Chapter 36
“Sudah Sya,
mereka bertiga sedang marah-marah karena
di kunci di dalam gudang. Kalian berdua pasti akan tertawa jika melihat
wajah mereka yang kesal.”
“Rencana
pertama kita berjalan lancer, sekarang kita tinggal menjalankan langkah kedua.”
“Kau benar La,
ayo kita mengganti pakaian kita dengan memakai bikini.”
“Dhee,
bagaimana kalau setelah memakai bikininya kita memakai pakaian kita lagi.”
“Kenapa La?”
“Begini Sya,
nanti kita keluar lalu setelah berada di sana kita mulai melepaskan pakaian
kita satu persatu secara perlahan-lahan. Pasti mereka bertiga akan berteriak
histeris jika melihat kita seperti itu.”
“Ide yang
sangat bagus sekali Lila, sepertinya kau semakin pandai menggoda, ya.”
“Karena aku
sangat senang sekali menggoda Kyle, Dhee. Hahaha…”
“Ayo kita ganti
sekarang, jangan buang-buang waktu lagi.”
Kami bertiga
segera masuk kedalam kamar mandi yang letaknya tidak terlalu jauh dari
situ.Kami segera memakai bikini milik kami masing-masing dan setelah itu kami
memakai pakaian kami lagi.Setelah selesai kami pergi ke halaman belakang sambil
memegang gelas berisi wine, jus untuk Lila.Bisa-bisa Kyle membunuhku jika aku
membiarkan Lila meminum wine.
***
Entah apa yang
sedang di rencanakan oleh Dhea, Asya dan Lila saat ini, karena mereka bertiga
mengurung kami di dalam gudang penyimpanan anggur seperti ini.
“Sebenarnya apa
yang sedang mereka bertiga rencanakan dan akan mereka lakukan?”
“Aku tidak
tahu, Kyle.Dhea tidak menceritakan apa-apa padaku.”
“Begitupun
dengan Asya, biasanya dia selalu bercerita padaku.Tapi beberapa hari ini dia
memang terlihat agak aneh.”
“Lihat, mereka
bertiga muncul dan duduk di kursi.” Seru Kyle.
Kami bertiga
langsung memperhatikan para gadis kami bertiga.Mereka tidak melakukan hal-hal
yang mencurigakan tapi mengapa mereka malah mengunci kami bertiga disini?
“Apa… Apa yang
akan mereka bertiga lakukan?” pekik Kyle, karena Lila terlihat sedang membuka
kancing kemeja yang di pakainya, begitu juga dengan Dhea dan Asya.
“Ladies… What are you doing?” teriak kami
bertiga.
“Kyle, Mark…
Tutup mata kalian jangan melihat tubuh calon istriku.”Ucap Gale sambil menutupi
mata Kyle dan Mark dengan tangannya.
“Kau juga,
jangan melihat istriku yang sedang membuka pakaiannya.”
“Kalian berdua
juga jangan melihat tunanganku.”
Keadaan di
dalam gudang menjadi ricuh, karena para gadis kami sedang melucuti pakaian
mereka dengan sangat seksi dan menggoda sekali.Membuat kami yang sedang
terkurung di dalam gudang ini semakin menggila.
“Ya Tuhan,
mereka memakai bikini yang sangat seksi sekali.”
“Gale, ayo kita
dobrak pintu ini.Aku ingin segera keluar dan bergabung dengan istriku.”
“Bukan kau
saja, Kyle.Kami berdua juga ingin segera keluar dari sini.”
“Gale apakah
tidak ada sebuah pintu rahasia disini?”
“Kau
mengingatkanku sesuatu Mark.Ada sebuah pintu lagi disini, semoga saja Dhea
tidak mengetahuinya.Ayo ikuti aku.”
Kami bertiga
berjalan ke pojok ruangan, ternyata di sana ada sebuah pintu yang berwarna sama
dengan cat tembok di dalam gudang. Gale langsung membukanya dan ternyata pintu
itu tidak terkunci, kami bertiga langsung keluar dari dalam gudang sambil
mengendap-endap agar para gadis kami tidak mengetahui jika kami sudah berhasil
lolos.
***
“Kenapa
sekarang mereka tidak terdengar bersuara lagi, ya?”
“Sepertinya
mereka sudah menyerah, paling mereka sedang mengobrol sambil makan-makan
didalam Sya.”
“Kita
keterlaluan tidak?”
“Menurutku
tidak begitu, La. Lagipula tidak setiap hari kita mengerjai mereka seperti
ini.”
Ketika kai
sedang asyik mengobrol tiba-tiba ada yang menyergap kami di belakang.Tentu saja
kami berteriak secara spontan karena terkejut.
“Ba-bagaimana
kalian bias keluar dari dalam sana?”
“Jangan
bermain-main dengan kami, Angel.”Gale menggendongku.
