Chapter 33
“Kau
benar-benar sangat menyedihkan, Kev.”
Dia
mencengkram bahuku dengan sangat kasar dank eras, “Jangan pernah sekali-kali
menyebutku dengan sebutan orang yang menyedihkan.”
“Karena
kau memang orang yang sangat menyebalkan Kev.”
“Kau…
Kau akan membayar semua ini.”
“Apakah
kau akan membunuhku, Kev? Silakan saja, aku tidak takut dengan ancamanmu itu.”
Lalu
Kev mengarahkan salah satu lengannya menuju ke leherku, Kev berniat untuk
mencekikku. Aku memejamkan mataku, berharap ada seseorang yang menemukan kami
disini. Tangannya yang dingin sudah berada di leherku dan bersiap untuk
mencekikku. Tapi tiba-tiba aku merasakan tangannya yang sudah mencekikku itu
terlepas. Aku segera membuka mata dan melihat Mark berada di sampingku.
Tatapannya benar-benar marah, sedangkan Kev tersungkur di lantai karena Mark
memukulnya.
“Kau
benar-benar brengsek Kev. Jika kau berani muncul lagi di hadapanku atau bahkan
menganggu tunanganku akan aku pastikan hidupmu akan jauh menderita.”
“Aku
mencintaimu sejak kita masih kuliah Mark. Mengapa kau tidak juga mengerti
perasaanku padamu. Akulah yang pantas menjadi pendampingmu bukan wanita sialan
ini.”
“Jaga
ucapanmu Kev, Asya adalah wanita yang sangat pantas untukku dan aku sangat
mencntainya begitu juga dia yang sangat mencintaiku. Aku tidak memiliki
perasaan apapun padamu Kev. Aku pria normal, aku mencintai seorang wanita
sejati, bukan seorang pria. Sebaiknya kau pergi dari tempat ini. Dan ingat
baik-baik, sejengkal saja kau mendekati Asya aku tak segan-segan akan
melaporkanmu pada pihak yang berwajib. Dan akan ku pastikan kau akan membusuk
di dalam penjara.”
Mendengar
ancaman dari Mark Kevin langsung pergi dari tempat itu dengan sangat kesal.
Lalu Mark memelukku dengan erat dan menciumi wajahku sambil meminta maaf.
“Sayang,
maafkan aku. Harusnya aku tadi tidak meninggalkanmu di sana sendirian, kau
baik-baik saja, kan? Apa Kevin melukaimu?”
“Tidak
Mark, aku tidak apa-apa. Aku hanya sangat syok dan sangat takut sekali, aku tak
menyangka bahwa Kevin akan mencekikku di tempat ini.”
“Ayo,
kita pergi dari tempat ini sayang. Untung saja aku menemukanmu karena tadi Dhea
menanyakanmu.”
Mark
membawaku kembali keruang utama galeri dan langsung mengajakku untuk menemui
Dhea dan Gale yang sudah menunggu.
“Kau
baik-baik saja, Sya?”
“Akan
aku ceritakan nanti, Dhee.”
“Pameran
yang bagus, Mark. Aku suka dengan beberapa lukisan yang kau buat.”
“Terima
kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang kemari.”
“Tapi
Mark, aku dan Gale tidak bisa lama-lama karena jam delapan kami berdua harus
menemui kedua orang tua Gale.”
“Tidak
apa-apa, Dhee. Yang penting kau dan Gale sudah datang.”
“Kalau
begitu kami berdua pamit, ya.” Lalu Dhea memelukku sebelum pergi, “Aku pergi
ya, Sya. Kau hati-hati. Jangan lupa untuk menceritakannya padaku.”
“Kau
juga hati-hati, Dhee. Mungkin besok aku akan menceritakan semuanya padamu.”
Lalu
Dhea dan Gale pergi meninggalkan pameran. Sedangkan aku kembali menemani Mark
untuk menemui para tamunya. Ia tak pernah membiarkan aku lepas dari
pengawasannya, meskipun ia sedang mengobrol tapi tangannya menggenggam tanganku
dengan sangat erat.
Akhirnya
acara ini selesai juga dan berjalan dengan sukses. Setelah acara benar-benar
selesai kami berduapun pulang. Mark mengajakku pulang ke rumah pantai, aku
memang membutuhkan suasana yang tenang mala mini. Kejadian tadi benar-benar
membuatku ketakutan, jika tadi Mark tidak datang mungkin saja aku sudah mati
tercekik karena kekurangan udara.
“Sayang
ada apa?”
“Ah,
aku tidak apa-apa. Hanya saja aku masih syok dengan kejadian yang terjadi
ketika di pameran tadi.”
“Aku
juga tidak menyangka kalau Kev bisa berbuat senekat itu. Harusnya aku lebih
waspada menjagamu, sayang. Maafkan aku karena sudah membuatmu mengalami hal
buruk seperti ini.”
“Tidak
Mark, kau tidak salah. Harusnya aku mengatakan padamu ketika Kev mengancamku
saat pertama kali, hanya saja aku tidak menyangka bahwa ia akan berani
bertindak sejauh ini.”
“Sudahlah,
yang penting sekarang Kev sudah pergi dan dia tidak akan berani mengganggu kita
lagi. Sebaiknya kita lupakan saja masalah ini.”
“Aku
takut kehilanganmu Mark.”
“Aku takkan pergi kemana-mana,
percayalah sayang. Sebaiknya kita pergi ke kamar tidur sekarang aku ingin
mencoba sesuatu denganmu.”
“Kau
mau mencoba apa denganku?” melihat ekspresi wajahku yang bingung ia hanya
tersenyum jahil.
Dengan
lembut ia menarikku untuk mengikutinya masuk kedalam kamar. Sesampainya di
kamar Mark langsung menarikku ke dalam pelukannya dan langsung melumat bibirku
dengan sangat liar dan sangat bergairah. Ia begitun intents menciumku sehingga
dadaku mulai sesak karena kehabisan udara, dan Mark terus saja memagut bibirku,
membuat nafasku menjadi terengah-engah.
Tangannya
bergerak membelai punggungku, lalu berpindah kedepan dan meremas payudaraku
dengan bergairah, membuatku mengerang karena rasa sakit dan rasa nikmat yang di
timbulkan secara bersamaan oleh sentuhannya itu. Dan aku semakin liar menciumi
bibirnya, aku merasakan tangannya menurunkan restleting gaunku dan menariknya
hingga terjatuh ke lantai. Sedangkan bibirnya masih memagut bibirku, ia tak
ingin melepaskannya sedikitpun.
Ketika
ia melepaskan ciumannya Mark tersenyum, lalu aku membuka jas dan kemeja yang
dipakainya dan menjatuhkannya ke lantai. Lalu aku menyusuri dadanya yang bidang
itu. Tubuhnya seperti di pahat dengan sangat sempurna dengan otot-otot yang
keras. Aku mendaratkan bibirku di dadanya itu, tubuhnya bergetar ketika aku
mencium tubuhnya itu. Suara geramanpun keluar dari mulutnya.
“Sepertinya
kau mulai liar, sayang.” Suaranya terdengar berat dan sedikit menggeram.
Aku
medongkak menghadap wajahnya, “Kau yang sudah membuatku menjadi liar, Mark.”
Lalu
Mark menjatuhkan tubuhku ke atas tempat tidur. Ia merangkak di atas tubuhku dan
menghisap payudaraku dengan sangat kecang membuatku berteriak. Ia menjalankan
lidahnya di seluruh tubuhky yang sudah sangat panas dan bergetar hebat, aku
merasakan pusat diriku sudah sangat lembab, panas dan basah. Lalu tangannya
menyelusup kedalam thong yang aku pakai, jari-jarinya menuju ke pusat diriku
dan aku mengerang ketika ia memasukan jarinya kedalam pusat diriku.
Aku
mengerang ketika jari-jarinya itu bergerak keluar masuk di dalam pusat diriku.
Sampai akhirnya aku merasakan tubuhku bergetar, otot-otot tubuhku menegang
karena orgasme yang hampir meledak dan aku sudah tidak bisa menahannya. Aku
berteriak kencang ketika orgasme yang hebat itu menghantamku.
Mark
tersenyum puas dan penuh kemenangan ketika melihatku mencapai pelepasanku. Lalu
ia melepaskan celana dan boxer yang dipakainya sekaligus dan menarik thong yang
aku pakai dan melemparnya sembarangan. Lalu ia membalik tubuhku, menopang
diriku sehingga bagian bawah tubuhku lebih tinggi, kakiku menggantung di
samping tempat tidur. Lalu ia menciumi tengkuk dan punggunggu, selingga tubuhku
menggeliat karena sentuhannya itu.
Setelah
itu ia meremas pantatku dengan gemas, tiba-tiba ia memukul pantatku sehingga
aku berteriak karena kaget. Lalu ia mencium bagian yang dipukulnya tadi.
Perasaan sakit yang menyengat berpadu dengan rasa nikmat yang diakibatkan oleh
ciumannya, ia melakukan hal itu sampai beberapa kali. Aku hanya menggigit
selimut dan memendam wajahku kedalam selimut. Ini benar-benar menyiksaku,
membuatku tidak bisa bernafas.
Lalu
ia melebarkan kedua kakiku, aku merasa bahwa saat ini aku benar-benar sangat
terekspos sekali. Aku merasakan sesuatu yang keras berusaha masuk kedalam
diriku, ia memasukan dirinya dengan perlahan-lahan dan itu membuat tubuhku
kembali bergetar hebat. Aku mengalami orgasmeku yang kedua dan Mark langsung
menenggelamkan dirinya di dalam diriku dengan agak keras.
