Senin, 17 Desember 2012

Chapter 25


Chapter 25

 Namun tak lama kemudian aku merasakan kembali miliknya yang kembali membesar di dalam diriku, lalu Mark mulai menggerakan lagi keluar masuk dan gairahkupun kembali bangun setelah beberapa menit aku merasakan ia kemballi meledak di dalam diriku. Lalu berguling kesampingku setelah nafas kami berdua kembali normal. Mark mengecup bibirku dan memelukku. Aku tak bisa membuka mataku lagi, percintaan yang baru saja terjadi benar-benar hebat dan menguras semua tenagaku. Sampai akhirnya kami berdua terlelap karena kecapaian.

                Dan sejak hari itu hubungan kami berdua semakin erat dan tidak ada yang menganggu lagi.

***

                Sejak kejadian di kampus itu Kyle terus saja menemuiku, jika tidak sedang berada di kampus ia tak henti-hentinya menghubungi. Ia sangat yakin sekali bahwa bayi yang sedang aku kandung ini adalah darah dagingnya. Semua ini benar-benar membuatku pusing, aku tak tahu harus mengatakan apa. Aku mulai ketakutkan, bagaimana jika pernyataannya itu benar. Bahwa bayi ini adalah darah daging Kyle bukan Zach.

                Seperti hari itu, Kyle kembali menghampiriku tepat ketika Asya dan Dhea sudah pulang duluan sedangkan Zach sedang berada di Seattle untuk mengurus perusahaannya di sana selama beberapa hari.

                “Kau mau apalagi, Kyle? berhentilah mengganggu kehidupanku.”
                “Ya Tuhan Lila mengapa kau masih saja tidak bisa mempercayainya. Dengar, bayi itu adalah anakku dia darah dagingku, akulah ayahnya bukan Zach.”
                “Mengapa kau yakin sekali, Kyle. Hanya Zach satu-satunya pria yang pernah bercinta denganku, bagaimana mungkin aku bisa mengandung anakmu. Kau jangan gila, Kyle.”
                “Kau pernah bercinta denganku Lila, ketika di Hawaii waktu itu. Apakah kamu lupa? Kita bercinta semalaman di kamarmu dan percintaan kita sangat panas sekali.”
               
                Aku langsung membisu mendengar perkataannya. Pikiranku langsung melayang pada kejadian di Hawaii waktu itu. Malam itu aku pulang ke hotel dalam keadaan mabuk berat lalu bertemu dengan Kyle di dekat kamarku dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa. Yang aku ingat hanya ketika akuangun di pagi hari aku medapati diriku tanpa sehelaipun pakaian yang menutupi tubuhku dan Kyle tidur di sampingku dalam keadaan yang sama. Y Tuhan, aku memang sudah tidur dengannya…

                “Kau sudah bisa mengingatnya, bukan? Mengingat apa yang kita lakukan malam itu.”
                “Apakah kau sengaja melakukannya padaku, Kyle?”
                “Ya, aku sengaja melakukannya karena aku sangat mencintaimu Lila. Aku ingin kau kembali menjadi milikku. Membuatmu mengandung anakku adalah pilihan yang sangat tepat.”
                “Kau… Kau… Kau keterlaluan Kyle, aku…”
                “Berhentilah membohongi dirimu terus menerus Lila. Aku tahu kau masih mencintaiku, bahkan kau lebih mencintai diriku daripada Zach.”

                Aku mengepalkan tanganku ketika mendengar perkataannya. Ya, semua yang dikatakannya memang benar, aku lebih mencintai Kyle daripada Zach. Tapi aku tidak bisa menerima cara yang di tempuhnya untuk mendapatkanku kembali.                 

                “Cukup Kyle, hentikan semua omong kosongmu itu. Aku mau pulang. Awww…” ketika hendak berdiri tiba-tiba perutku terasa sakit seperti kram.
                “Kau baik-baik saja? Ada apa dengan perutmu?”
                “Jangan pedulikan aku, aku mau pulang Kyle, permisi.”
                “Tidak, aku tidak akan membiarkanmu pulang dalam keadaan seperti ini Lila. Bagaimanapun juga bayi sedang kau kandung saat ini adalah darah dagingku. Dan aku berkewajiban untuk menjaganya.” Aku hanya terdiam mendengar perkataannya. “Ayo, aku akan mengantarkanmu pulang. Kebetulan sekali hari ini aku membawa mobil.”

                Kyle mengulurkan tangannya padaku dan dengan ragu-ragu aku menyambut uluran tangannya itu. Lalu kami berjalan menuju ke parkiran, Kyle menggenggam tanganku dengan sangat erat sekali bahkan sesekali menciuminya. Ada perasaan bahagia dalam hatiku, seperti inilah yang aku inginkan dari dulu. Jalan bergandengan dengan Kyle seperti ini sepanjang waktu.
                Lalu Kyle mengajakku masuk kedalam sebuah mobil Lamborghini berwarna silver. Dalam perjalan menuju ke apartemen Kyle terus saja berbicara tentang kehamilanku, seperti nama untuk bayiku nanti. Kyle sangat antusias sekali, bahkan ia sudah menandatangani sebuah kontrak untuk rekaman album pertamanya. Dan yang mengejutkan lagi ia sudah menyiapkan sebuah rumah untukku setelah mendengar tentang kehamilanku ini. Ya Tuhan, aku benar-benar bingung. Apa yang harus aku lakukan saat ini.

