Kamis, 03 Januari 2013

Chapter 35


Chapter 35

                “Kerjakan sekarang juga atau aku yang akan mengerjakannya sekarang!!”
                “Iya iya, akan kami kerjakan sekarang.”Seru Mark sambil menarik tangan Gale dan Kyle.

                Lalu Kyle, Gale dan Mark segera bergegas pergi ke gunang peralatan untuk menyiapkan alat-alat yang di perlukan untuk acara kami malam ini. Akhirnya bahan-bahan makanan yang di perlukan sudah selesai, lalu kami memasukkan semuanya ke dalam kulkas agar bumbu-bumbunya meresap.Lalu kami bertiga pergi ke halaman belakang untuk melihat Kyle, Gale dan Mark yang sedang sibuk menyapkan alat-alat untuk barbeque.

                “Ini sudah hampir pukul enam sore, tapi pekerjaan kaia masih belum selesai juga.”
                “Angel,maukah kau membawakan aku minuman? Aku sangat haus sekali.”
                “Baru bekerja seperti itu sudah mengeluh.”Lalu Dhea masuk ke dalam sambil tertawa.
                “Dhea, sekalian bawakan untuk kami juga, ya.” Mark berteriak.
                “Kalian sudah selesai di dapur?”
                “Tentu saja kita sudah selesai.Cepat selesaikan, agar kita bisa segera memulai acaranya.”Aku mendekati Kyle lalu menyeka keringat yang ada di dahinya.
                “Terima kasih, sayang.”

Beberapa saat kemudian Dhea kembali sambil membawa nampan yang berisi jus sari jerus dan menyimpannya di atas meja yang berada di depan sofa yang sedang kami duduki. Kyle, Gale dan Mark langsung meminumnya sampai habis tak tersisa. Dan setengah jam kemudian mereka selesai, aku, Dhea dan Asya mulai mengeluarkan makannya dari kulkas dan membawanya ke halaman belakang.
               
“Ayo kit mulai, aku sudah sangat lapar sekali.” Mark sudah bersiap-siap di depan alat pemanggang. “Biar aku saja yang memanggangnya.”
                “Aku akan membantumu.”Asya langsung berdiri di samping Mark.
               
Dhea dan Gale menyiapkan peralatan makanan, sedangkan aku dan Kyle mengeluarkan makanan kecil dan wine yang sudah kami beli tadi pagi. Dan mengeluarkan Caesar salad yang sudah kami buat tadi.Meskipun kami sedang sibuk dengan tugas masing-masing, tapi kami mengerjakan semuanya dengan suka cita.Dan akhirnya, semua makanan sudah tersaji di atas meja, dan kami semua mengelilinginya.Bersiap-siap untuk memakannya, namun sebelum acara makan di mulai Dhea dan Gale ingin menyampaikan sesuatu pada kami semua.
               
“Ada mau aku dan Gale sampaikan pada kalian semua.”
                “Menyampaikan apa, Dhee? Apakah sesuatu yang baik?”
                “Ya, ini sesuatu yang baik.Umm…Aku dan Gale sudah bertunangan.”
                “Kalian sudah bertunangan?Kapan?Ya ampun, selamat untuk kalian berdua, ya.”Aku langsung memeluk Dhea.
                “Kapan Dhee?”
                “Dua hari setelah pernikahan Lila, Sya.”
                “Selamat selama, akan lebih menyenangkan jika sudah menikah Gale.”
                “Mentang-mentang kau sudah menikah, Kyle.” Mark menyenggol bahu Kyle.
                “Aku bicara fakta dan pengalaman yang aku alami, Mark.”
                “Lalu kapan kalian berdua akan menikah?”
                “Dua minggu, Sya.”
                “Dua minggu lagi?Wah, sebentar lagi dong itu.Berarti aku akan tinggal sendiri di apartemen.”
                “Kau bisa pindah ke rumah pantai, sayang.”
                “Benar kata Mark, Sya. Kau pindah ke sana saja, dari pada tinggal sendirian di apartemen. Nanti aku dan Lila pasti akan mengunjungimu kok.”
                “Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai makan. Sambil merayakan pertunangannya Dhea dan Gale.Mari bersulang.” Aku menganggat gelasku yang berisi jus, sedangkan yang lain berisi wine yang sangat menggoda.
               
