Rabu, 30 Januari 2013

CHAPTER 38


Chapter 38

Seminggu setelah pernikahan Dhee dan Gale, aku merasa sangat kesepian diapartemen ini. Padahal aku baru menginap disini sendiri malam ini. Sebelumnya aku kerumah pantai dengan Mark. Tapi akhirnya aku ingin kembali keapartemenku dan kedua sahabatku. Aku merindukan suasana apartemen, aku rindu saat kami bertiga bercanda bersama, keluar malam bersama. Tapi saat aku membuka pintu ternyata tidak ada penghuninya lagi selain aku. Dhee belum kembali dari honeymoonnya dengan Gale sedangkan Lila sudah lama pindah sejak dia menikah dengan Kyle. Ya Tuhan ternyata ini rasanya sendiri, Aku menghempaskan tubuhku kesofa.

            Aku menghela nafas panjang, ternyata aku benar-benar kehilangan saat-saat bersama mereka disini, tak terasa air mataku jatuh.
“Sayang.. mau dibawa kemana koper ini.” suara Mark menginterupsi lamunanku. Cepat-cepat kuhapus airmataku. Aku tidak ingin Mark melihatku menangis.
“ehh, dikamar sayang..” Jawabku.
Mark berhenti berjalan, menatapku lama. “Sayang kau kenapa?? Kau sakit??””
Aku menggelengkan kepalaku “tidak aku baik-baik saja”
Dia mendekatiku, menyentuh pundakku. “ kau menangis, Asya. Ada apa??” tanya
“aku tidak apa-apa. Aku kedapur dulu ya. Akan kuambilkan kau minum..”

Lalu kutinggalkan Mark yang bingung menatapku. Aku mengambilkan Mark minum dari kulkas dan kembali duduk disofa sambil menyalakan televisi.
“kau kenapa sayang?? Kenapa wajahmu terlihat sedih?? Apa aku melakukan kesalahan??” Mark duduk mendekatiku.
Aku menggeleng “tidak, kau tidak salah sayang. Aku hanya merindukan kedua sahabatku. Aku merindukan saat-saat bersama mereka. Aku kesepian tanpa mereka...” air mataku mulai jatuh lagi.
Mark menghapus air mataku yang jatuh “ sayang kenapa kau bersedih?? Kalian kan masih bisa saling bertemu. Lagipula kau bisa tinggal bersamaku sayang, kau takkan pernah sendiri” Mark membelai wajahku. Lalu aku langsung menyandarkan kepalaku dipundaknya.
“berhentilah menangis sayang, aku akan selalu ada untukmu. Jika kau mau, aku akan menemanimu dimana saja” Mark mencium keningku sambil membelai rambutku.
“terima kasih Mark,. Tapi aku ingin disini untuk beberapa hari kedepan. Entah kenapa aku sangat ingin disini”
“baiklah, aku akan menemanimu sayang”

Malam itu setelah aku membersihkan apartemenku, karena sudah hampir dua minggu kami tinggalkan Aku dan Mark menghabiskan waktu berdua bersama dengan menonton beberapa film. Entah sampai jam berapa kami menonton. Mataku tak sengaja terlelap dan baru terbangun saat Mark menepuk pipiku.
“Sayang, sebaiknya kita tidur dikamar saja. Sepertinya kau tidak nyaman tidur disini.”
Aku masih mengumpulkan kesadaranku saat Mark membangunkanku. Aku tertidur dipangkuan Mark. Aku mengusap-usap mataku.
“Ayolah Asya.. “
Lalu aku pun mengangguk, pelan-pelan aku duduk dan menyandarkan tubuhku padanya.
“Aku malas jika harus berjalan Mark.”
Lalu aku mengantungkan tanganku keleher Mark. Dengan tersenyum Mark mengangkat tubuhku sambil mencium bibirku.
“Kau, manja sekali yaa??”
“tidak apa-apa kan??” aku tersenyum.
Mark menggeleng lalu mencium bibirku lagi sambil berjalan kekamar, setelah sampai dia langsung duduk diatas ranjangku dan membaringkanku disana.
“terima kasih sayang..” kataku sambil memejamkan mataku lagi.
Setelah itu Mark berdiri, kudengar dia membuka celana jeans dan baju kemejanya. Dan berbaring disampingku sambil memelukku.
“Sayang..” panggilnya sambil membelai wajahku.
“ehhmm.. Nite, Sayang. “ jawabku sambil tetap memejamkan mataku dan  menarik selimut hingga menutupi setengah dari tubuhku.

