Persiapan pernikahanku yang akan di gelar di rumah pantai milik kami. Persiapannya sudah 95%. Dan itu membuatku semakin gugup sekali.
Dhee dan Lila jadi lebih sering menemaniku untuk fitting gaun pengantin. Pergi keluar bersama Dhee dan Lila sekarang tidak bisa sesantai dan setenang dulu.
Karena masih saja aja wartawan yang mengikuti Lila. Apalagi pasca perceraiannya dengan Kyle terkuak ke publik. Seperti hari ini, kami harus bermain kucing-kucingan dengan para wartawan.
Para wartawan itu mengira bahwa Lila akan menikah lagi. Padahal yang akan menikah itu adalah aku. Agar para wartawan itu tidak terlalu ngotot.
Akhirnya Lila mau menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan dengan sangat singkat. Termasuk tentang apa yang di lakukannya di sebuah butik gaun pengantin desiner ternama.
Setelah itu barulah kami bisa masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat it dengan tenang. Hari itu kami berencana untuk ke rumah pantai.
Karena Junior berada di sana bersama Mark, Gale, dan Zach. Aku dan Dhee sempat bertanya-tanya apakah Lila dan Zach kembali bersama-sama?
Karena semenjak Lila resmi bercerai dengan Kyle. Zach sering sekali datang ke apartemen kami. Dan akhirnya kami bertiga sampai di rumah pantai. Lila langsung menghampiri Zach yang sedang duduk di kursi yang menghadap langsung ke pantai.
“Hai sayang, bagaimana fittingnya?“
“Berjalan lancar, gaunnya sangat indah dan sedang dalam proses finishing.“
“Hei, apakah Lila dan Zach kembali bersama?“
“Entahlah Gale, menurut cerita Asya Zach sering sekali datang berkunjung ke apartemen untuk menemui Lila.“
“Tapi sepertinya Junior cocok dengan Zach ya?“
“Tentu saja Mark. Karena Zach sangat mencintai Junior meskipun kenyataannya Junior bukan darah dagingnya.“ Dhee menjelaskan.
“Lihat saja mereka sekarang, sudah seperti sebuah keluarga, bukan. Sebenarnya Zach pernah menceritakan kepadaku tentang rencananya untuk meminta Lila kembali padanya.“
“Kau serius, Gale?“
“Aku serius, Sya. Beberapa hari yang lalu Zach mengatakannya kepadaku.“
“Semoga mereka kembali bersama.“
Aku mengangguk pelan namun mantap menjawab ucapan Dhee, “Semoga Dhee.“
~~~
Hari pernikahanpun tiba. Aku sedang cemas menunggu Ayahku datang untuk menjempu. Dhee dan Lila sudah berada di luar menungguku.
Akhirnya Ayah datang menjemputku. Aku meremas lengan Ayah dengan sangat kuat, berharap semua perasaan gugupku akan hilang. Sedangkan Dhee dan Lila dengan anggunnya berjalan di depanku.
Pandanganku terus tertuju ke depan. Meskipun aku tahu semua mata sedang tertuju kepadaku. Namun sosok tampan yang berada di depanku jauh lebih menarik. Ya, di depan sana Mark berdiri dengan gagahnya, berbalut tuxedo berwarna putih. Tersenyum kepadaku.
Ayah menyerahkanku kepada Mark, selanjutnya upacara pernikahanpun di mulai. Dengan diiringi oleh suara desiran ombak yang saling berkejaran. Menjadi saksi ikrar suci kami berdua.
Resmi sudah aku dan Mark menjadi sepasang suami dan istri. Para sahabatku bergantkan mengucapkan selamat kepada kami berdua.
“Selamat untuk kalian berdua. Semoga lekas di beri momongan.“
“Terima kasih Lila. Semoga kau lekas menemukan pendamping hidupmu.“ aku memeluk Lila erat.
“Sepertinya aku sudah menemukannya, Sya.“ Lila berbisik kepadaku agar tidak ada yang mendengar ucapannya.
“Ah, aku mengerti maksudmu. Dan aku akan selalu berdoa untukmu.“
Lila tersipu malu mendengar ucapanku. Lalu Dhee datang menghampiri kami berdua.
“Sepertinya kalian sedang menyembunyikan sesuatu dariku?“ Dhee menyipitkan kedua matanya kepada kami.
“Tidak ada Dhee. Jika waktunya sudah tiba kau akan mengetahuinya.“ aku mengedipkan sebelah mataku kepada Dhee.
“Kalian berdua benar-benar sudah membuatku sangat penasaran sekali.“
“Belum waktunya, Dhee.“ aku jadi mengikuti perkataan Lila.
“Kalian berdua menyebalkan.“
Dhee yang terlihat kesal langsung pergi meninggalkan aku dan Lila. Kami hanya tertawa geli melihat tingkahnya.
“Aku harap kau dan Zach sudah kembali bersama ketika aku pulang nanti, La.“
“Doakan yang terbaik saja, Sya. Lagipula aku belum yakin jika Zach masih memiliku perasaan kepadaku.“
“Apakah kau tidak bisa melihatnya? Zach masih sangat mencintaimu Lila. Apakah aku harus menyuruh Zach untuk membuktikannya kepadamu?“
“Ya, aku butuh bukti Sya. Karena aku tidak mau mengalami kegagalan untuk yang kedua kalinya. Rasa sakitnya masih terasa hingga saat ini, Sya.“
“Aku mengerti Lila.“
Tiba-tiba Mark datang menhampiriku. “Maafkan aku Lila, aku harus mengambil istriku.“
“Tentu saja Mark, aku sudah selesai dengan Asya. Sekali lagi selamat untuk kalian berdua. Aku harus melihat putraku.“
“Terima kasih banyak, La. Junior sedang berada dengan Zach.“
“Kalau begitu aku permisi. Bye Sya, Mark.“
Setelah pamit Lila langsung pergi menuju ke tempat Zach yang sedang menggendong Junior.
“Sayang, ayo kita. Kita harus mengganti pakaian kita. Karena kita akan segera pergi.“
“Bisakah aku berpamitan dulu?“
“Kita akan melakukannya setelah berganti pakaian.“
“Tapi Mark...“
“Tidak ada tapi.“
Mark membawaku masuk ke dalam untuk berganti pakaian. Setelah itu kami berpamitan kepada keluarga, sahabat, teman dan kerabat kami yang sudah hadir di pesta.
Setelah itu Mark membawaku pergi. Kami berencana akan menghabiskan waktu bulan madu kami dengan berkeliling Eropa.
Aku sangat bahagia sekali karena akhirnya aku dan Mark bisa bersatu.
~~~
pernikahan lagi?? yea yea yea…
BalasHapuscongrats…congrats to a new couple
Next wedding Lila n Zac…pasti
Kita jodohin mereka lagi…asyiik. tendang Kyle jauh2.
lanjut lg next chapter sist :*
akhirnya merit juga yaa..
BalasHapusTerima kasih kau sudah meyakinkanku Mark..
#peluk Mark..
Ayo Lila, kapan mau merit lagi.
Zach udh mau itu..
Ayo, ayoo..
Asya sm Mark mau prgi honeymoon dulu yaa..
Daah semuanyaa #pelukciumsatu2 :****