Kami semua mengangkat gelas dan bersulang, lalu kami mulai menikmati makanan yang sudah kami buat bersama-sama tadi.Benar-benar hari yang sangat menyenangkan sekali bisa berkumpul bersama seperti ini. Aku harus rutin mengadakan acara seperti ini agar hubungan kami semua tetap dan tidak berubah meskipun nanti kami akan hidup masing-masing dengan pasangan kami.
               
Acara setelah makan adalah mencuci piring untuk para wanita sedangkan para pria masih mengobrol di halaman belakang. Aku, Dhea dan Asya lebih memilih untuk membersikan peralatan makan daripada harus mendengarkan para pria yang sedang mengobrol, lagi pula udaranya sudah mulai dingin dan Kyle tidak akan mengizinkanku untuk bergabung bersama mereka.  Setelah selesai kami bertiga bergegas menuju ke ruang TV.
               
“Lila, bagaimana keadaan kandunganmu?”
                “Baik-baik saja, Dhee.Kyle senang sekali menciumi perutku dan mengajak bayinya berkomunikasi.”
                “Bayinya laki-laki atau perempuan, La?”
                “Belum tahu, Sya.Belum dua bulan jadi belum bisa dilihat jenis kelaminnya, tapi seminggu lagi udah bisa kok.”
                “Gk kerasa ya, uah mau dua bulan lagi.”
                “Iya Dhee, sebentar lagi perut aku akan membesar. Kyle ingin anaknya ini laki-laki, katanya biar dia mempunyai teman.”
                “Bagaimana kalau kita mengadakan pesta barbeque lagi nanti.Tiga hari sebelum aku dan Gale menikah.”
                “Ide bagus Dhee, di mana kita akan melakukannya?Tidak mungkin di apartemen kita, kan.”
                “Tentu saja tidak, Sya.Kita akan mengnadakannya di rumah Gale saja.”
                “Ide bagus Dhee.Aku pasti akan ikut acara itu.”
                “Dengan aku puny ide…”                             
                “Ide apa Dhee?” tanya Asya dan aku.
                “Bagaimana kalau kita kerjai Gale, Mark dan Kyle?”
                “Mengerjai mereka bertiga?Aku setuju tapi bagaimana caranya?”
                “Kemari-kemari aku akan memberi tahukan rencanaku pada kalian berdua.”Lalu aku dan Asya mendekat lalu Dhea membisikan rencananya pada kami berdua, “Bagaimana?”
                “Aku setuju sekali, Dhee.Kita buat mereka bertiga menderita.”
                “Ayo, mumpung perut aku masih rata. Hahaha…”
                “Baiklah kita akan membahasnya lagi nanti, jika kita masih membahas rencana malam ini cukup berbahaya.Bisa-bisa mereka mendengar rencana kita ini.”
                “Jangan sampai mereka tahu, akan hancur nanti semua rencana kita.”
                Dan kami bertiga langsung tertawa lepas setelah membicarakan ide gila yang dii cetuskan oleh Dhea itu.Bertukar pikiran seperti ini sangat menyenangkan sekali, apalagi semenjak kami memiliki kekasih kami jarang mengobrol atau berkumpul seperti ini.

                “Sudah malam sebaiknya kita tidur.”Tiba-tiba Kyle masuk bersama Gale dan Mark.
                “Lila, bolehkah aku tidur di pavilion dekat danau saja.Sepertinya di sana sangat menyenangkan.”
                “Tentu saja Dhee, kuncinya ada di di kotak khusus kunci yang berada di dekat kulkas, kau bisa ambil saja sendiri.”
                “Umm… Lila, aku dan Mark tidur mana?”
                “Terserah kalian mau tidur di mana.Di atas ada tiga buah kamar tamu, pilh saja kamar yang kalian suka.Kamar aku dan Kyle ada di ujung lorong sana.”
                “Ya sudah kalau begitu aku dan Lila duluan, ya.Selamat malam semuanya.”Kyle menggandengku untuk pergi ke kamar.

***
                Sepulang dari rumah Lila aku dan Gale mulai siap untuk menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan kami nanti. Rencananya kami akan menikah di sebuah kastil yang berada di kota Florance Italia. Orang-orang kepercayaan Gale yang mengurus di sana.

