Chapter 25
Namun tak lama kemudian aku merasakan kembali
miliknya yang kembali membesar di dalam diriku, lalu Mark mulai menggerakan
lagi keluar masuk dan gairahkupun kembali bangun setelah beberapa menit aku
merasakan ia kemballi meledak di dalam diriku. Lalu berguling kesampingku
setelah nafas kami berdua kembali normal. Mark mengecup bibirku dan memelukku. Aku
tak bisa membuka mataku lagi, percintaan yang baru saja terjadi benar-benar
hebat dan menguras semua tenagaku. Sampai akhirnya kami berdua terlelap karena
kecapaian.
Dan
sejak hari itu hubungan kami berdua semakin erat dan tidak ada yang menganggu
lagi.
***
Sejak
kejadian di kampus itu Kyle terus saja menemuiku, jika tidak sedang berada di
kampus ia tak henti-hentinya menghubungi. Ia sangat yakin sekali bahwa bayi
yang sedang aku kandung ini adalah darah dagingnya. Semua ini benar-benar
membuatku pusing, aku tak tahu harus mengatakan apa. Aku mulai ketakutkan,
bagaimana jika pernyataannya itu benar. Bahwa bayi ini adalah darah daging Kyle
bukan Zach.
Seperti
hari itu, Kyle kembali menghampiriku tepat ketika Asya dan Dhea sudah pulang
duluan sedangkan Zach sedang berada di Seattle untuk mengurus perusahaannya di
sana selama beberapa hari.
“Kau
mau apalagi, Kyle? berhentilah mengganggu kehidupanku.”
“Ya
Tuhan Lila mengapa kau masih saja tidak bisa mempercayainya. Dengar, bayi itu
adalah anakku dia darah dagingku, akulah ayahnya bukan Zach.”
“Mengapa
kau yakin sekali, Kyle. Hanya Zach satu-satunya pria yang pernah bercinta
denganku, bagaimana mungkin aku bisa mengandung anakmu. Kau jangan gila, Kyle.”
“Kau
pernah bercinta denganku Lila, ketika di Hawaii waktu itu. Apakah kamu lupa?
Kita bercinta semalaman di kamarmu dan percintaan kita sangat panas sekali.”
Aku
langsung membisu mendengar perkataannya. Pikiranku langsung melayang pada
kejadian di Hawaii waktu itu. Malam itu
aku pulang ke hotel dalam keadaan mabuk berat lalu bertemu dengan Kyle di dekat
kamarku dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa. Yang aku ingat hanya ketika
akuangun di pagi hari aku medapati diriku tanpa sehelaipun pakaian yang
menutupi tubuhku dan Kyle tidur di sampingku dalam keadaan yang sama. Y Tuhan,
aku memang sudah tidur dengannya…
“Kau
sudah bisa mengingatnya, bukan? Mengingat apa yang kita lakukan malam itu.”
“Apakah
kau sengaja melakukannya padaku, Kyle?”
“Ya,
aku sengaja melakukannya karena aku sangat mencintaimu Lila. Aku ingin kau
kembali menjadi milikku. Membuatmu mengandung anakku adalah pilihan yang sangat
tepat.”
“Kau…
Kau… Kau keterlaluan Kyle, aku…”
“Berhentilah
membohongi dirimu terus menerus Lila. Aku tahu kau masih mencintaiku, bahkan kau
lebih mencintai diriku daripada Zach.”
Aku
mengepalkan tanganku ketika mendengar perkataannya. Ya, semua yang dikatakannya
memang benar, aku lebih mencintai Kyle daripada Zach. Tapi aku tidak bisa
menerima cara yang di tempuhnya untuk mendapatkanku kembali.
“Cukup
Kyle, hentikan semua omong kosongmu itu. Aku mau pulang. Awww…” ketika hendak
berdiri tiba-tiba perutku terasa sakit seperti kram.
“Kau
baik-baik saja? Ada apa dengan perutmu?”
“Jangan
pedulikan aku, aku mau pulang Kyle, permisi.”
“Tidak,
aku tidak akan membiarkanmu pulang dalam keadaan seperti ini Lila. Bagaimanapun
juga bayi sedang kau kandung saat ini adalah darah dagingku. Dan aku
berkewajiban untuk menjaganya.” Aku hanya terdiam mendengar perkataannya. “Ayo,
aku akan mengantarkanmu pulang. Kebetulan sekali hari ini aku membawa mobil.”
Kyle
mengulurkan tangannya padaku dan dengan ragu-ragu aku menyambut uluran
tangannya itu. Lalu kami berjalan menuju ke parkiran, Kyle menggenggam tanganku
dengan sangat erat sekali bahkan sesekali menciuminya. Ada perasaan bahagia
dalam hatiku, seperti inilah yang aku inginkan dari dulu. Jalan bergandengan
dengan Kyle seperti ini sepanjang waktu.
