Maaf banget kalo chapter yang ini sangat sangat hancur dan feel romantisnya gk dapet, maaf banget ya tapi mudah-mudahan masih bisa dinikmati dan masih nyambung dengan plot sebelumnya..
sooooo happy reading....
Chapter 30
Gale
mengeluarkan sebuah dasi hitam metalik, aku sangat mengenalnya karena beberapa
kali ia menggunakan itu padaku ketika kami sedang bercinta. Dan jika mengingat
kejadian tentang percintaan yang kami lakukan langsung membuat wajahku memanas.
Aku merasakan bahwa darahku naik dan berkumpul di pipiku.
“Bolehkan
aku menutup matamu yang indah itu sekarang, Angel?”
“Tentu
saja kau boleh, Gale.”
Dengan
cekatan Gale menutup mataku dengan dasi sutra itu. Ikatannya tidak terlalu
kencang tapi aku tidak bisa melihat apapun. Mobil melambat, aku merasakan Gale
turun dari mobil lalu membuka pintu yang berada di sebelahku, lalu ia meraih
tanganku dan menolongku untuk turun dari mobil dengan sangat berhati-hati
sekali. Ia memapahku dengan hati-hati , lalu kami berhenti dan aku mendengar
suara pintu yang dibuka, kami pun kembali berjalan.
Dan
Gale mengajakku kembali berhenti, lalu perlahan ia melepaskan dasi yang
mengikat mataku. Secara perlahan aku membuka mataku, dan ternyata ya Tuhan
ruangannya di penuhi oleh bunga mawar putih.
“Gale…
Ini…” aku tidak bisa meneruskan kembali kata-kataku karena kagum.
“Mari,
sayang aku punya yang sesuati yang lebih indah untuk di perlihatkan kepadamu.”
Gale
menggandenga lenganku mesra. Sepanjang perjalanan menuju ketempat yang Gale
maksud aku melihat banyak sekali bunga mawar putih di sampir kiri dan kanan
yang kami lewati. Dan bunga-bunga mawar putih itu jumlahnya sangat banyak
sekali.
“Gale,
mengapa banyak sekali bunga mawar disini?”
“Itu
salah satu bagian dari kejutan yang sudah aku persiapkan untukmu, Angel. Nanti
kau akan menemukan lebih banyak bunga mawar putih jika sudah sampai.”
“Kau
masih belum mau memberitahuku, Gale?”
“Jika
aku memberitahumu namanya bukan kejutan, Angel. Berhentilah bertanya dengan
mulut mungilmu yang menggemaskan itu, atau aku akan mencium dan menggigitnya
tanpa henti.”
Mendengar
ancamannya yang seksi itu wajahku langsung memanas. Sedangkan Gale hanya
tersenyum geloi melihat ekspresiku.
“Kita
sudah sampai, Angel. Lihatlah kearah sana.”
Aku
langsung mengalihkan pandanganku mengikuti arah pandangan Gale. Mulutku terbuka
melihat pemandangan yang ada di depan kami. Ada sebuah meja dan dua buah kursi
si tengan-tengan rumpunan bunga mawar putih yang di sekelilingnya ada lilin
yang membentuk hati. Lalu ada sebuah layar lebar yang terbentang di sana.
“Gale…
Aku tak tahu harus mengatakan apa untuk semua ini.”
“Apapun
akan aku berikan untukmu, Angel. Menyerahkan nyawaku untuk kebahagiaanmu aku
pun rela, asalakan senyuman itu terus menghiasi wajahmu yang canti.”
Lalu
aku dan Gale berjalan menuju ke meja yang berada di tengah-tengah rumpun bunga
mawar putih. Setelah kami berdua duduk, Gale langsung menelepon seseorang. Lalu
muncullah gambar di layar yang putih polo situ. Lagi-lagi aku membuka mulutku
secara reflek ketika melihat wanita yang berada di film itu adalah AKU.
“Gale…
Itu… Itu…” aku tergugu.
“Iya,
itu kamu sayang. Maaf aku menyuruh seseorang untuk mengawasimu sambil membawa
kamera. “
Aku
tak tahu harus senang atau bahagia mendengar pengakuannya itu. Berarti selama
ini ia mengetahui kegiatan apa saja yang aku kerjakan bersama Asya dan Lila.
Ah, lebih baik aku diam saja karena aku tidak mau berdepat dengannya dan pada
akhirnya hanya akan merusak suasana malam ini yang sudah indah dan romantis.
Aku kembali memperhatikan layar yang berada di depanku, aku jadi seperti
menonton sebuah film yang berisi tentang kisah perjalanan cintaku bersama Gale.
Yang ia lakukan untukku kali ini benar-benar membuatku terharu.
Aku
mengusap pipiku di tengah-tengah pemutaran karena terharu, “Angel, kenapa kau
menangis? Aku mohon jangan menangis.”
“Aku
menangis karena bahagia, Gale. Kau sudah memberikanku banyak hal, sedangkan aku
belum bisa memberikanmu apa-apa.”
“Tidak
Angel, kau sudah memberikanku banyak sekali kebahagiannya yang tak ternilai
harganya. Kau berada di sampingku sampai detik ini adalah suatu kebahagiaan
yang teramat sangat luar biasa untukku. Menikahlah denganku Angel, aku ingin
kau menjadi mendampingku sampai mau memisahkan kita kelak?”
Aku
tercekat mendengar ucapannya barusan,” Gale.. ap-apa kau sedang melamarku?”