                Menyiapkan pernikahan itu ternyata sangat meelahkan sekali.Aku benar-benar pusing dan sangat lelah sekali, untung saja Gale dan kedua sahabatku selalu setia mendukung dan membantuku. Jadi aku bisa mengatasi rasa stress yang aku alami. Dan tiga hari sebelum keberangkatan kami ke Florance aku, Asya dan Lila mulai menjalankan rencana kami itu.Sehari sebelumnya aku, Asya dan Lila pergi berbelanja bersama, kami membeli sebuah bikini baru yang sangat seksi dan sangat menggoda seklai. Kami sangat yakin sekali jika mereka bertiga melihat kami mengenakan bikini ini mata mereka bertika akan melompat keluar.

                Ketika aku, Asya dan Lila sedang sibuk di dapur, Gale, Mark dan Kyle sedang menyiapkan alat-alat untuk barbeque dekat kolam di halaman belakang.Mereka menyiapkan itu sebelum aku menyuruh, mungkin mereka takut di marahi lagi oleh Lila seperti waktu itu.

                Tiba-tiba Lila berbisik padaku, “Dhee, kita mulai sekarang. Sebaiknya kau suruh mereka bertiga untuk mengambilkan beberapa wine di gudang.”
                “Baiklah, kau dan Asya tunggu sebentar di sini.Aku akan menemui mereka dulu.”
                Aku pergi menuju ke halaman belakang untuk menyuruh mereka bertiga pergi ke gudang penyimpanan anggur.
                “Hai…” sapaku pada mereka bertiga.
                “Hai Angel, ada apa?”
                “Aku minta tolong pada kalian bertiga bisa tidak?”
                “Kau membutuhkan pertolongan kami bertiga?” tanya Kyle.
                “Benar, bisakah kalian menganbilkan beberapa botol anggur di gudang penyimpanan anggur.”
                “Kalau kami bertiga yang kesana siapa yang akan menyelesaikan di sini?”
                “Biar aku dan Asya saja, Mark.Tinggal menyalakan pemanggangnya saja, kan.”
                “Baiklah Angle, kalau begitu kami bertiga pergi dulu ke gudang. Ayo.” Ajak Gale kepada Mark dan Kyle.

                Setelah mereka bertiga masuk kedalam, aku mengendap-endap ke sana lalu menutup pintu dan mengunci mereka bertiga di dalam sana. Dan beberapa menit kemudian aku mendengar teriakan Gale dari dalam gudang.

                “Maaf ya, untuk hari ini kalian bertiga diam dulu di dalam sana. Tenang saja kami bertiga sudah menyiapkan makanan dan minuman di dalam sana.”
                “Mengapa kau mengunci kami bertiga disini?Apa yang kalian rencanakan?”
                “Tenang saja Kyle, Lila akan baik-baik saja.Kami tidak akan melakukan hal-hal yang membahayan.”
                “Ada apa dengan kalian bertiga.”
                “Tidak apa-apa Mark, kami hanya ingin sedikit mengerjai kalian bertiga saja.Karena kami ingin melakukan sesuatu.”
                “Angel, cepat keluarkan kami bertiga dari disini.”
                “Maafkan aku, sayang.Aku tidak bisa membuka pintunya, kalian bisa menonton kami melalui jendela ini. Sudah ya, aku mau bersiap-siap dulu bersama Asya dan Lila, bye….”
               
Aku meninggalkan mereka sambil tertawa lepas dan bergegas masuk ke dalam karena Asya dan Lila sudah mengungguku di sana.
                “Bagaimana Dhee? Apakah mereka bertiga sudah masuk kedalam perangkap?”

2 komentar:

  1. Haahhh.. menikahh??
    selamat dhee, selamat..

    rencana apa yaa??
    bener mau ngerjain nih??
    gak bakal kena kerjain balik??

    bikini seksinya bikin heboh nnti.
    histeris tuh mereka :D

    Thx kakak :*

    BalasHapus
  2. aaahhh....akhirnya dipublish juga. Chapter terlama nunggunya smp setahun br publish :D

    Ngakak giling2 bacanya...
    apalg pas cwok2 dikurung di gudang hahaaha...heboh bgt :D

    Bikini seksi pst bikin mrk tmbh heboh...wkwkwk

    :*


    BalasHapus