Lalu
Kyle mengajakku masuk kedalam sebuah mobil Lamborghini berwarna silver. Dalam
perjalan menuju ke apartemen Kyle terus saja berbicara tentang kehamilanku,
seperti nama untuk bayiku nanti. Kyle sangat antusias sekali, bahkan ia sudah
menandatangani sebuah kontrak untuk rekaman album pertamanya. Dan yang
mengejutkan lagi ia sudah menyiapkan sebuah rumah untukku setelah mendengar
tentang kehamilanku ini. Ya Tuhan, aku benar-benar bingung. Apa yang harus aku
lakukan saat ini.
“Sayang,
apakah kau ingin makan sesuatu dulu sebelum kita pulang?”
“Tidak
usah Kyle, terima kasih.”
“Ayolah,
tadi ketika di kantin kau tidak makan apapun.”
“Aku
tidak lapar, Kyle.”
“Kau
harus makan, La. Lapar ataupun tidak kau harus tetap makan kau sedang hamil,
sayang.”
“Terserah
kau saja, Kyle. Bawa aku ketempat yang enak baik makanan maupun suasananya.”
“Oke.”
Ia langsung
memamerkan senyumannya yang menawan itu. Senyuman yang sangat aku rindukan. Aku
tak yakin akan melihatnya lagi tapi ternyata hari ini aku melihatnya lagi. Apa
yang harus aku lakukan apabila yang di katakan oleh Kyle semuanya benar. Bahwa
bayi ini benar-benar darah dagingnya bukan darah daging Zach. Aku sangat ingin
sekali menghiang agar Kyle maupun Zach tidak bisa menemukanku sama sekali.
Tiba-tiba suara Kyle mengiterupsi lamunanku…
“Lila,
kita sudah sampai. Tunggu sebentar biar aku membuka pintu untukmu.”
Ia
turun dari mobil, memutar dan membukakan pintu untukku. Ia juga membantuku untuk
turun, Kyle jadi sangat posesif dan overprotective seperti Zach. Lalu kami
masuk kesebuah restoran yang menyajikan pemandangan yang langsung mengarah ke
sebuah padang rumput yang hijau dengan bunga lily yang tumbuh di
tengah-tengahnya. Tempat kesukaanku bagaimana ia bisa tahu?
“Bagaimana?
Apakah kau menyukai tempatnya?”
“Kyle,
tempat ini sangat indah sekali. Bagaimana kau tahu bahwa aku menyukai padang
rumput yang hijau dan bunga lily?”
“Sebenarnya
aku sudah mengetahuinya sejak pertama kali aku mendekatimu. Kau mau makan apa?”
“Pesankan
sesuatu untukku yang lezat. Suasananya membuat nafsu makanku bertambah.”
Kyle
tersenyum geli mendengar ucapanku,lalu ia memesan dua porsi steak dengan
kentang dan berbagai sayuran hijau, noodle
chicken stir-fry, pudding coklat caramel dan dua gelas jus strawberry
orange. Lagi-lagi ia tahu bahwa aku sangat suka sekali meminum jus strawberry
yang di campur dengan jeruk. Kyle memesan banyak sekali makanan seperti
biasanya.
Aku
mengerutkan keningku ketika satu persatu makanan yang di pesannya datang, “Kau
memesan semua ini?”
“Ya,
kau tidak ada alasan untuk tidak memakannya.”
“Nafsu
makanku memang jadi bertambah sejak hamil tapi tidak sebanyak ini, Kyle.”
“Semua
makanan ini sangat enak, aku biasa makan di sini bersama Maa dan Paa. Dan kau
adalah wanita pertama yang pernah aku ajak ke sini.”
Aku
merasa sangat senang bahwa ia belum pernah mengajak wanita lain datang ketempat
ini, “Terima kasih sudah mengajakku ketempat yang indah ini, Kyle.”
“Aku
memang ingin mengajakmu ketempat ini sudah sejak lama. Ayo kita makan.”
Lalu
kami menikmati makanan yang ada di meja kami. Ternyata semua makanan ini memang
benar-benar lezat, sama seperti yang sudah di katakan oleh Kyle. Tanpa sadar
aku makan dengan begitu lahapnya sampai sampai Kyle tersenyum melihatku yang
sedang makan.
“Kenapa?”
“Tidak
ada apa-apa, aku senang jika melihatmu makan dengan lahap seperti ini.”
“Karena
makanannya enak.” Wajahku langsung memerah, “Lalu mengapa kau tidak memakan
makananmu?”
“Aku
akan memakan dan menghabiskannya.”
“Apakah
kau sudah mulai rekaman untuk album pertamamu?”
“Baru
dua lagu yang selesai di rekam. Kapan-kapan aku akan mengajakmu ke studio.”
“Tidak
Kyle, aku merasa tidak pantas untuk mendampingimu.”
“Kau
pantas untukku Lila, sangat pantas. Kau sangat cantik, bagiku tak ada yang lain
yang akan bisa mengalahkan kecantikan wajah dan hatimu.”
“Jangan
membuat wajahku merah, Kyle.”
“Aku
sungguh-sungguh Lila. Bahkan aku ingin segera menikahimu sebelum albumku
selesai.”
