Jumat, 01 Februari 2013

Chapter 39

Chapter 39

Hari ini aku sudah ada dikampus sejak pukul 8, padahal aku baru ada kuliah jam 10 nanti. Tapi karena tugas yang diberikan Prof. Alex untukku, makanya aku harus datang lebih pagi. Saat datang aku langsung keruangan Prof. Alex,  kulihat disana sudah ada Christian dan Prof. Alex yang sedang mengobrol. 
"Selamat pagi Prof,. maaf aku datang terlambat. " 
"Tidak apa-apa Natasya, silakan duduk.." dia mempersilakanku duduk.

Lalu aku duduk disebelah Christian. Kemudian Prof Alex menjelaskan apa yang harus aku lakukan untuk membantu Christian selama ada di sini. Aku ditugaskan untuk menemaninya kebeberapa tempat untuk mengambil beberapa data dari sana. Setelah Prof Alex menjelaskan semuanya aku dan Christian diperbolehkan keluar dan memulai pekerjaan kami. Saat keluar dari ruangan Prof. Alex aku langsung pergi kekelasku  sedangkan Christian menungguku di perpustakaan kampus, dan kami akan bertemu lagi saat jam makan siang. 

Tak terasa, kuliahku sudah selesai. Begitu keluar dari kelas aku langsung menemui Christian diperpustakaan, kulihat dia tampak sedang konsentrasi membaca sebuah buku..
 "Selamat siang Christ, maaf aku baru datang kuliahku baru saja selesai." 
 "Tidak masalah Natasya, kau duduk saja dulu mungkin kau perlu istirahat sebelum kita mulai" 
 Lalu aku duduk berhadapan dengan Christian, sedangkan dia menutup bukunya dan meletakkannya lagi diatas meja dan melirik jam tangannya. 
 "Kau pasti belum makan siang kan?? Kita makan siang saja dulu setelah itu kita mulai pergi" 
Aku mengangguk "baiklah Christ.."
"Natasya kau bisa memanggilku Tian, itu terdengar lebih akrab. Keluargaku memanggilku dengan panggilan itu"
"Baiklah Tian,.." aku menyebut namanya pelan.
Dia tersenyum saat aku menyebut namanya pelan. "Kau lucu Natasya. Ayo kita pergi sekarang. Ternyata menunggu itu membuatku lapar juga ya" 

Lalu aku dan Christian beranjak dari sana dan menuju kekantin. Setelah sampai di kantin kami langsung memesan makanan, saat sedang menunggu pesanan kami Christian pergi ketoilet. Saat aku sedang menunggu Mark menelponku, dia memang biasa menelponku disaat jam makan siang seperti ini. Dia selalu mengingatkanku untuk makan teratur, walaupun dia sedang marah denganku sekalipun. Sekarang aku sedang berdebat dengan Mark ditelpon, dia sedang mempermasalahkan aku yang membawa mobil sendiri kekampus hari ini,. Terkadang aku membenci sikap Mark yang selalu berlebihan, dia tidak pernah mengizinkanku untuk menyetir mobil sendiri. Itulah sebabnya sejak aku berpacaran dengannya aku jarang bepergian sendiri.

Saat aku sedang berdebat dengan Mark, Christian kembali dari toiletnya aku langsung menyuruh Mark untuk mematikan telponnya. Aku tidak mungkin tetap berdebat dengan Mark didepan Christian. Kudengar Mark menggerutu kesal saat aku memintanya untuk mematikan telponnya. Setelah kumatikan, aku memasukkan kembali ponselku kedalam tas. 
 "Maaf menunggu lama.." katanya sambil tersenyum   
 "Tidak apa-apa Tian,. " aku tersenyum sambil mengambil minumanku yang baru saja dibawakan oleh seorang pelayan kantin. 
  "Kulihat kau tadi sedang serius menelpon. Maaf, apa sedang ada masalah??" dia mengerutkan dahinya saat bertanya padaku.
Rupanya Christian memperhatikanku saat aku dan Mark sedang berdebat ditelpon tadi. "Ohh, masalah biasa, hanya terjadi sedikit kesalahpahaman. Sebaiknya kita makan saja ya, aku mulai merasa lapar.." aku mengalihkan pembicaraan sebelum dia bertanya tentang perdebatanku ditelpon dengan Mark.

