Sabtu, 22 Desember 2012

Chapter 30


 Maaf banget kalo chapter yang ini sangat sangat hancur dan feel romantisnya gk dapet, maaf banget ya tapi mudah-mudahan masih bisa dinikmati dan masih nyambung dengan plot sebelumnya..

sooooo happy reading....






Chapter 30

                Gale mengeluarkan sebuah dasi hitam metalik, aku sangat mengenalnya karena beberapa kali ia menggunakan itu padaku ketika kami sedang bercinta. Dan jika mengingat kejadian tentang percintaan yang kami lakukan langsung membuat wajahku memanas. Aku merasakan bahwa darahku naik dan berkumpul di pipiku.

                “Bolehkan aku menutup matamu yang indah itu sekarang, Angel?”
                “Tentu saja kau boleh, Gale.”

                Dengan cekatan Gale menutup mataku dengan dasi sutra itu. Ikatannya tidak terlalu kencang tapi aku tidak bisa melihat apapun. Mobil melambat, aku merasakan Gale turun dari mobil lalu membuka pintu yang berada di sebelahku, lalu ia meraih tanganku dan menolongku untuk turun dari mobil dengan sangat berhati-hati sekali. Ia memapahku dengan hati-hati , lalu kami berhenti dan aku mendengar suara pintu yang dibuka, kami pun kembali berjalan.

                Dan Gale mengajakku kembali berhenti, lalu perlahan ia melepaskan dasi yang mengikat mataku. Secara perlahan aku membuka mataku, dan ternyata ya Tuhan ruangannya di penuhi oleh bunga mawar putih.

                “Gale… Ini…” aku tidak bisa meneruskan kembali kata-kataku karena kagum.
                “Mari, sayang aku punya yang sesuati yang lebih indah untuk di perlihatkan kepadamu.”

                Gale menggandenga lenganku mesra. Sepanjang perjalanan menuju ketempat yang Gale maksud aku melihat banyak sekali bunga mawar putih di sampir kiri dan kanan yang kami lewati. Dan bunga-bunga mawar putih itu jumlahnya sangat banyak sekali.

                “Gale, mengapa banyak sekali bunga mawar disini?”
                “Itu salah satu bagian dari kejutan yang sudah aku persiapkan untukmu, Angel. Nanti kau akan menemukan lebih banyak bunga mawar putih jika sudah sampai.”
                “Kau masih belum mau memberitahuku, Gale?”
                “Jika aku memberitahumu namanya bukan kejutan, Angel. Berhentilah bertanya dengan mulut mungilmu yang menggemaskan itu, atau aku akan mencium dan menggigitnya tanpa henti.”
                Mendengar ancamannya yang seksi itu wajahku langsung memanas. Sedangkan Gale hanya tersenyum geloi melihat ekspresiku. 

                “Kita sudah sampai, Angel. Lihatlah kearah sana.”
                Aku langsung mengalihkan pandanganku mengikuti arah pandangan Gale. Mulutku terbuka melihat pemandangan yang ada di depan kami. Ada sebuah meja dan dua buah kursi si tengan-tengan rumpunan bunga mawar putih yang di sekelilingnya ada lilin yang membentuk hati. Lalu ada sebuah layar lebar yang terbentang di sana.

                “Gale… Aku tak tahu harus mengatakan apa untuk semua ini.”
                “Apapun akan aku berikan untukmu, Angel. Menyerahkan nyawaku untuk kebahagiaanmu aku pun rela, asalakan senyuman itu terus menghiasi wajahmu yang canti.”

                Lalu aku dan Gale berjalan menuju ke meja yang berada di tengah-tengah rumpun bunga mawar putih. Setelah kami berdua duduk, Gale langsung menelepon seseorang. Lalu muncullah gambar di layar yang putih polo situ. Lagi-lagi aku membuka mulutku secara reflek ketika melihat wanita yang berada di film itu adalah AKU.

                “Gale… Itu… Itu…” aku tergugu.
                “Iya, itu kamu sayang. Maaf aku menyuruh seseorang untuk mengawasimu sambil membawa kamera. “

                Aku tak tahu harus senang atau bahagia mendengar pengakuannya itu. Berarti selama ini ia mengetahui kegiatan apa saja yang aku kerjakan bersama Asya dan Lila. Ah, lebih baik aku diam saja karena aku tidak mau berdepat dengannya dan pada akhirnya hanya akan merusak suasana malam ini yang sudah indah dan romantis. Aku kembali memperhatikan layar yang berada di depanku, aku jadi seperti menonton sebuah film yang berisi tentang kisah perjalanan cintaku bersama Gale. Yang ia lakukan untukku kali ini benar-benar membuatku terharu.

                Aku mengusap pipiku di tengah-tengah pemutaran karena terharu, “Angel, kenapa kau menangis? Aku mohon jangan menangis.”
                “Aku menangis karena bahagia, Gale. Kau sudah memberikanku banyak hal, sedangkan aku belum bisa memberikanmu apa-apa.”
                “Tidak Angel, kau sudah memberikanku banyak sekali kebahagiannya yang tak ternilai harganya. Kau berada di sampingku sampai detik ini adalah suatu kebahagiaan yang teramat sangat luar biasa untukku. Menikahlah denganku Angel, aku ingin kau menjadi mendampingku sampai mau memisahkan kita kelak?”
                Aku tercekat mendengar ucapannya barusan,” Gale.. ap-apa kau sedang melamarku?”
                “Iya, sayang. Aku sedang memintaku untuk menjadi pendamping hidupku selamanya. Lihatlah layar itu.”