Ketika
aku masih mengalami orgasmeku ia menggerakkan miliknya di dalam diriku dengan
tempo yang sangat teratur, membuatku berteriak. Aku seperti melihat
bintang-bintang dan bintik-bintik putih, Mark membuatku hancur
berkeping-keping. Dengan posisi seperti ini miliknya benar-benar terasa sangat
penuh sekali, bahkan aku merasa miliknya sudah menyentuh dasarnya.
Satu
persatu aku mengalami orgasme kembali, entah sudah berapa kali aku
mengalaminya. Karena jaraknya sangat berdekatan sekali, aku mendengar Mark
menggeram keras dan mempercepat gerakannya, dan ketika aku mulai mencapai
pelepasanku kembali Mark juga menemukan pelepasannya. Tubuhnya ambruk di atas
punggungku, sedangkan aku sudah benar-benar tidak bisa bergerak. Tubuhku
benar-benar menjadi jelly. Lalu Mark mengeluarkan dirinya dan membalik tubuhku.
“Sayang,
kau baik-baik saja, kan? Apakah aku menyakitimu?”
“Tidak…
Kau… kau bisa membuatku mati… jika aku mengalami orgasme sekali lagi.”
“Tadi
benar-benar hal yang terhebat dalam hidupku, sayang. Terima kasih.” Ia mengecup
bibirku, “Sepertinya kau harus segera tidur, kau benar-benar terlihat sangat
kacau sayang.” Ia berkata sambil tersenyum geli.
“Kau
yang sudah membuatku seperti ini, Mark. Biarkan aku tidur sampai besok siang,
aku tidak punya tenaga untuk membuka mataku meskipun hanya sedikit.”
“Tidurlah,
sayang.” Ia memelukku dan akhirnya akupun tertidur lelap dalam pelukannya.
***
Pergi
selama dua minggu di Eropa selama dua minggu benar-benar sangat menyenangkan
sekali. Dan sekarang aku sudah kembali pulang ke New York, memulai kehidupanku
yang baru sebagai seorang istri dari pria yang sangat tampan, baik dan lucu.
Ketika sampai di rumah yang aku lakukan pertama kali adalah tidur, karena
semenjak hamil aku jadi cepat merasa lelah dan selalu ingin tidur.
Sore
itu aku bangun, mandi dan langsung ke dapur untuk membuat sesuatu karena Kyle
masih tertidur pulas di kamar. Sebelumnya aku menelepon Dhea, aku sangat sangat
merindukan kedua sahabatku tersayang itu.
“Halo
Dhee, apa kabar?”
“Lila…
Apa kabar? Akhirnya kau menelepon juga, sedang berada di mana sekarang?”
“Aku
sudah berada di New York Dhee, tapi pagi-pagi sekali kami sampai di sini. Maaf
baru bisamenghubungimu sekarang. Bagaimana kabar kalian berdua?”
“Aku
dan Asya baik-baik saja, kami sangat merindukanmu. Apartemen sepi semenjak kau
pindah.”
“Aku
juga sangat merindukan kalian berdua. Bagaimana kalau besok kita bertemu dan
mehgadakan pesta barbeque di rumahku?”
“Ide
yang bagus, aku akan memberitahukannya pada Asya. Karena saat ini ia sedang
tidak ada di rumah.”
Tiba-tiba
Kyle memelukku dari belakang, “Dhee sudah dulu ya, nanti aku hubungi lagi. Aku
takut masakanku gosong.”
“Baiklah,
sampai bertemu besok. Bye.”
Aku
menutup teleponnya, mematikan api di kompor dan membalikan tubuhku menghadap
Kyle.
“Kau
sudah bangun rupanya.”
“Aku
bangun karena tidak menemukanmu di sampingku sayang.”
“Aku
lapar, makanya aku memutuskan untuk bangun. Kau lapar juga kan?”
“Aku
sangat lapar, sayang. Tapi bukan untuk makan.”
Kev kejam bgt mau bunuh Asya, untung Mark cepet2 dateng..
BalasHapus#peluk Mark kenceng2..
Panas dingin lagi nih.
Mark nyobain apa itu, sampe Asya lemes bgt.
Nyiksa ihh :p
menyiksa dengan kenikmatan :D
Dan Lila pulang...
BBq party kita akan dimulai, asikk,asik.
#ssttt, Kyle laper tuh la, tp bukan laper makanan. apa yaa?? *mikirkerass..
next Chapter kakak :* :*
Mark mo mencoba sesuatu :o
BalasHapusSesuatu yg bikin Asya ketagihan pasti hehehe
Whooaaa....jari...jarriii....
Mark jari2nya nakal yach
Lila udh plg siap2 bbqan kita yeay
Siap2 nyobain pav dkt danau jg nih...uuppsss
Kyle siap tempur...siap bikin Lila lemes ckckck
hati2 ya Kyle jgn keras2 ;p
ga sabar nunggu next chap sist :*