                “Sayang, apakah kau ingin makan sesuatu dulu sebelum kita pulang?”
                “Tidak usah Kyle, terima kasih.”
                “Ayolah, tadi ketika di kantin kau tidak makan apapun.”
                “Aku tidak lapar, Kyle.”
                “Kau harus makan, La. Lapar ataupun tidak kau harus tetap makan kau sedang hamil, sayang.”
                “Terserah kau saja, Kyle. Bawa aku ketempat yang enak baik makanan maupun suasananya.”
                “Oke.”

                Ia langsung memamerkan senyumannya yang menawan itu. Senyuman yang sangat aku rindukan. Aku tak yakin akan melihatnya lagi tapi ternyata hari ini aku melihatnya lagi. Apa yang harus aku lakukan apabila yang di katakan oleh Kyle semuanya benar. Bahwa bayi ini benar-benar darah dagingnya bukan darah daging Zach. Aku sangat ingin sekali menghiang agar Kyle maupun Zach tidak bisa menemukanku sama sekali. Tiba-tiba suara Kyle mengiterupsi lamunanku…

                “Lila, kita sudah sampai. Tunggu sebentar biar aku membuka pintu untukmu.”

                Ia turun dari mobil, memutar dan membukakan pintu untukku. Ia juga membantuku untuk turun, Kyle jadi sangat posesif dan overprotective seperti Zach. Lalu kami masuk kesebuah restoran yang menyajikan pemandangan yang langsung mengarah ke sebuah padang rumput yang hijau dengan bunga lily yang tumbuh di tengah-tengahnya. Tempat kesukaanku bagaimana ia bisa tahu?

                “Bagaimana? Apakah kau menyukai tempatnya?”
                “Kyle, tempat ini sangat indah sekali. Bagaimana kau tahu bahwa aku menyukai padang rumput yang hijau dan bunga lily?”
                “Sebenarnya aku sudah mengetahuinya sejak pertama kali aku mendekatimu. Kau mau makan apa?”
                “Pesankan sesuatu untukku yang lezat. Suasananya membuat nafsu makanku bertambah.”

                Kyle tersenyum geli mendengar ucapanku,lalu ia memesan dua porsi steak dengan kentang dan berbagai sayuran hijau, noodle chicken stir-fry, pudding coklat caramel dan dua gelas jus strawberry orange. Lagi-lagi ia tahu bahwa aku sangat suka sekali meminum jus strawberry yang di campur dengan jeruk. Kyle memesan banyak sekali makanan seperti biasanya.

                Aku mengerutkan keningku ketika satu persatu makanan yang di pesannya datang, “Kau memesan semua ini?”
                “Ya, kau tidak ada alasan untuk tidak memakannya.”
                “Nafsu makanku memang jadi bertambah sejak hamil tapi tidak sebanyak ini, Kyle.”
                “Semua makanan ini sangat enak, aku biasa makan di sini bersama Maa dan Paa. Dan kau adalah wanita pertama yang pernah aku ajak ke sini.”
                Aku merasa sangat senang bahwa ia belum pernah mengajak wanita lain datang ketempat ini, “Terima kasih sudah mengajakku ketempat yang indah ini, Kyle.”
                “Aku memang ingin mengajakmu ketempat ini sudah sejak lama. Ayo kita makan.”

                Lalu kami menikmati makanan yang ada di meja kami. Ternyata semua makanan ini memang benar-benar lezat, sama seperti yang sudah di katakan oleh Kyle. Tanpa sadar aku makan dengan begitu lahapnya sampai sampai Kyle tersenyum melihatku yang sedang makan.
               