Lalu aku dan Christian langsung menyantap makanan yang sudah kami pesan. Saat sedang makan beberapa kali aku tak sengaja melihat Christian sedang memperhatikanku, saat tertangkap sedang melihatku dia langsung mengalihkan pandangannya

 ***

Beberapa minggu  Christian disini membuatku ikut sibuk, bagaimana tidak aktivitasku bertambah selain kuliah aku juga harus menemani Christian mencari data yang harus dia kumpulkan. Bahkan yang biasanya aku mempunyai 3 hari waktu libur karena tidak ada jadwal kuliah tidak berlaku saat ini, waktu liburku hanyalah hari minggu saja. Aku benar-benar sibuk, tapi hal itu tidak menjadi beban untukku. Karena Christian adalah orang yang sangat baik, ramah dan dia juga mengetahui banyak hal yang tidak aku ketahui. Harus kuakui aku juga banyak belajar darinya. Tak jarang aku dan dia terlibat diskusi dalm memecahkan suatu permasalahan. Aku sangat beruntung mendapatkan teman seperti dia.

Namun kesibukanku dikampus akhir-akhir ini sepertinya tidak disukai Mark, beberapa kali dia protes kepadaku saat aku menolak untuk pergi bersamanya. Aku juga tidak mengerti kenapa? padahal aku sudah menjelaskan semuanya termasuk tentang Christian. Aku menceritakan semuanya karena aku tidak ingin Mark berprasangka buruk terhadapku. Namun hal itu sepertinya tidak berpengaruh bagi Mark, terkadang aku dan Mark terlibat perdebatan karena hal yang sangat kecil. Aku juga tidak mengerti apa yang saat terjadi dengan hubungan ku dan Mark.

Hari ini aku dan Christian akan segera menyelesaikan tugas kami. Semua data yang dicari oleh Christian telah didapatnya, beberapa hari lagi dia akan meninggalkan New York. Sore ini selesai kami mendatangi salah satu kantor departemen pendidikan di kampusku Christian mengajakku untuk makan disalah satu resto yang tidak jauh dari kampusku, menurutnya ini adalah salah satu bentuk ucapan terima kasih darinya karena kau telah membantunya selama disini. Karena dia berkata seperti itu akhirnya aku memenuhi permintaannya. Lagi pula tidak mungkin aku menolaknya terus-terusan.

Akhirnya kami pergi dengan mengendarai motor sportnya, tak lama kemudian kami sampai disebuah resto yang cukup mewah dan Christian langsung mengajakku kesebuah meja yang tempat berada dipojokkan ruangan. Setelah kami memesan makanan, seorang pelayan datang sambil membawakan seborol wine dan menuangkannya kedalam dua gelas. Setelah pelayan itu pergi Christian mengajakku pergi, dia menceritakan banyak hal tentang keluarganya, obrolan kami terhenti saat seorang pelayan membawakan pesanan kami. Setelah pelayan itu pergi, kami pun mulai makan..

"Natasya, maaf ya kalo selama ini aku sudah menyita banyak waktumu. Aku sangat berterima kasih sekali karena kau sudah membantuku"
aku mengangguk sambil tersenyum, "aku senang jika yang kulakukan itu bisa membantu orang lain. Kau juga sudah mengajari banyak hal Tian, "
"sampaikan maafku juga pada kekasihmu, mungkin hampir sebulan ini aku telah mencurimu" katanya sambil tertawa.
"Dia cukup mengerti dengan keadaanku Tian.."
Makan Christian terhenti, lalu dia mengenggam tanganku. Gerakannya yang tiba-tiba itu membuatku kaget.
 "Natasya...."
Lalu akupun menatapnya, tangannya masih mengenggam tanganku.
"Aku hanya ingin kau tahu, aku mencintaimu.. Aku menyukai dari awal kita bertemu.." katanya sambil tersenyum.
"Christian..." aku tak tahu apa maksud dari ucapannnya, apa dia nembakku atau ada maksud lain dibalik itu.
"Aku tidak butuh jawaban apa-apa darimu Natasya, aku hanya ingin kau tahu tentang perasaanku. lagipula aku sudah tahu jawabannya. Kau takkan pernah menerimaku" tangannya yang tadi mengenggam tanganku kini membelai wajahku.
Lalu aku menyentuh tangannya yang menyentuh wajahku, aku melepaskan tangannya dari wajahku,
"Terima kasih kau telah mengerti perasaanku Tian, kau benar aku tak bisa menerimamu, aku sangat mencintai Mark. Tapi kita masih bisa berteman kan..??"
Christian mengangguk, "Iya, kita masih bisa berteman.. Aku menjadi orang yang beruntung mempunyai teman sepertimu.." Lalu dia setengan berdiri dari tempat duduknya, dia mendekatkan wajahnya kewajahku. Aku bisa merasakan tempo nafasnya yang tidak beraturan, lalu dia mencium keningku dan mengecup sekilas bibirku.
"aku harap kau tidak memberitahukan ini pada kekasihmu.."