                Aku langsung mengalihkan pandanganku kea rah layar yang berada didepan kami. Di sada ada sebuah tulisan yang sangat besar sekali. DHEANDRA WOULD YOU MARRY ME? Mataku secara reflex melebar ketika membaca tulisan di layar itu. Aku hanya bisa membekap mulutku agar air mataku tidak tumpah membasahi pipiku. Ya Tuhan…

                “Gale… Ini… ini…”
                “Aku serius dengan ucapnku, Angel.” Lalu Gale terlihat mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dari dalam sakunya, ternyata isinya adalah sebuah cincin platina bertahtakan sebuah berlian berwarna biru yang sangat indah sekali. “Dheandra Ilana Putri, would you be my wife?”
                Mataku sudah memanas dan air mataku mulai jatuh di pipiku, dengan yakin aku mengatakan, “Yes, I would Gale.”

                Lalu Gale menyematkan cincin itu ke jari manisku, dan menciumnya dengan sangat lembut. Lalu aku langsung memeluknya dengan sangat erat, dan air mataku sudah tidak bisa di bending lagi, kebahagiaan yang aku rasakan malam ini benar-benar tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.

                “I love you, really really love you Gale.”
                “And I love you too my Angel.” Ia mencium bibirku dengan sangat lembut sekali, “Ayo kita makan malam sekarang, sayang. Kau pasti sudah merasa lapar, kan.”

                Gale menjentikan jarinya lalu beberapa pelayan muncul membawakan makanan dan minuman untuk kami berdua lalu mereka pergi lagi ke dalam. Makanan yang tersaji di meja membuat air liurku hampir menetes, lalu kami menikmati makan malam kami dengan diiringi music yang sangat romantic sekali. Dan setelah selesai kami menikmani wine sambil berbincang-bincang.

                “Terima kasih untuk malam terindah dalam hidupku, Gale.”
                “Semuanya untukkmu, Angel. Maukah kau berdansa denganku?”
                “Tapi aku tidak pandai berdansa, Gale.”
                “Ayolah Angel, aku akan menuntunmu. Dan aku berjanji tidak akan membuatmu terjatuh apalagi sampai menginjak kakimu.”
                “Kau meledekku…” aku menekuk bibirku kesal.
                “Aku hanya bercanda sayang. Ayo, berdansalah denganku Mrs. Harold-ku tercinta.”

                Gale mengulurkan tangannya dan aku langsung menyambut uluran tangannya itu sambil berdiri. Lalu Gale mengajakku berjalan agak menjauh dari meja. Aku melingkarkan lenganku menggantuk di lengan Gale, sedangkan ia melingkarkan tangannya di pingganggu. Menarikku agar lebih menempel dengan tubuhnya. Dan ketika alunan music Bach bergema kami mulai bergerak mengikuti irama dengan perlaham.

                 Kami terhayut dalam alunan music yang sangat romantic ini. Kami saling menatap mata masing-masing. Aku sangat mencintai pria ini sangat mencintainya dan pria ini akan segera menjadi suamiku menjadi milikku seutuhnya, ya Tuhan aku benar-benar tidak menyangka akan menjadi istrinya. Dan aku berharap bahwa semua ini bukan mimpi.

                “Mrs. Harold-ku… Kau milikku, hanya milikku selamanya.”
                “Aku milikmu Mr. Harold, selamanya.” Aku mengecup bibirnya.

                Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas…
                Bunga… Hujan bungan? Bagaimana bisa?

                “Aku sengaja menyianpakan ini untukmu, Angel.”
                “Bagaimana kau tahu bahwa aku sangat ingin seklai berdansa dengan guyuran bunga yang seolah-olah jatuh dari langit?”
                Gale hanya tersenyum mendengar pertanyaanku itu, “Jangan banyak bertanya, sayang. Nikmatilah malamini, aku tidak mau berdebat denganmu, Angel.”

                Gale menarik daguku lalu menciumnya, lembut dan sangat intents. Ia meremas pinggangku dengan lembut, lidahnya mulai menyeruak masuk kedalam bibirku dan membelai lidahku dengan lembut. Ciuman kami berdua berubah menjadi sebuah ciuman yang panas, liar dan sangat bergairah sekali.

5 komentar:

  1. Waaaahhhh....
    Romantis bgt.
    aku mau,aku mau.
    #ehh salah ya :p


    pokoknya romantis bgt.
    feel nya dapet.


    selamat,selamat ya Mrs Dheandra Harold.

    next Chapter ya kakak :*

    BalasHapus
  2. aahhh…so sweet…so romantic *.*

    Gaalleeee, I do…I do
    *loncat-loncat

    Jgn lama2 meritnya ya hon. Pgn cpt2 jd Dhee Harold a.k.a Mrs. Harold :**

    love this sist :*

    next chapter pleaaaseeeee



    BalasHapus
    Balasan
    1. Romantis sebelah mananya dhee :O
      Ancur bgt kyak begini....
      Bmyak bgt typonya lagi
      >ͺ<
      T~T
      U.U

      Hapus
  3. Ahhhhhhhhhhhh.........

    TYPOOOOOOOOOOIOOO (>ͺ<)
    TYPOOOOOOOOOOOOOO (>ͺ<)

    BalasHapus