                “Kenapa?”
                “Tidak ada apa-apa, aku senang jika melihatmu makan dengan lahap seperti ini.”
                “Karena makanannya enak.” Wajahku langsung memerah, “Lalu mengapa kau tidak memakan makananmu?”
                “Aku akan memakan dan menghabiskannya.”
                “Apakah kau sudah mulai rekaman untuk album pertamamu?”
                “Baru dua lagu yang selesai di rekam. Kapan-kapan aku akan mengajakmu ke studio.”
                “Tidak Kyle, aku merasa tidak pantas untuk mendampingimu.”
                “Kau pantas untukku Lila, sangat pantas. Kau sangat cantik, bagiku tak ada yang lain yang akan bisa mengalahkan kecantikan wajah dan hatimu.”
                “Jangan membuat wajahku merah, Kyle.”
                “Aku sungguh-sungguh Lila. Bahkan aku ingin segera menikahimu sebelum albumku selesai.”
                “Uhukk…” aku langsung tersedak ketika mendengar ucapnnya yang terakhir itu.
                “Pelan-pelan, sayang.” Ia menepuk punggungku pelan, “Ini minum dulu,pelan-pelan saja.”
                Aku langsung meminum air putih yang di berikannya, “Terima kasih.”
                “Kau baik-baik saja?”
                “Aku baik-baik saja. Aku hanya terkejut mendengar ucapanmu barusan, Kyle.”
                 “Aku serius dengan ucapanku Lila. Aku akan segera menikahimu.”
                “Jangan konyol, Kyle. Aku masih bersama Zach, lagipula aku juga tidak yakin bahwa bayi ini adalah anakmu. Kau tidak mempunyai bukti yang kuat untuk membuktikannya, bukan.”
                “Hatiku tidak bisa di bohongi, Lila. Aku sangat yakin bahwa bayi itu anakku baiklah kalau begitu besok pagi kita pergi ke rumah sakit. Kita akan melakukan test DNA untuk membuktikannya, jika hasilnya bayi itu memang bukan anakku aku tidak akan pernah mengganggumu lagi. Tapi jika sebaliknya aku akan segera menikahimu.”
                “Oke.” Suaraku bergetar ketika mengucapkannya.

                Aku benar-benar sangat takut sekali. Jika bayi ini memang anak Kyle aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya pada Zach nanti. Aku pasti akan bahagia jika mendengar bayi ini adalah darah daging Kyle, tapi aku tak mau menyakiti Zach. Dia pria yang sangat baik dan dia juga sangat mencintaiku. Lalu Kyle mengantarkanku pulang, hanya saja aku memintanya untuk mengantarku sampai depan gedung saja. Aku tidak mau masalah ini semakin rumit, apalagi Kak Eric bilang sedang menungguku di apartemen.

                Dengan lemas aku membuka pintu apartemenku dan mendapati Kak Eric, Gale, Dhea, Asya dan Mark sedang mengobrol bersama.

                “Akhirnya kau pulang juga, La. Aku pikir kau sudah sampai dari tadi.”
                “Tidak Dhee, tadi aku pergi berjalan-jalan dulu sebentar.” Aku duduk di samping Kak Eric.
                “Mengapa kau tidak menghubungiku.”
                “Aku ingin pergi berjalan-jalan sendiri, Kak. Aku permisi dulu, aku sangat sangat lelah sekali.”

                Aku langsung masuk ke kamar dan membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Kepalaku sangat sangat sakit sekali. Perutku kembali bergolak, rasa mual yang beberapa hari terakhir ini sudah tidak aku alami mendadak muncul. Aku langsung lari ke kamar mandi dan muntah-muntah disana. Lalu aku mendengar suara Kak Eric yang mengetuk pi ntu kamarku. Dengan tergopoh-gopoh aku langsun menuju pintu untuk membukanya.

                “Apakah kau baik-baik saja? Wajahmu sangat pucat.”
                Aku berjalan menuju ke tempat tidurku lalu berbaring, “Aku baik-baik saja, Kak.” Lalu aku merasakan Kak Eric duduk di sampingku.
                “Apa kau yakin baik-baik saja?”
                “Sangat yakin, ini hal yang biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil muda, Kak. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, aku hanya ingin tidur sebentar saja.”
                “Baiklah kalau begitu, tidurlah aku aka nada di depan jika kau membutuhkan sesuatu.”
                “Kak, terima kasih.”

                Lalu aku mendengar suara pintu di tutup. Aku kembali memejamkan mataku, menenangkan pikiranku. Aku tidak mau pikiran-pikiran ini mengganggu kehamilanku.

                Karena sangat lelah aku baru terbangun ada keesokan harinya. Dengan malas aku pegi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai aku keluar kamar dan tidak melihat siapapun, aku langsung tertarik pada secarik kertas yang berada di atas meja makan. Rupanya itu pesan yang di tulis oleh Dhea.

4 komentar:

  1. Kylee main klaim aja anak orang hahah..
    *emg anak dia yaa :D

    Galau tuh Lila pilih Kyle ato Zac. ckckckck.

    kyknya Chap selnjutnya bakal ada adu jotos Kyle vs Eric, Kyle vs Zac yaa..

    Mari menunggu.

    Thanks buat Chap ini ya kak :*
    (bwt Mark Asya nya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu emak anaknya sya...
      hehehe


      kpnasankah Sya???

      Hohohoho xD

      Hapus
  2. Mark Asya makin hot ajj nih :O

    cinta segitiga Lila,Kyle n Zach jg makin panas nih :O

    *Beli kipas yg byk

    Next chapter di tungguin loch sist :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih dhee lagi pada pana semuanya...

      Lg cari ide buat scence Gale sama Dhee yg hot bgt nih...
      hahahaha xP

      Hapus