Kudengar nafasnya memburu setelah itu Mark menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya lalu dia menciumi bahuku. Sedangkan aku tetap memejamkan mataku. Mataku benar-benar mengantuk dan lelah sekali, ditambah lagi dengan udara yang cukup dingin.

***
Keesokan harinya aku terbangun saat sinar matahari sudah menyusup masuk dari cela-cela jendela kamarku, kubukakan mataku, kulihat Mark sudah tidak ada disampingku. Kulirik jam yang ada dimejaku. Sudah jam 7, aku baru ingat kalau aku ada kuliah jam 8. Astaga aku bisa terlambat datang kekampus. Cepat-cepat aku langsung membereskan tempat tidurku. Setelah itu aku langsung masuk kekamar mandi. Saat aku didalam kamar mandi kulihat Mark baru selesai mandi.
“kau tidak membangunkanku Mark. Aku ada kuliah jam 8 ini.” aku mnggerutu kesal.
“aku fikir kau tidak ada kuliah, habisnya kau sangat nyenyak sekali tidur tadi malam. Bahkan aku pun tidak kau hiraukan.”
“sudah Mark, aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku tidak ingin terlambat kekampus hari ini.” lalu aku membuka seluruh pakaianku dan Mark langsung keluar dari kamar mandi.

            Selesai mandi dan berpakaian, aku langsung keluar dari kamar sambil membawa beberapa buku dan mengambil sepatu.
“aku pergi sekarang.” Kutinggalkan Mark yang sedang duduk disofa depan.
“Asya...” dia setengah berteriak padaku.
“aku akan terlambat Mark”
“kau tidak menganggapku ada?? Aku menunggumu Asya”
Langkah ku terhenti, menatapnya. Teganya aku meninggalkannya yang dari tadi menungguku.
“ya sudah. Ayo pergi sekarang Mark. Aku hampir terlambat..”
“Tidak, sebelum kau sarapan Asya..”
Aku tersenyum kecut mendengar ucapannya. Sungguh menjengkelkanku kau hari ini Mark. Aku menghela nafas panjang.
“aku tidak punya waktu untuk itu Mark. Kau jangan membuatku badmood hari ini” gerutuku.
“Asya, aku tidak ingin kau sakit..” lalu dia mengambil segelas susu dan memberikannya padaku.
Aku mengambilnya dari Mark “ hanya untuk ini, tidak yang lain” lalu aku meminum susu itu dan meletakkannya kemeja lagi.
“Jika kau belum mau pergi, aku duluan..” aku keluar dari dari apartemenku.

Mark menyusulku dan akhirnya kami berangkat bersama. Di mobil, beberapa saat kami saling diam. Mark menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena dia tahu kalau aku hampir terlambat. Tak lama kemudian dia mulai bicara..
“Maafkan aku, sayang..” tadi aku sudah membentakmu.
“Sudahlah, aku tidak ingin membahas apapun yang bisa merusak moodku”
“Asya.. kau masih marah” dia mengambil tanganku dan menciumnya.
“tidak..” jawabku pendek.
Belum banyak aku dan Mark mengobrol. Kami sudah sampai dihalaman kampusku. Mark yang tadi ingin mengatakan sesuatu terhenti.
“ aku harus masuk sekarang Mark, terima kasih..” aku langsung membalikkan tubuhku ingin turun.
“Asyaa..” dia memanggilku
Aku menoleh lalu mendekatkan wajahku kewajahnya. Dia mencium keningku sekilas. “Maaf kan sikapku padamu yaa”
Aku mengangguk “ maafkan aku Mark..” kataku sambil melepaskan pelukkannya.
“telepon aku saat akan pulang, aku ada digaleri hari ini” katanya

