Senin, 18 Februari 2013

CHAPTER 43

***

Akhirnya Asya dan Mark menikah beberapa bulan yang lalu. Lila dan Zach yang selama ini menutupi hubungan mereka pada akhirnya tidak kuasa menutup-nutupi lagi kisah cinta yang sedang bersemi di antara mereka berdua. Tentu saja aku sangat senang sekali.

Siang itu aku berniat untuk memberikan kejutan makan siang untuk suamiku tercinta. Aku juga sudah membuat makanan yang spesial untuk Gale.

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam. Akhirnya aku sampai di perusahaan milik Gale.

Aku berjalan menyusuri parkiran yang berada tepat di depan perusahaan. Dari jauh aku melihat mobil milik Gale yang baru saja tiba entah dari mana.

Tak lama kemudian aku melihat sosok Gale yang baru keluar dari dalam mobil. Namun rupanya Gale tidak sendiri. Sosok Irene muncul dari dalam mobil Gale.

Aku membeku di tempatku berpijak saat ini. Dengan tatapan nanar aku melihat kejadian yang sedang berlangsung di depanku saat ini.

Gale dan Irene sedang berciuman mesra di depan pintu masuk. Air mataku langsung jatuh membasahi pipi tanpa bisa aku tahan lagi.

Aku langsung membalikan tubuhku. Berlari menjauhi tempat itu sambil berurai air mata. Ya Tuhan, mengapa suamiku tega berbuat seperti itu?

Di persimpangan jalan aku berhenti. Selain untuk mengatur pernafasan, aku juga merasakan sakit yang luar biasa di perutku.

Perutku serasa di remas-remas, sangat sakit sekali. Dan semakin lama semakin sakit, aku tidak kuat untuk menahannya lagi. Pandanganku mulai kabur, kepalaku sakit seperti berputar-putar.

Aku bersandar di tembok sebuah bangunan yang berada di persimpangan jalan itu. Aku menunduk memandangi jalan. Aku tersentak kaget ketika melihat darah segar yang meluncur dari pahaku.

Ya Tuhan, darah apa itu???
Lama kelamaan kesadaranku mulai menurun. Aku sempat mendengar suara seseorang memanggil namaku. Namun sebelum aku sempat melihatnya, keadaan di sekitarku langsung gelap gulita.

Dengan perlahan aku membuka mataku. Namun sinar lampu yang berada di atasku sangat menyilaukan dan membuat mataku menjadi sakit. Setelah mataku bisa menyesuaikan dengan keadaan sekitar, aku mulai memperhatikan tempatku berada saat ini.

Sebuah ruangan yang di dominasi oleh.warna putih serta bau disinfektan yang sangat kuat. Aku langsung menebak bahwa saat ini aku sedang berada di Rumah Sakit.

Aku  melihat Lila dan Eric yang sedang terkantuk-kantuk di sofa. Beberapa saat kemudian Asya dan Mark menerobos masuk ke dalam ruangan dan langsung menghampiriku.

“Dhee, syukurlah kau sudah sadar. Bagaimana keadaanmu?‘

“S-Sya, ba-ba-bagaimana a-aku b-bisa  berada disini?“ tanyaku dengan terbata-bata.

“Eric menemukanmu pingsan di pinggir jalan, Dhee. Kau mengalami pendarahan yang cukup hebat.“

“Syukurlah kau sudah sadar, Dhee. Aku dan Kak Eric sangat khawatir denganmu.“

“Bagaimana perasaanmu saat ini, Dhee?“ tanya Eric dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.

“Perutku sakit, terima kasih kau telah menolongku.“

“Apa yang terjadi, Dhee? Sampai-sampai kau bisa mengalami pendarahan yang parah seperti ini.“

“Ceritanya panjang, La.“

“Sayang, aku dan Eric akan pergi ke kantin dulu untuk membeli sesuatu untuk kalian.“

“Iya Mark, hati-hati.“

Eric dan Mark pergi keluar dari ruanganku. Sepertinya Mark dan Eric memberiku privasi untuk berbicara dengan Asya dan Lila.