“Iya,
sayang. Aku sedang memintaku untuk menjadi pendamping hidupku selamanya.
Lihatlah layar itu.”
Aku
langsung mengalihkan pandanganku kea rah layar yang berada didepan kami. Di
sada ada sebuah tulisan yang sangat besar sekali. DHEANDRA WOULD YOU MARRY ME? Mataku secara reflex melebar ketika
membaca tulisan di layar itu. Aku hanya bisa membekap mulutku agar air mataku
tidak tumpah membasahi pipiku. Ya Tuhan…
“Gale…
Ini… ini…”
“Aku
serius dengan ucapnku, Angel.” Lalu Gale terlihat mengeluarkan sebuah kotak
kecil berwarna hitam dari dalam sakunya, ternyata isinya adalah sebuah cincin
platina bertahtakan sebuah berlian berwarna biru yang sangat indah sekali. “Dheandra Ilana Putri, would you be my
wife?”
Mataku
sudah memanas dan air mataku mulai jatuh di pipiku, dengan yakin aku
mengatakan, “Yes, I would Gale.”
Lalu
Gale menyematkan cincin itu ke jari manisku, dan menciumnya dengan sangat
lembut. Lalu aku langsung memeluknya dengan sangat erat, dan air mataku sudah
tidak bisa di bending lagi, kebahagiaan yang aku rasakan malam ini benar-benar
tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.
“I love you, really really love
you Gale.”
“And I love you too my Angel.”
Ia mencium bibirku dengan sangat lembut sekali, “Ayo kita makan malam sekarang,
sayang. Kau pasti sudah merasa lapar, kan.”
Gale
menjentikan jarinya lalu beberapa pelayan muncul membawakan makanan dan minuman
untuk kami berdua lalu mereka pergi lagi ke dalam. Makanan yang tersaji di meja
membuat air liurku hampir menetes, lalu kami menikmati makan malam kami dengan
diiringi music yang sangat romantic sekali. Dan setelah selesai kami menikmani
wine sambil berbincang-bincang.
“Terima
kasih untuk malam terindah dalam hidupku, Gale.”
“Semuanya
untukkmu, Angel. Maukah kau berdansa denganku?”
“Tapi
aku tidak pandai berdansa, Gale.”
“Ayolah
Angel, aku akan menuntunmu. Dan aku berjanji tidak akan membuatmu terjatuh
apalagi sampai menginjak kakimu.”
“Kau
meledekku…” aku menekuk bibirku kesal.
“Aku
hanya bercanda sayang. Ayo, berdansalah denganku Mrs. Harold-ku tercinta.”
Gale
mengulurkan tangannya dan aku langsung menyambut uluran tangannya itu sambil
berdiri. Lalu Gale mengajakku berjalan agak menjauh dari meja. Aku melingkarkan
lenganku menggantuk di lengan Gale, sedangkan ia melingkarkan tangannya di pingganggu.
Menarikku agar lebih menempel dengan tubuhnya. Dan ketika alunan music Bach bergema kami mulai bergerak mengikuti
irama dengan perlaham.
Kami terhayut dalam alunan music yang sangat romantic
ini. Kami saling menatap mata masing-masing. Aku sangat mencintai pria ini sangat
mencintainya dan pria ini akan segera menjadi suamiku menjadi milikku seutuhnya,
ya Tuhan aku benar-benar tidak menyangka akan menjadi istrinya. Dan aku berharap
bahwa semua ini bukan mimpi.
“Mrs.
Harold-ku… Kau milikku, hanya milikku selamanya.”
“Aku
milikmu Mr. Harold, selamanya.” Aku mengecup bibirnya.
Tiba-tiba
ada sesuatu yang jatuh dari atas…
Bunga…
Hujan bungan? Bagaimana bisa?
“Aku
sengaja menyianpakan ini untukmu, Angel.”
“Bagaimana
kau tahu bahwa aku sangat ingin seklai berdansa dengan guyuran bunga yang seolah-olah
jatuh dari langit?”
Gale
hanya tersenyum mendengar pertanyaanku itu, “Jangan banyak bertanya, sayang. Nikmatilah
malamini, aku tidak mau berdebat denganmu, Angel.”
Gale
menarik daguku lalu menciumnya, lembut dan sangat intents. Ia meremas pinggangku
dengan lembut, lidahnya mulai menyeruak masuk kedalam bibirku dan membelai lidahku
dengan lembut. Ciuman kami berdua berubah menjadi sebuah ciuman yang panas, liar
dan sangat bergairah sekali.
Waaaahhhh....
BalasHapusRomantis bgt.
aku mau,aku mau.
#ehh salah ya :p
pokoknya romantis bgt.
feel nya dapet.
selamat,selamat ya Mrs Dheandra Harold.
next Chapter ya kakak :*
Gk romantis Syaaaaaa
Hapusaahhh…so sweet…so romantic *.*
BalasHapusGaalleeee, I do…I do
*loncat-loncat
Jgn lama2 meritnya ya hon. Pgn cpt2 jd Dhee Harold a.k.a Mrs. Harold :**
love this sist :*
next chapter pleaaaseeeee
Romantis sebelah mananya dhee :O
HapusAncur bgt kyak begini....
Bmyak bgt typonya lagi
>ͺ<
T~T
U.U
Ahhhhhhhhhhhh.........
BalasHapusTYPOOOOOOOOOOIOOO (>ͺ<)
TYPOOOOOOOOOOOOOO (>ͺ<)