Aku mengangguk dan buru-buru masuk kedalam ruanganku. Saat aku masuk, aku lega sekali karena perkuliahan belum dimulai. Namun belum lama aku sampai, dosennya datang dan kami belajar seperti biasa.
Tepat pukul 12 aku keluar dari kelas, saat aku melihat ponselku kulihat ada pesan singkat darinya 
Asya sayang, maafkan aku ya, siang ini aku tidak bisa menjemputmu. Ada klien yang harus aku temui. Kau pulang sendiri ya. Jangan lupa makan siang.. I LOVE You..
Dan akhirnya aku membalas pesan singkatnya untukku.
“Iya, tidak masalah aku bisa pulang naik taksi.. dan aku takkan melupakannya, kau juga syg. I love you too :*

Lalu aku pergi kekantin untuk makan siang. Aku merasa sangat lapar hari ini. Saat aku berada dikantin aku langsung memesan makananku. Selama menunggu pesananku, aku menelpon Lila rencananya aku ingin sekali kesana. Dari pada aku merasa kesepian. Aku sudah menelponnya, namun tidak diangkat, setelah beberapa kali barulah, Lila menerimanya.

“iya La?? Kau dimana?? Aku sangat merindukanmu sekarang.. kau sedang pergi?? Baiklah, kalau begitu nanti malam saja aku datang..

Aku menutup teleponnya berbarengan dengan pesanan makananku yang datang. Lalu aku langsung makan, setelah makan aku akan pulang saja keapartemen. Aku akan mengerjakan beberapa tugasku, barulah nanti malam aku akan kerumah Lila. Mungkin aku kan menginap disana, karena Kyle akan pergi malam ini..

Selesai makan dan membayarnya aku langsung pergi meninggalkan kantin. Saat aku berjalan keluar, tiba-tiba saja seseorang menabrakku hingga tubuhku terhempas kedinding. Sambil mengusap bahuku aku melirik seseorang yang menatapku. Dia seorang laki-laki betubuh tinggi, dari wajahnya kulihat dia sepertinya orang Asia.
“Maafkan aku nona, aku buru-buru.. apa kau terluka??” Dia memegang pundakku dan mengusapnya.
“aku harap kau lebih berhati-hati lain kali”
“Maaf aku sudah hampir terlambat. Ohh ya, kau mahasiswa disini??” tanyanya
Aku mengangguk “kenapa??”
“Aku ingin menemui dosen ini, tapi aku tidak tau. Aku baru saja sampai dari Filipina dan dosenku menyuruhku untuk menemui dosen ini” katanya sambil memperlihatkan sebuah kartu nama kepadaku.

Lalu aku melihatnya, dan begitu kulihat ternyata nama yang tertera itu adalah nama dosen pembimbingku. Aku mengangguk-ngangguk melihatnya.
“apa kau mengenalnya??”
“dia dosen pembimbingku, sekarang dia sedang mengajar dikelas adik tingkatku. Baiklah akan kau antar kau kesana..” lalu aku berjalan, dan dia mengikutiku,
“hmm, namaku Christian. “ dia menjulurkan tangannya.
Aku langsung menoleh kearahnya dan menyambut tangannya “aku Natasya dari Indonesia” jawabku
“kau dari Indonesia?? Senang bertemu denganmu“
Aku tersenyum, “aku sudah 3 tahun disini, ini tahun terakhirku dsini. “ jawabku
“aku sedang melakukan tugas akhirku, tapi aku butuh beberapa informasi, dan dosen pembimbingku menyuruhku untuk menemui dosenmu, ada berapa banyak orang Indonesia disini”
“lumayan juga, dikelasku ada  2 orang lagi, mereka sahabatku. Tapi saat ini mereka sedang cuti. Oh Iya, ini ruangan Prof Alexander dan dia sedang mengajar dikelas yang  ada di sana” kataku sambil menunjukkan kearah salah satu ruang kelas.
“terima kasih kau telah membantuku Natasya. Dan maaf juga tdi aku sempat menabrakmu”
“tidak apa-apa Christ, bukan masalah. Oh Iya aku duluan ya. Kau bisa langsung masuk saja nanti. dia orang yang sangat ramah”
Dia mengangguk mengerti mendengar penjelasanku dan aku langsung pergi meninggalkannya.

***
Sesampainya aku diapartemen aku langsung istirahat sebentar dan mengerjakan tugas-tugasku. Ntah berapa lama ku berkutat dengan buku-buku referensi. Akhirnya semuanya sudah selesai dan aku langsung membereskannya lagi keatas meja belajarku. Ku dengan ponselku berbunyi, begitu kulihat Lila yang menelponku dan aku langsung menerimanya...