“Jadi maukah kau menceritakan yang sebenarnya kepadaku dan Lila.“

“Baiklah, aku akan menceritakan yang sebenarnya kepada kalian berdua.“

Lalu aku mulai menceritakan kejadian yang aku alami tadi siang. Termasuk kejadian saat Gale dan Irene yang sedang berciuman.

“Selalu saja Irene. Mengapa wanita itu tak pernah mau menyerah. Selalu saja mengganggu hubunganmu dengan Gale.“

“Entahlah La, aku tak mengerti. Bisakah kalian memberitahuku mengapa apa aku.bisa mengalami pendarahan?“

Asya dan Lila langsung saling melempar pandangan ketika aku melontarkan pertanyaan itu. Ekspresi wajah mereka berdua benar-benar terlihat bingung.

“Ayolah, katakan kepadaku.“

“Dokter bilang kau keguguran, Dhee.“

Ucapan Asya terasa seperti petir di tengah di tengah hari di telingaku, “Apa? Keguguran?“

“Benar Dhee, kau mengalami keguguran. Menurut dokter usia kandunganmu sudah berusia dua bulan. Dan aku sangat yakin sekali bahwa kau pasti tidak menyadari kehamilanmu.“

“Ya Tuhan, bayiku...“ aku langsung memegangi perutku, “Aku... aku memang tidak menyadari kehamilanku, La.“ air mataku kembali jatuh membasahi pipi.

“Kau yang sabar ya, Dhee.“

“Sya, bayiku... Aku kehilangan bayi yang belum sempat aku ketahui, Sya.“ ucapku sambil menangis tersedu.

“Kau jangan bersedih Dhee, dokter bilang kau bisa hamil jika sudah pulih. Dokter bilang sekitar tiga bulan lagi kau bisa kembali hamil.“

“Tapi La... Bayiku...“ aku terus saja menangis.

“Ya Tuhan Dhee, sudah jangan menangis. Kami mohon, yang terpenting sekarang adalah kau segera sembuh.“

“Tidak Sya, aku ingin bayiku kembali.“

Aku mulai kehilangan kontrol mulai berteriak histeris. Aku mulai melempar bantal dan selimutku. Bahkan selang infus yang terpasang di tangan kananku langsung saja ku cabut. Sehingga darah terus keluar dari tangan kananku.

Ketika aku sedang mengamuk Mark dan Eric datang. Mereka berdua langsung memegangi kedua tanganku, dan Lila memegangi kakiku sedangkan Asya sedang pergi memanggil dokter dan suster.

“Lepaskan aku... Aku ingin bayiku.“ aku berteriak-teriak seperti orang gila.

“Demi Tuhan, tenanglah Dhee. Aku mohon.“

“Eric, lepaskan tanganku. Aku hanya ingin bayiku kembali Eric.“

“Tidak, kami tidak akan melepaskanmu sebelum kau tenang.“

Tak lama kemuadian Asya datang bersama dokter dan suster. Dokter langsung menyuntikan obat penenang dalam dosis yang cukup tinggi agar aku bisa tenang. Tubuhku menjadi lemas dan akhirnya aku kembali tak sadarkan diri.

2 komentar:

  1. :O :'( :'(

    huuuaaa…teganya Gale :'(

    nasib Dhee miris bgt udh kehilangan calon anaknya, kehilangan suami juga u.u

    :'( :'( :'(

    selanjutnya gimana itu ? :'( u.u

    BalasHapus
  2. jiaaah ini lagi..
    Gale nganeh2 ih. Udh tau Dhee gk suka sm Irene.
    Malah pergi sm Irene, pake ciuman lgi diparkiran..

    Trnyata Dhee hamil :O :O
    tp karena liat Gale sm Irene, Dhee keguguran :'(

    sampe stress bgt itu Dhee pas tau dia keguguran..
    Yang sabar ya Dhee..

    Yuk, lnjut ya author. Gimana itu lanjutannya..
    Penasaran tngkat dewa ini..

    Okke :*

    BalasHapus