jika mereka bertiga melihat
kami mengenakan bikini ini mata mereka bertika akan melompat keluar.
Ketika
aku, Asya dan Lila sedang sibuk di dapur, Gale, Mark dan Kyle sedang menyiapkan
alat-alat untuk barbeque dekat kolam di halaman belakang.Mereka menyiapkan itu
sebelum aku menyuruh, mungkin mereka takut di marahi lagi oleh Lila seperti
waktu itu.
Tiba-tiba
Lila berbisik padaku, “Dhee, kita mulai sekarang. Sebaiknya kau suruh mereka
bertiga untuk mengambilkan beberapa wine di gudang.”
“Baiklah,
kau dan Asya tunggu sebentar di sini.Aku akan menemui mereka dulu.”
Aku
pergi menuju ke halaman belakang untuk menyuruh mereka bertiga pergi ke gudang
penyimpanan anggur.
“Hai…”
sapaku pada mereka bertiga.
“Hai
Angel, ada apa?”
“Aku
minta tolong pada kalian bertiga bisa tidak?”
“Kau
membutuhkan pertolongan kami bertiga?” tanya Kyle.
“Benar,
bisakah kalian menganbilkan beberapa botol anggur di gudang penyimpanan
anggur.”
“Kalau
kami bertiga yang kesana siapa yang akan menyelesaikan di sini?”
“Biar
aku dan Asya saja, Mark.Tinggal menyalakan pemanggangnya saja, kan.”
“Baiklah
Angle, kalau begitu kami bertiga pergi dulu ke gudang. Ayo.” Ajak Gale kepada
Mark dan Kyle.
Setelah
mereka bertiga masuk kedalam, aku mengendap-endap ke sana lalu menutup pintu
dan mengunci mereka bertiga di dalam sana. Dan beberapa menit kemudian aku
mendengar teriakan Gale dari dalam gudang.
“Maaf
ya, untuk hari ini kalian bertiga diam dulu di dalam sana. Tenang saja kami
bertiga sudah menyiapkan makanan dan minuman di dalam sana.”
“Mengapa
kau mengunci kami bertiga disini?Apa yang kalian rencanakan?”
“Tenang
saja Kyle, Lila akan baik-baik saja.Kami tidak akan melakukan hal-hal yang
membahayan.”
“Ada
apa dengan kalian bertiga.”
“Tidak
apa-apa Mark, kami hanya ingin sedikit mengerjai kalian bertiga saja.Karena
kami ingin melakukan sesuatu.”
“Angel,
cepat keluarkan kami bertiga dari disini.”
“Maafkan
aku, sayang.Aku tidak bisa membuka pintunya, kalian bisa menonton kami melalui
jendela ini. Sudah ya, aku mau bersiap-siap dulu bersama Asya dan Lila, bye….”
Aku meninggalkan
mereka sambil tertawa lepas dan bergegas masuk ke dalam karena Asya dan Lila
sudah mengungguku di sana.
“Bagaimana
Dhee? Apakah mereka bertiga sudah masuk kedalam perangkap?”
Haahhh.. menikahh??
BalasHapusselamat dhee, selamat..
rencana apa yaa??
bener mau ngerjain nih??
gak bakal kena kerjain balik??
bikini seksinya bikin heboh nnti.
histeris tuh mereka :D
Thx kakak :*
aaahhh....akhirnya dipublish juga. Chapter terlama nunggunya smp setahun br publish :D
BalasHapusNgakak giling2 bacanya...
apalg pas cwok2 dikurung di gudang hahaaha...heboh bgt :D
Bikini seksi pst bikin mrk tmbh heboh...wkwkwk
:*