Aku membuka mataku perlahan. Entah sudah berapa lama aku tertidur. Karena ketika aku membuka mata keadaan di sekelilingku tampak lengan.
Aku tidak melihat sosok Eric, Lila, Asya dan Mark atau Zach. Hanya sosok Gale yang sedang tertidur sambil bersandar di kursi yang berada di dekat ranjang.
Perasaanku langsung campur aduk ketika melihat sosoknya yang sedang tertidur dengan wajah yang kelelahan. Aku tak tahu bagaimana harus bersikap kepada Gale. Karena jika teringan kejadian siang itu hatiku terasa sangat sakit.
Rasanya aku ingin mengusirnya jauh-jauh dari hidupku. Aku tak ingin melihatnya, karena hanya perasaan marah yang aku rasakan.
“Angel, rupanya kau sudah bangun. Ya Tuhan, mengapa kau tidak mengatakan kepadaku jika kau sedang hamil.“
“Bukan urusanmu Gale, sebaiknya kau pergi dari sini. Temani saja kekasihmu itu.“ jawabku dengan nada yang sangat sinis.
Gale mengerutkan keningnya mendengar ucapanku, “Apa maksudmu, Angel. Aku benar-benar tidak mengerti dengan ucapanmu.“
“Terus saja mengelak, Gale. Kau tahu siang itu aku melihatmu sedang berciuman dengan Irene di depan pintu masuk perusahaanmu.“
“Jadi kau berada di sana? Angel, dengar ini tidak seperti yang kau pikir dan kau lihat.“
“Semuanya sudah cukup jelas, Gale. Dan kaulah yang membuatku kehilangan bayiku.“ aku menangis dengan emosi yang meledak-ledak.
“Tidak seperti itu, sayang. Irene tiba-tiba menciumku, ia menerobos masuk ke dalam mobilku.“
“Haruskah aku percaya lagi dengan semua ucapanmu itu Gale?“
“Angel, hanya kaulah yang aku cintai. Dan takkan pernah ada wanita lain di hatiku. Hanya kau.“ Gale menggenggam erat tanganku.
“Dua kali kau menyakitikiku, Gale. Dan yang terakhir adalah yang terparah.“
“Angel, aku tahu aku salah. Seharusnya aku tidak lengah. Andai saja aku bisa lebih waspada dan tegas, mungkin Irene tidak akan berani mendekatiku lagi.“
Gale kembali menciumi tiap buku jariku dan mengecup air mata yang membasahi kedua pipiku. Dengan lembut ia mengecup keningku. Aku tahu dan bisa merasakan bahwa dia memang benar-benar mencintaiku dengan tulus.
Lalu Gale menghentikan ciumannya dan kembali menciumi tanganku. Dengan perlahan aku membelai rambutnya menggunakan tanganku yang satunya.
“Gale... Maafkan aku juga karena telah bersikap begitu egois. Aku sangat sedih karena aku kehilangan bayiku sebelum aku mengetahuinya.“
“Angel, sudah. Kita masih bisa memiliki bayi. Dokter sudah mengatakannya kepadaku. Jika kau sudah benar-benar pulih kita bisa melakukan program untuk memiliki anak. Itupun jika kau sudah kuat dan siap.“
“Aku mencintaimu, Gale. Sangat sangat mencintaimu.“
“Begitupun juga denganku, Angel. Kaulah hidupku. Pusat kehidupanku.“
Lalu Gale mencium bibirku dengan perlahan, lembut dan penuh kasih sayang. Ya, aku mencintai suamiku. Sampai kapanpun hanya akan ada Gale di dalam hati dan hidupku. Sampai kapanpun.
Setelah menjalani perawatan selama dua minggu dokter memperbolehkanku untuk pulang. Dan beberapa hari kemudian Gale mengajakku pergi berlibur kesebuah pulau pribadi miliknya yang berada di kepulauan Karibia.
Aku merasa seperti sedang pergi berbulan madu yang kedua. Karena setiap hari Gale selalu memanjakanku.
Sore itu Gale mengajakku berjalan-jalan di sepenjang pantai sambil menikmati keindahan pantai di sore hari. Gale mengajakku ke sisi lain dari pantai yang memiliki pemandangan batu karang yang sangat indah sekali.
Gale membantuku naik ke salah satu bagian batu karang yang tidak tinggi. Batunya juga lebih halus dari pada yang lain. Kami duduk di sana sambil menikmati sore yang sangat indah.
“Tempatnya indah sekali Gale. Terima kasih untuk liburan yang sangat menyenangkan ini.“
“Aku akan melakukan apapun untuk membahagiakanmu, Angel.“
“Aku sangat mencintaimu, Gale.“
“Begitupun juga denganku, Angel.“
Gale menangkup wajahku, lalu mencium bibirku. Mencecap seluruh bagian yang ada di mulutku. Lidah kami menari-nari dan bertautan.
Tangannya mulai bergeriliya di punggungku yang terbuka. Meninggalkan jejak-jejak panas di tubuhku. Meningkatkan gairah yang mulai terbangun dalam diriku.
Tangannya mulai menelusup ke dalam tank-top yang aku gunakan. Menjalankan tangannya menuju ke bagian depan tubuhku. Lalu menangkup dan meremas payudaraku dengan lembut dan perlahan. Membuatku mengerang di dalam mulutnya.
“Gale...“ suaraku terdengar berat dan mendesah.
Lalu dengan cekatan Gale mulai membuka tank-top yang kupakai. Payudaraku yang tanpa bra langsung terbebas dan terekspos.
