Prolog
Dheandra Ilana Putri, Kyla
Farhika Nugraha dan Natasya Adilla Rizky adalah tiga gadis cantik yang sudah
bersahabat sejak kecil. Dhea, Lila dan Asya begitulah mereka biasa disapa oleh
orang-orang di sekitar mereka. Persahabatan diantara mereka bertiga sudah
sangat mendalam melebihi arti dari persahabatan itu sendiri. Mereka sama-sama
memiliki rambut berwarna hitam hitam legam sepinggang, memiliki warna mata yang
hampir sama pula. Kadang orang-orang mengira kalau mereka bertiga itu kembar,
karena sama-sama cantik dan mereka tidak bisa dipisahkan.
Padalah sifat mereka bertiga
sangat jauh berbeda sekali. Tapi karena motto mereka bertiga perbedaan itu
indah makanya mereka bisa tetap bersahabat baik sampai mereka masuk kuliah. Untuk
urusan tipe pria yang mereka sukai tentu saja berbeda.
Mereka memutuskan untuk
berkuliah di Colombia University mengambil jurusan yang sama yaitu hukum.
Disanalah mereka bertemu dengan pangeran-pangeran hati mereka. Dhea berkenalan
dengan seorang lelaki bernama Gale Morgan Harold III seorang eksekutif muda
yang tampan dan sukses. Lila bertemu dengan Kyle Patrick Dickherber yang
notabanenya seorang musisi dan berkuliah di kampus yang sama dengan Lila hanya
berbeda jurusan saja. Dan Asya yang bertemu dengan Mark Feehily seorang seniman
yang berasal dari Irlandia namum memutuskan untuk tinggal di New York.
Kehidupan mereka bertiga jadi
semakin berwarna ketika bertemu dengan ketiga pria tampan itu. Suka dan duka
mereka lalui bersama, saling memberikan dukungan untuk satu sama lain. Terlebih
lagi ketika hubungan mereka mengalami pasang surut dengan ketiga pria itu.
Gale yang tampan yang kaya
sering di kelilingi oleh wanita cantik yang tidak segan-segan memberikan apapun
yang dimilikinya untuk Gale. Namun tidak dengan Dhea, ia bukan tipe wanita yang
bisa mudah begitu saja menyerah pada pria meskipun jauh dilubuk hatinya ia juga
memiliki perasaan yang begitu mendalam pada Gale. Dhea selalu menolak Gale
ketika pria tampan itu memaksa untuk mengajaknya pergi berkencan.
Sedangkan Asya dan Mark mereka
berdua bisa dibilang pasangan yang tidak memiliki kendala dalam hubungan
mereka. Hubungan mereka berjalan cukup lancar, meskipun Asya harus bisa
menyesuaikan diri dengan Mark yang pendiam dan agak tertutup itu. Asya dan Mark
mengalami pasang surut dalam hubungan mereka ketika seseorang dalam masa lalu
Mark tiba-tiba masuk dalam hubungan mereka berdua.
Dan Lila, ia memiliki masalah
dengan yang namanya komitmen. Beberapa pria yang mendekatinya tidak ada yang
berhasil untuk menaklukan hatinya. Tak heran jika Lila mendapat julukan “Ice
Princess” dari kedua sahabat dan teman-teman kampusnya. Ya, Lila memang
terkenal dengan sifatnya yang cuek dan dingin. Itu karena Lila masih terpaku
pada cinta masa lalunya, yang membuat Lila tidak percaya pada sebuah komitmen. Kyle
seorang mahasiswa tampan dari jurusan music tertarik pada Lila meskipun ia
sudah banyak mendengar tentang Lila dari teman-temannya. Tapi Kyle tetap maju
untuk meluluhkan hati sang “Ice Princess” ini.
Mereka bertiga tidak menyadari
bahwa hidup mereka akan berubah begitu drastic ketika mengenal ketiga pria
tersebut. Apapun yang menanti mereka di depan sana mereka bertiga akan tetap
bersama-sama untuk menghadapinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar