Kamis, 27 Desember 2012

Chapter 33


Chapter 33

                “Kau benar-benar sangat menyedihkan, Kev.”
                Dia mencengkram bahuku dengan sangat kasar dank eras, “Jangan pernah sekali-kali menyebutku dengan sebutan orang yang menyedihkan.”
                “Karena kau memang orang yang sangat menyebalkan Kev.”
                “Kau… Kau akan membayar semua ini.”
                “Apakah kau akan membunuhku, Kev? Silakan saja, aku tidak takut dengan ancamanmu itu.”

                Lalu Kev mengarahkan salah satu lengannya menuju ke leherku, Kev berniat untuk mencekikku. Aku memejamkan mataku, berharap ada seseorang yang menemukan kami disini. Tangannya yang dingin sudah berada di leherku dan bersiap untuk mencekikku. Tapi tiba-tiba aku merasakan tangannya yang sudah mencekikku itu terlepas. Aku segera membuka mata dan melihat Mark berada di sampingku. Tatapannya benar-benar marah, sedangkan Kev tersungkur di lantai karena Mark memukulnya.

                “Kau benar-benar brengsek Kev. Jika kau berani muncul lagi di hadapanku atau bahkan menganggu tunanganku akan aku pastikan hidupmu akan jauh menderita.”
                “Aku mencintaimu sejak kita masih kuliah Mark. Mengapa kau tidak juga mengerti perasaanku padamu. Akulah yang pantas menjadi pendampingmu bukan wanita sialan ini.”
                “Jaga ucapanmu Kev, Asya adalah wanita yang sangat pantas untukku dan aku sangat mencntainya begitu juga dia yang sangat mencintaiku. Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu Kev. Aku pria normal, aku mencintai seorang wanita sejati, bukan seorang pria. Sebaiknya kau pergi dari tempat ini. Dan ingat baik-baik, sejengkal saja kau mendekati Asya aku tak segan-segan akan melaporkanmu pada pihak yang berwajib. Dan akan ku pastikan kau akan membusuk di dalam penjara.”

                Mendengar ancaman dari Mark Kevin langsung pergi dari tempat itu dengan sangat kesal. Lalu Mark memelukku dengan erat dan menciumi wajahku sambil meminta maaf.

                “Sayang, maafkan aku. Harusnya aku tadi tidak meninggalkanmu di sana sendirian, kau baik-baik saja, kan? Apa Kevin melukaimu?”
                “Tidak Mark, aku tidak apa-apa. Aku hanya sangat syok dan sangat takut sekali, aku tak menyangka bahwa Kevin akan mencekikku di tempat ini.”
                “Ayo, kita pergi dari tempat ini sayang. Untung saja aku menemukanmu karena tadi Dhea menanyakanmu.”
                Mark membawaku kembali keruang utama galeri dan langsung mengajakku untuk menemui Dhea dan Gale yang sudah menunggu.

                “Kau baik-baik saja, Sya?”
                “Akan aku ceritakan nanti, Dhee.”
                “Pameran yang bagus, Mark. Aku suka dengan beberapa lukisan yang kau buat.”
                “Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang kemari.”
                “Tapi Mark, aku dan Gale tidak bisa lama-lama karena jam delapan kami berdua harus menemui kedua orang tua Gale.”
                “Tidak apa-apa, Dhee. Yang penting kau dan Gale sudah datang.”
                “Kalau begitu kami berdua pamit, ya.” Lalu Dhea memelukku sebelum pergi, “Aku pergi ya, Sya. Kau hati-hati. Jangan lupa untuk menceritakannya padaku.”
                “Kau juga hati-hati, Dhee. Mungkin besok aku akan menceritakan semuanya padamu.”

                Lalu Dhea dan Gale pergi meninggalkan pameran. Sedangkan aku kembali menemani Mark untuk menemui para tamunya. Ia tak pernah membiarkan aku lepas dari pengawasannya, meskipun ia sedang mengobrol tapi tangannya menggenggam tanganku dengan sangat erat.

                Akhirnya acara ini selesai juga dan berjalan dengan sukses. Setelah acara benar-benar selesai kami berduapun pulang. Mark mengajakku pulang ke rumah pantai, aku memang membutuhkan suasana yang tenang mala mini. Kejadian tadi benar-benar membuatku ketakutan, jika tadi Mark tidak datang mungkin saja aku sudah mati tercekik karena kekurangan udara.

                “Sayang ada apa?”
                “Ah, aku tidak apa-apa. Hanya saja aku masih syok dengan kejadian yang terjadi ketika di pameran tadi.”
                “Aku juga tidak menyangka kalau Kev bisa berbuat senekat itu. Harusnya aku lebih waspada menjagamu, sayang. Maafkan aku karena sudah membuatmu mengalami hal buruk seperti ini.”
                “Tidak Mark, kau tidak salah. Harusnya aku mengatakan padamu ketika Kev mengancamku saat pertama kali, hanya saja aku tidak menyangka bahwa ia akan berani bertindak sejauh ini.”
                “Sudahlah, yang penting sekarang Kev sudah pergi dan dia tidak akan berani mengganggu kita lagi. Sebaiknya kita lupakan saja masalah ini.”
                “Aku takut kehilanganmu Mark.”
                “Aku takkan pergi kemana-mana, percayalah sayang. Sebaiknya kita pergi ke kamar tidur sekarang aku ingin mencoba sesuatu denganmu.”
                “Kau mau mencoba apa denganku?” melihat ekspresi wajahku yang bingung ia hanya tersenyum jahil.

                Dengan lembut ia menarikku untuk mengikutinya masuk kedalam kamar. Sesampainya di kamar Mark langsung menarikku ke dalam pelukannya dan langsung melumat bibirku dengan sangat liar dan sangat bergairah. Ia begitun intents menciumku sehingga dadaku mulai sesak karena kehabisan udara, dan Mark terus saja memagut bibirku, membuat nafasku menjadi terengah-engah.

                Tangannya bergerak membelai punggungku, lalu berpindah kedepan dan meremas payudaraku dengan bergairah, membuatku mengerang karena rasa sakit dan rasa nikmat yang di timbulkan secara bersamaan oleh sentuhannya itu. Dan aku semakin liar menciumi bibirnya, aku merasakan tangannya menurunkan restleting gaunku dan menariknya hingga terjatuh ke lantai. Sedangkan bibirnya masih memagut bibirku, ia tak ingin melepaskannya sedikitpun.

                Ketika ia melepaskan ciumannya Mark tersenyum, lalu aku membuka jas dan kemeja yang dipakainya dan menjatuhkannya ke lantai. Lalu aku menyusuri dadanya yang bidang itu. Tubuhnya seperti di pahat dengan sangat sempurna dengan otot-otot yang keras. Aku mendaratkan bibirku di dadanya itu, tubuhnya bergetar ketika aku mencium tubuhnya itu. Suara geramanpun keluar dari mulutnya.

                “Sepertinya kau mulai liar, sayang.” Suaranya terdengar berat dan sedikit menggeram.
                Aku medongkak menghadap wajahnya, “Kau yang sudah membuatku menjadi liar, Mark.”
               
                Lalu Mark menjatuhkan tubuhku ke atas tempat tidur. Ia merangkak di atas tubuhku dan menghisap payudaraku dengan sangat kecang membuatku berteriak. Ia menjalankan lidahnya di seluruh tubuhky yang sudah sangat panas dan bergetar hebat, aku merasakan pusat diriku sudah sangat lembab, panas dan basah. Lalu tangannya menyelusup kedalam thong yang aku pakai, jari-jarinya menuju ke pusat diriku dan aku mengerang ketika ia memasukan jarinya kedalam pusat diriku.

                Aku mengerang ketika jari-jarinya itu bergerak keluar masuk di dalam pusat diriku. Sampai akhirnya aku merasakan tubuhku bergetar, otot-otot tubuhku menegang karena orgasme yang hampir meledak dan aku sudah tidak bisa menahannya. Aku berteriak kencang ketika orgasme yang hebat itu menghantamku.

                Mark tersenyum puas dan penuh kemenangan ketika melihatku mencapai pelepasanku. Lalu ia melepaskan celana dan boxer yang dipakainya sekaligus dan menarik thong yang aku pakai dan melemparnya sembarangan. Lalu ia membalik tubuhku, menopang diriku sehingga bagian bawah tubuhku lebih tinggi, kakiku menggantung di samping tempat tidur. Lalu ia menciumi tengkuk dan punggunggu, selingga tubuhku menggeliat karena sentuhannya itu.

                Setelah itu ia meremas pantatku dengan gemas, tiba-tiba ia memukul pantatku sehingga aku berteriak karena kaget. Lalu ia mencium bagian yang dipukulnya tadi. Perasaan sakit yang menyengat berpadu dengan rasa nikmat yang diakibatkan oleh ciumannya, ia melakukan hal itu sampai beberapa kali. Aku hanya menggigit selimut dan memendam wajahku kedalam selimut. Ini benar-benar menyiksaku, membuatku tidak bisa bernafas.

                Lalu ia melebarkan kedua kakiku, aku merasa bahwa saat ini aku benar-benar sangat terekspos sekali. Aku merasakan sesuatu yang keras berusaha masuk kedalam diriku, ia memasukan dirinya dengan perlahan-lahan dan itu membuat tubuhku kembali bergetar hebat. Aku mengalami orgasmeku yang kedua dan Mark langsung menenggelamkan dirinya di dalam diriku dengan agak keras.

                Ketika aku masih mengalami orgasmeku ia menggerakkan miliknya di dalam diriku dengan tempo yang sangat teratur, membuatku berteriak. Aku seperti melihat bintang-bintang dan bintik-bintik putih, Mark membuatku hancur berkeping-keping. Dengan posisi seperti ini miliknya benar-benar terasa sangat penuh sekali, bahkan aku merasa miliknya sudah menyentuh dasarnya.

                Satu persatu aku mengalami orgasme kembali, entah sudah berapa kali aku mengalaminya. Karena jaraknya sangat berdekatan sekali, aku mendengar Mark menggeram keras dan mempercepat gerakannya, dan ketika aku mulai mencapai pelepasanku kembali Mark juga menemukan pelepasannya. Tubuhnya ambruk di atas punggungku, sedangkan aku sudah benar-benar tidak bisa bergerak. Tubuhku benar-benar menjadi jelly. Lalu Mark mengeluarkan dirinya dan membalik tubuhku.

                “Sayang, kau baik-baik saja, kan? Apakah aku menyakitimu?”
                “Tidak… Kau… kau bisa membuatku mati… jika aku mengalami orgasme sekali lagi.”
                “Tadi benar-benar hal yang terhebat dalam hidupku, sayang. Terima kasih.” Ia mengecup bibirku, “Sepertinya kau harus segera tidur, kau benar-benar terlihat sangat kacau sayang.” Ia berkata sambil tersenyum geli.
                “Kau yang sudah membuatku seperti ini, Mark. Biarkan aku tidur sampai besok siang, aku tidak punya tenaga untuk membuka mataku meskipun hanya sedikit.”
                “Tidurlah, sayang.” Ia memelukku dan akhirnya akupun tertidur lelap dalam pelukannya.

***

                Pergi selama dua minggu di Eropa selama dua minggu benar-benar sangat menyenangkan sekali. Dan sekarang aku sudah kembali pulang ke New York, memulai kehidupanku yang baru sebagai seorang istri dari pria yang sangat tampan, baik dan lucu. Ketika sampai di rumah yang aku lakukan pertama kali adalah tidur, karena semenjak hamil aku jadi cepat merasa lelah dan selalu ingin tidur.

                Sore itu aku bangun, mandi dan langsung ke dapur untuk membuat sesuatu karena Kyle masih tertidur pulas di kamar. Sebelumnya aku menelepon Dhea, aku sangat sangat merindukan kedua sahabatku tersayang itu.

                “Halo Dhee, apa kabar?”
                “Lila… Apa kabar? Akhirnya kau menelepon juga, sedang berada di mana sekarang?”
                “Aku sudah berada di New York Dhee, tapi pagi-pagi sekali kami sampai di sini. Maaf baru bisamenghubungimu sekarang. Bagaimana kabar kalian berdua?”
                “Aku dan Asya baik-baik saja, kami sangat merindukanmu. Apartemen sepi semenjak kau pindah.”
                “Aku juga sangat merindukan kalian berdua. Bagaimana kalau besok kita bertemu dan mehgadakan pesta barbeque di rumahku?”
                “Ide yang bagus, aku akan memberitahukannya pada Asya. Karena saat ini ia sedang tidak ada di rumah.”
                Tiba-tiba Kyle memelukku dari belakang, “Dhee sudah dulu ya, nanti aku hubungi lagi. Aku takut masakanku gosong.”
                “Baiklah, sampai bertemu besok. Bye.”

                Aku menutup teleponnya, mematikan api di kompor dan membalikan tubuhku menghadap Kyle.

                “Kau sudah bangun rupanya.”
                “Aku bangun karena tidak menemukanmu di sampingku sayang.”
                “Aku lapar, makanya aku memutuskan untuk bangun. Kau lapar juga kan?”
                “Aku sangat lapar, sayang. Tapi bukan untuk makan.”

2 komentar:

  1. Kev kejam bgt mau bunuh Asya, untung Mark cepet2 dateng..
    #peluk Mark kenceng2..

    Panas dingin lagi nih.
    Mark nyobain apa itu, sampe Asya lemes bgt.
    Nyiksa ihh :p
    menyiksa dengan kenikmatan :D

    Dan Lila pulang...
    BBq party kita akan dimulai, asikk,asik.

    #ssttt, Kyle laper tuh la, tp bukan laper makanan. apa yaa?? *mikirkerass..

    next Chapter kakak :* :*

    BalasHapus
  2. Mark mo mencoba sesuatu :o
    Sesuatu yg bikin Asya ketagihan pasti hehehe

    Whooaaa....jari...jarriii....
    Mark jari2nya nakal yach

    Lila udh plg siap2 bbqan kita yeay
    Siap2 nyobain pav dkt danau jg nih...uuppsss

    Kyle siap tempur...siap bikin Lila lemes ckckck
    hati2 ya Kyle jgn keras2 ;p

    ga sabar nunggu next chap sist :*

    BalasHapus