Gale membaringkan tubuhku di atas batu karang. Lalu mulai mengeksplorasi payudaraku yang terbuka. Mempermaikan putingnya yang sudah sangat mengeras dan sensitif sekali.
Lalu Gale melumat dan menghisapnya dengan sangat bergairah. Membuatku tak henti-hentinya mengerang dengan nafas yang terengah-engah.
Gale membuka kancing dan restleting celana pendek yang ku pakai. Lalu menelusupkan tangannya kedalam celana dalamku. Tangannya menangkup di pusat di diriku yang sudah sangat basah. Lalu menurunkan celana dan celana dalamku sekaligus.
Tangannya membelai clitku yang sudah mengeras, lalu ia membuat gerakan memutar di sana. Dengan perlahan ia memasukan jarinya kedalam diriku dan menggerakkannya secara perlahan.
“Ah... Gale...“
“Datanglah untukku, Angel. Dan jangan menutup matamu.“
Semakin lama gerakan jari-jari Gale semakin cepat. Tubuhku bergetar hebat, aku tak henti-hentinya meracau ketika orgasme itu semakin dekat.
“Oh ya Tuhan, Gale...“ aku memekik sambil mencengkram tubuh Gale.
Tubuhku terkulai lemas. Gale mengeluarkan jarinya dan di gantikan dengan sapuan-sapuan lidahnya yang panas. Menghisap dan menggigit clitku.
Tubuhku yang lemas mulai kembali bergairah. Gale terus saja mengeksplorasi bagian pusat diriku dengan mulutnya. Sedangkan tangannya meremas payudaraku.
“Ah, Gale...“ aku tak kuasa ketika orgasme kedua kembali menghantam tubuhku.
Ketika tubuhku sudah terasa lemas, Gale buru-buru melepaskan seluruh pakaiannya dan mulai merangkak di atas tubuhku.
“Sekarang giliranku, Angel“ Gale berbisik lalu menggigit pelan kupingku.
Tubuhku menggelinjang ketika ia mulai menciumi bagian sensitif di tubuhku.
“Aku sangat mencintaimu, Angel.“ Gale berkata sambil memasukan miliknya kedalam diriku.
Miliknya langsung terasa penuh di dalam diriku. Lalu Gale mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan-lahan. Aku menyelaraskan gerakan tubuhku dengan dirinya. Sampai aku kembali merasakan orgaameku yang ketiga.
Lalu Gale membalik posisi kami, tanpa mengeluarkan dirinya dari dalam diriku. Memegangiku ketika aku melakukan gerakan naik dan turun. Tubuhku bergoyang ke kiri dan kanan membuat ereksi Gale terpelintir dengan kenikmatan.
Aku yang sudah sangat sensitif kembali mengalami orgasme. Akhirnya tubuhku ambruk di atas tubuh Gale. Tubuhku sudah sangat lemas, namun tidak bagi Gale. Miliknya masih terasa keras di dalam diriku.
Gale mencium keningku sebelum akhirnya kembali membalik posisi kami. Gale meraih salah satu kakiku dan memegangnya ke atas.
Lalu kembali menusuk diriku dengan sangat dalam. Membuatku kembali bergairah, aku tak ingat lagi sudah berapa kali aku menglami orgasme. Tubuhku sudah sangat lemas sekali.
Gerakan Gale semakin cepat, miliknya mulai berkedut. Gerakannya menjadi perlahan namun begitu keras ketika menusukannya ke dalam diriku. Sehingga rasanya seperti menembus perutku.
“Ayo Angel, datanglah bersamaku.“ ia menggeram sambil menggertakan giginya.
Akhirnya Gale menyemprotkan benih-benihnya di dalam rahimku. Rasanya terasa hangat dan penuh sekali. Kami akhirnya mencapai klimaks bersama-sama. Gale tidak langsung mengeluarkan dirinya.
Melainkan mengangkat pantanku ke atas dan agak miring. Memastikan tidak ada cairan yang keluar.
Setelah itu kami berdua berbaring sambil berpelukan dengan tubuh telanjang. Setelah tenaga kami pulih, Gale membantuku memakai kembali pakaianku lalu Gale memakai pakaiannya.
“Sayang, aku sangat mencintaimu, Angel.“
“Aku juga sangat mencintaimu, Gale.“
Kami kembali berciuman dengan sangat panas. Setelah itu Gale mengajakku untuk pulang ke rumah. Setelah membersihkan diri dan makan malam kami kembali terlibat dalam percintaan yang panas. Dan akhirnya tertidur pulas karena kelelahan.
whooaa…akhirnya baikan juga.
BalasHapusGale selalu bisa menyakinkan Dhee kl dia satu2nya cwek yg dicintai, cwek lain cuma bisa ngiler #eeeaa
:D
Dhee jg sadar kl Gale cinta sejatinya dan Dhee cinta sejatinya Gale #eeaa eeaa
huuaa sooo sweet :***
Lsg program bikin anak lg di pulau pribadi, second honeymoon :3
Gale lsg tancep gas, ga mau buang waktu ckckck sampe bikin Dhee lemes gitu ><
Punya trik nih Gale biar lsg jadi anak haha
#cipokbasahGale :********
lanjut Sist next chapternya :*
Cieee yg udh baikan, lngsung honeymoon lagi yaa.
BalasHapusjdi pngen ikutan deh #eehh
Busyet, Gale lngsung melancarkan serangan bertubi-tubi.
Pkoknya pulang harus bwa oleh-oleh ya :D