Halo la, aku diapartemen sekarang. Baru selesai mengerjakan tugasku. Iya, aku memang berniat menginap dirumah mu malam ini. kau tau aku semalam kesepian disini. Iya sudah aku akan segera kesana”
Lalu akupun menutup telponnnya dan bergegas membereskan keperluanku untuk pergi kerumah Lila. Tepat pukul 4 aku mengeluarkan mobilku yang sudah lama sekali tidak kupakai. Aku pun pergi kerumah Lila.

Sesampainya dirumah Lila kau langsung memarkir mobilku didepan garasi rumah Lila, dan keluar mobil dan masuk kerumah kerumah Lila, aku langsung berteriak memanggilnya..
“Lilaaa....”
“hey, kau kenapa Sya, “ Lila keluar dari kamarnya dengan wajah terkejut memandangku
Aku tersenyum “ tidak apa-apa, aku hanya terlalu merindukanmu” aku langsung memeluknya erat.
“kau baik-baik saja kan??’ lila melepaskan pelukannya dan menyentuh keningku
“aku baik-baik saja La, kau tahu semalam aku menangis saat aku datang keapartemen tanpa kau dan Dhee disana??” aku cemberut sambil kami berjalan kesofa yang ada didekat ruang keluarga rumah Lila, dan kemudian kami duduk.
“Asya, aku kan sudah bilang kau bisa menginap disini, kapanpun kau mau..” Lila menepuk bahuku
“Aku tidak apa-apa La, semalam hanya terbawa emosi saja. Aku belum terbiasa hidup sendiri tanpa kalian. Oh ya, Kyle mana?? Dia sudah pergi??”
“Dia ada meeting sebelum berangkat. Makanya dia pergi dari jam 4 tadi. Tadinya kau ingin ikut mengantarnya tapi dia melarangku, karena supirku sedang tidak ada “
“bagaimana dengan kandunganmu?? Bayi nya baik-baik saja kan??” aku mengamati tubuh Lila yang sekarang semakin berisi, dan perutnya semakin terlihat membesar.
“Iya Sya, bayi ku baik-baik saja. Aku sudah memeriksa jenis kelaminnya. Dan kau tahu, bayiku ini laki-laki. Dan Kyle sangat senang sekali” wajah Lila terlihat sangat bahagia saat menceritakan tentang keluarha kecilnya.
“ selamat La, berarti yang akan lahir nanti Kyle Jr yaa?? Aku sudah tidak sabar ingin bermain bersamanya. Pasti dia sangat lucu”
“Iya Sya, tapi kan ini masih lama, kandunganku baru berumur 10 minggu.”

Aku tertawa mendengar ucapan Lila, iya ya kandungan Lila kan baru 10 minggu masih lama sekali menunggu Kyle Jr lahir. Lalu kami berdua mengobrol bersama tentang kuliahku, tentang Lila yang mulai bekerja diperusahaan papa nya. Dan akupun menceritakan tentang tugasku untuk menemani Christian selama disini, tadi dosenku menelponku saat aku sedang dijalan menuju kesini, dia menyuruhku untuk menemani Christian selama ada di sini. Dan saat tahu tentang itu Lila malah menggodaku..


2 komentar:

  1. Asya nangis gara2 kangen sama dhee sama lila :‘(
    Peluk2

    Waduh mark di bentak bentak sama asya...
    kasian bgt ya mark udh mupeng bgt tapi di cuekin sama asya, sabar mark...

    christian sang penggoda muncul dan sepertinya percikan2 cinta terlarang antara asya dan christian mulai muncul >อบ<

    Mark juga nyebelin deh mendadak sibuk katanya mau menemani asya dimnapun dan kapanpun tapi mana buktinya?

    Tuh Asya malah kabur ke rumahnya lila.



    next chapter sist :*

    BalasHapus
  2. huuaaaa…kangen Lila Asya sm apartemen juga :'(
    *pulang pulang aah

    Mark hati2 itu Asya lirik2 cwok Asia
    cepet iket Asyanya biar ga kabur

    :Dv

    next gimana nih lnjut sm Xtian apa Mark ya??
    hmmm
    *mikir keras

    lanjut2 sist :*

    BalasHapus