Aku masih terpaku dengan apa yang Christian lakukan padaku, dia mencium keningku dan kemudian mengecup bibirku. Ya Tuhan, kenapa semuanya jadi begini. Aku menggerutu didalam hatiku, saat kami sama-sama terdiam, aku dikagetkan dengan suara ponselku yang berbunyi. Aku langsung mengambilnya dan kulihat nama Mark yang tertera disana. Aku langsung menerimanya..

"iya hallo, aku ada di resto didekat kampus. aku bersama temanku Mark. Baiklah aku akan menunggumu disini. Love you yoo.."

Aku menutup telpon dari Mark, kulihat Christian masih memandangiku. Hingga akhirnya dia membuka suara lagi..
"Dia akan kesini??" tanyanya.
aku mengangguk "Iya, sekitar 15 menit lagi dia akan sampai.." kataku sambil minum air mineral yang tersedia dimeja kami.
"Kau habiskan makanmu ya.." katanya

Akupun mengangguk, dan segera menghabiskan makananku. Benar saja tak lama kemudian Mark menelponku lagi, katanya dia sudah dihalaman parkir resto ini. Lalu aku dan Christian keluar setelah Christian membayar tagihannya. Aku ingin mengenalkan Christian dengan Mark. mereka belum pernah berkenalan sebelumnya. Setelah sampai diparkiran, kulihat mobil Audi R8 hitam milik Mark sudah ada. Saat kudekati Mark langsung membuka kacanya, lalu aku menghampirinya, mengajak Mark berkenalan dengan Christian. Mark menuruti semua ucapanku, dia keluar dari mobil dan kemudian berkenalan dengan Christian, namun tidak lama mereka berdua mengobrol Mark sudah mengajakku pulang karena hari sudah mulai gelap.
     
Dimobil aku dan Mark hanya saling diam, aku menyandarkan kepalaku sambil memandang lurus kedepan melihat jalanan yang sangat padat diakhir pekan seperti ini. Aku bingung apa yang harus kukatakan dengan Mark, apalagi setelah Christian mengungkapkan perasaannya kepadaku dan setelah dia menciumku. Aku merasa sangat bersalah padanya, ternyata apa yang dicemaskan Mark benar-benar terjadi. Kecemburuan yang ditunjukkan Mark memang beralasan.

***
Ntah berapa lama aku tertidur, aku baru terbangun saat aku merasakan seseorang mengangkat tubuhku. Saat kubukakan mataku, aku melihat Mark yang sedang mengendongku.
"Maaf, aku ketiduran..."
"aku tidak berani membangunkanmu, sepertinya kau lelah sekali sayang.." lalu dia mencium bibirku. "turunkan aku Mark,..."
"tidak, sebelum kita sampai didalam sayang.."

Lalu Mark, membuka pintu kemudian menutupnya lagi. Mark membawaku kekamar, dan menurunkanku dan membaringkanku diranjangnya.
"lanjutkan tidurmu sayang, sepertinya kau kelelahan" katanya sambil mencium keningku.

Saat Mark akan meninggalkanku, aku menarik tangannya. Dia pun langsung menoleh lagi kearahku.
  "Maafkan aku ya,."
  "untuk apa?? kau tidak melakukan kesalahan sayang.." dia kembali duduk disampingku.
 "untuk semua sikapku akhir-akhir ini,. Maafkan aku, Mark, aku sangat mencintaimu.." aku membelai wajahnya.
Dia mengangguk sambil mengenggam tanganku yang tadi membelai wajahku.
"aku juga sangat mencintaimu sayang. Kaulah segalanya untukku, kebahagiaanku adalah dirimu. Aku juga meminta maaf padamu, sikap cemburuku sangat berlebihan saat kau bersama orang lain. Tapi semua itu kulakukan karena aku sangat takut kehilanganmu, kau tau aku sangat ingin memilikimu selamanya, aku ingin kau selalu ada bersamaku"
"aku selalu ada bersamamu sayang.."
"ya aku tau,. Maksudku aku berharap kita menikah Sya. Aku takut kehilanganmu"
"kau melamarku??"
"hmm, itu hanya semacam ungkapan isi hatiku Sya. Akan ada moment special untuk itu"
Fikiranku langsung melayang jauh, apa dia tahu kalu aku belum siap untuk itu. Aku belum siap untuk menikah sekarang. Kuliahku pun belum selesai.
"Syukurlah, aku belum siap untuk itu Mark. Aku belum berfikir untuk menikah dalam waktu dekat."
Sesaat kemudian Mark terdiam,
"Baiklah, aku akan menunggu saatnya tiba. Aku akan menunggu sampai kau siap, karena aku sangat mencintaimu"