“Uhukk…”
aku langsung tersedak ketika mendengar ucapnnya yang terakhir itu.
“Pelan-pelan,
sayang.” Ia menepuk punggungku pelan, “Ini minum dulu,pelan-pelan saja.”
Aku
langsung meminum air putih yang di berikannya, “Terima kasih.”
“Kau
baik-baik saja?”
“Aku
baik-baik saja. Aku hanya terkejut mendengar ucapanmu barusan, Kyle.”
“Aku serius dengan ucapanku Lila. Aku akan
segera menikahimu.”
“Jangan
konyol, Kyle. Aku masih bersama Zach, lagipula aku juga tidak yakin bahwa bayi
ini adalah anakmu. Kau tidak mempunyai bukti yang kuat untuk membuktikannya, bukan.”
“Hatiku
tidak bisa di bohongi, Lila. Aku sangat yakin bahwa bayi itu anakku baiklah
kalau begitu besok pagi kita pergi ke rumah sakit. Kita akan melakukan test DNA
untuk membuktikannya, jika hasilnya bayi itu memang bukan anakku aku tidak akan
pernah mengganggumu lagi. Tapi jika sebaliknya aku akan segera menikahimu.”
“Oke.”
Suaraku bergetar ketika mengucapkannya.
Aku
benar-benar sangat takut sekali. Jika bayi ini memang anak Kyle aku tak tahu
bagaimana harus mengatakannya pada Zach nanti. Aku pasti akan bahagia jika
mendengar bayi ini adalah darah daging Kyle, tapi aku tak mau menyakiti Zach. Dia
pria yang sangat baik dan dia juga sangat mencintaiku. Lalu Kyle mengantarkanku
pulang, hanya saja aku memintanya untuk mengantarku sampai depan gedung saja. Aku
tidak mau masalah ini semakin rumit, apalagi Kak Eric bilang sedang menungguku
di apartemen.
Dengan
lemas aku membuka pintu apartemenku dan mendapati Kak Eric, Gale, Dhea, Asya
dan Mark sedang mengobrol bersama.
“Akhirnya
kau pulang juga, La. Aku pikir kau sudah sampai dari tadi.”
“Tidak
Dhee, tadi aku pergi berjalan-jalan dulu sebentar.” Aku duduk di samping Kak
Eric.
“Mengapa
kau tidak menghubungiku.”
“Aku
ingin pergi berjalan-jalan sendiri, Kak. Aku permisi dulu, aku sangat sangat
lelah sekali.”
Aku
langsung masuk ke kamar dan membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Kepalaku
sangat sangat sakit sekali. Perutku kembali bergolak, rasa mual yang beberapa
hari terakhir ini sudah tidak aku alami mendadak muncul. Aku langsung lari ke
kamar mandi dan muntah-muntah disana. Lalu aku mendengar suara Kak Eric yang
mengetuk pi ntu kamarku. Dengan tergopoh-gopoh aku langsun menuju pintu untuk
membukanya.
“Apakah
kau baik-baik saja? Wajahmu sangat pucat.”
Aku
berjalan menuju ke tempat tidurku lalu berbaring, “Aku baik-baik saja, Kak.” Lalu
aku merasakan Kak Eric duduk di sampingku.
“Apa
kau yakin baik-baik saja?”
“Sangat
yakin, ini hal yang biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil muda, Kak. Kau tidak
perlu mengkhawatirkanku, aku hanya ingin tidur sebentar saja.”
“Baiklah
kalau begitu, tidurlah aku aka nada di depan jika kau membutuhkan sesuatu.”
“Kak,
terima kasih.”
Lalu
aku mendengar suara pintu di tutup. Aku kembali memejamkan mataku, menenangkan
pikiranku. Aku tidak mau pikiran-pikiran ini mengganggu kehamilanku.
Karena
sangat lelah aku baru terbangun ada keesokan harinya. Dengan malas aku pegi ke
kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai aku keluar kamar dan tidak melihat
siapapun, aku langsung tertarik pada secarik kertas yang berada di atas meja
makan. Rupanya itu pesan yang di tulis oleh Dhea.
Kylee main klaim aja anak orang hahah..
BalasHapus*emg anak dia yaa :D
Galau tuh Lila pilih Kyle ato Zac. ckckckck.
kyknya Chap selnjutnya bakal ada adu jotos Kyle vs Eric, Kyle vs Zac yaa..
Mari menunggu.
Thanks buat Chap ini ya kak :*
(bwt Mark Asya nya)
Itu emak anaknya sya...
Hapushehehe
kpnasankah Sya???
Hohohoho xD
Mark Asya makin hot ajj nih :O
BalasHapuscinta segitiga Lila,Kyle n Zach jg makin panas nih :O
*Beli kipas yg byk
Next chapter di tungguin loch sist :*
Iya nih dhee lagi pada pana semuanya...
HapusLg cari ide buat scence Gale sama Dhee yg hot bgt nih...
hahahaha xP