“Mark, kau mau
apa menggendongkun juga?”
“Menghukummu,
sayang?”
“Apakah kau
juga akan menghukumku, Kyle?”
“Tidak,
sayang.Aku tidak akan menghukummu, tapi aku mohon pakailah jubbah ini.”
Dan dalam
hitungan ketiga Gale dan Mark langsung menceburkan aku dan Asya kedalam
kolam.Lalu mereka berdua langsung melepas pakaian mereka hingga boxer saja yang
tersisa.Sedangkan Lila dan Kyle tertawa melihat kami berempat di dalam kolam.
“Kyle, mengapa
kau tidak menghukum Lila?”
“Tidak Dhee,
Lila sedang mengandung jadi anakku mana mungkin aku melempar istriku ke dalam
kolam. Lagipula Lila akan mendapatkan hukumannya nanti malam.”
“Apa maksud
ucapanmu, Kyle?”
“Kau akan tahu
nanti malam, sayang.”
Setelah puas
bermain air akhirnya kami memutuskan untuk naik, mandi dan berpakaian.Lalu kami
segera memulai acara barbeque kami. Acara berlangsung sampai malam, karena
besok kami semua akan berangkat ke Italia jadi kami memutuskan untuk tidur
lebih awal. Saat di kamar Gale bermaksud untuk “menghukum”ku tapi sebelum dia
menjalankan rencananya aku duluan yang sudah mengehukumnya.
“Tidak Gale,
aku sedang tidak ingin bercinta denganmu mala mini.”
“Mengapa kau
tidak mau, Angel?”
“Aku sangat
lelah sekali Gale.Lagipula aku tak ingin bercinta lagi denganmu sampai kita
resmi menikah.”
“Kau ingin
menyiksaku Angel?”
“Tidak Gale,
bukan seperti itu.”
“Lalu apa,
Angel?”
“Aku sedang
tidak ingin saja.Sudahlah, aku mau tidur, besok kita harus bangun pagi-pagi
sekali.Aku tidak ingin terlambat Gale.”Aku menarik selimut, “Selamat malam,
saying.”Aku memunggunginya.
Aku
mendengarnya menarik nafas dengan berat sekali, sepertinya ia sangat kecewa
sekali. Maafkan aku Gale, aku harap kau bisa bertahan sampai kita resmi menikah
nanti.Aku yakin kau bisa menahannya sampai hari itu tiba.Lalu aku memejamkan
mataku dan terlelap.
Keesokan
harinya kami semua sudah bangun dan sudah sarapan.Saat ini kami berenam sedang
dalam perjalanan menuju ke bandara. Kami akan berangkat ke Italia menggunakan
jet pribadi milik Gale, sedangkan Mama dan Papa serta kedua orangtuanya Gale
sudah berada di Florance sejak kemarin.
Dan ketika
sudah berada di dalam pesawat kami langsung duduk di kursi masing-masing.
“Sepertinya
kita honeymoon lagi, saying.”
“Berisik, Kyle.
Aku mau tidur.”
“Ini kali kedua
kalian mengunjungi Italia, bukan?”
“Ya, ini kali
kedua aku dan Lila dating berkunjung ke Italia. Gale dan Dhea memberikan kado
pernikahan liburan di Venice selama satu minggu untuk kami berdua.”
“Sepertinya
yang tersisa di apartemen hanya aku seorang.”
“Aku akan
selalu mengunjungimu di apartemen, Sya.”
“Iya Dhee, aku
tahu bahwa kau dan Lila pasti akan selalu mengunjungiku di apartemen, tapi
tetap saja…”
“Aku akan
menemanimu, sayang.Jangan jangan kau tidak menganggapku ada.”
“Tidak,
maksudku bukan seperti itu Mark.”
“Kalau begitu
kau tinggal bersamaku di rumah pantai, kalau kau mau di apartemen juga tidak
apa-apa.Yang jelas aku akan selalu ada di sampingmu.”
hebohh tu cowok-cowok gara-gara bikini :D
BalasHapusyang beruntung Lila tuh gak diceburin.
Dhee gak dihukum. Asya tuh dihukum yaa. ckckckk
Ke Florence??
Kyle berasa honeymoon lagi ya :D
kata-kata Mark tu so sweet "Yang jelas aku akan selalu ada di sampingmu.” #peluk Mark kenceng2 :*
Next Chapter ya kakak. gak sabar mau ke Weddingnya Gale sm Dhee.
:* :*
akhirnya bikini benar2 bikin heboh wkwkwk...
BalasHapusWhoaaa...Dhee kurang teliti, tnyata ada pintu rahasia di gdg...ckckck
gara2 ide gila Dhee, kasian Lila sama Asya jd dihukum sm Kyle n Mark :Dv
Cuma Dhee yg sukses ngehukum Gale
hehehe
Ga sbr nunggu next chapter sist :*
sukses!!