Mataku memanas saat mendengar ucapan dari Mark. Ya Tuhan,  Mark sangat ingin menikahiku tapi entah kenapa hatiku masih ragu, aku belum siap. Air mataku mulai menggenangi mataku..
"Jangan menangis Sya, aku mohon jangan menangis," dia menghapus air mataku yang mulai jatuh.
Aku langsung memeluknya erat "aku mencintaimu.." itulah kata-kata yang dapat kukatakan padanya, dia mengangguk sambil mencium keningku dan bibirku kemudian melepaskannya.
"sebaiknya kau mandi dulu, kau terlihat sangat kacau sayang.." katanya sambil tersenyum menggodaku.
"aku juga ingin pergi mandi, terlalu banyak kegiatanku hari ini" kataku sambil beranjak meninggalkan Mark.

15 menit aku mandi membersihkan tubuh, saat aku keluar dari kamar mandi aku tidak melihat Mark dikamar, tapi pintu kaca yang menghadap ke pantai terbuka, sehingga angin dari laut masuk kedalam kamar. Aku merinding kedinginan saat hembusan angin itu mengenai tubuhku yang hanya dibalut dengan jubah mandi milik Mark. Aku melipat kedua tanganku kedepan saat angin itu berhembus lagi.

 "Sudah selesai yaa" aku terkejut saat tiba-tiba Mark memelukku dari belakang
Aku mengangguk sambil membelai wajahnya.
 "Aku punya sesuatu untukmu.." katanya sambil menunjukkan sebuah kotak kecil kepadaku.
 "ini apa??" tanyaku sambil menoleh kesamping, saat itu wajahku dan wajahnya sangat berdekatan.
 "kau buka saja, ini untukmu. Dan aku harap kau menyukainya.." katanya sambil meletakkan kotak kecil itu ketangan kananku.
Lalu aku membukanya, sebuah kalung dengan liontin yang sangat indah. Aku mengambilnya dan memegangnya.
"kau menyukainya??' tanyanya lagi.
Aku mengangguk pelan, "ini sangat indah Mark. Iya aku menyukainya. Terima Kasih"
Lalu dia mengambilnya dari tanganku dan memakainya dileherku. " ini tidak seindah orang yang memakainya" Dia menciumi pipi hingga leherku.

Angin pantai kembali berhembus masuk kekamar, udara yang dingin membuatku sedikit bergidik.
 "Kau kedinginan sayang.." .
  "Udaranya cukup dingin.."
Tangannya membungkus tubuhku lagi, "Boleh aku menghangatkanmu.." katanya sambil menggigit daun telingaku. Kemudian tangannya meremas pinggangku. Lalu bergerak kebagian depan menangkup payudaraku.
"Apa maksudmu??" tanyaku lagi
"Boleh aku menghangatkan tubuhmu yang kedinginan ini sayang, " suaranya terdengar berat ditelingaku.
Aku tersenyum kecil, saat dia mengatakan itu padaku. Sepertinya Mark lupa kalau siklus bulananku sedang datang.
 "Kenapa kau tersenyum??"
 "Maaf sayang, siklus bulananku baru saja datang..." aku menoleh kearahnya.
Mark menghela nafas panjang, wajahnya terlihat frustasi, tangannya mengacak-acak rambutnya.
"Baiklah kalau begitu aku mandi dulu yaa. Aku rasa malam ini aku akan menyelesaikan pekerjaanku diruang kerja." katanya sambil mencium bibirku sekilas.
"Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita sayang" jawabku sambil terkekeh..
 "Iya, aku tunggu, " katanya sambil meninggalkanku dan pergi kekamar mandi.
         




2 komentar:

  1. wah…Christian pegang2 tgn, nyatain cinta trs cium2 ckckck
    untung Mark tlp trs tuh kl ga wah…wah ga tau deh
    :Dv

    Mark mupeng deh tuh
    pgn hothotpop Asya lg perboden
    haha
    sabar Mark…sabar

    next chapter sist lanjut lanjut
    :*

    BalasHapus
  2. Whoaaa christian genit >͵<

    Waduh udh berani pegang eh sekarang berani cium asya >͵<

    Untung mark blm dtg itu

    eh mark kasian bgt yak pngn nusuk2 tapi asya nya lg di perbodenn xD

    good job sist :*

    Next chapter please ;D

    BalasHapus