Chapter 28
Lalu
Kyle mengajakku pergi dari ruang keluarga menuju ke kamarnya dan untungnya
kamarnya itu berada di lantai satu. Kyle menyimpan tas yang di bawanya di atas
meja yang berada di dekat lemari, sedangkan aku duduk di atas tempat tidur.
“Istirahatlah,
sayang. Nanti kita akan berkumpul kembali saat makan malam tiba.”
“Kau
juga harus istirahat, kau sudah menyetir seharian ini.”
Lalu
Kyle naik keatas tempat tidur dan mengajakku berbaring, “Iya, aku juga akan
beristirahat. Aku akan ikut tidur bersamamu, sayang. Pejamkanlah matamu, atau
aku akan melakukan sesuatu padamu agar kau menutup mata indahmu itu.” Ucapnya
sambil tersenyum jahil.
“Kehamilanku
baru empat minggu, Kyle. Jadi jangan meminta yang aneh-aneh padaku sekarang.”
Ia
memelukku dengan gemas, “Iya, aku mengerti sayang. Ayo kita tidur, aku sangat
lelah sekali.”
Lalu
kami berduapun terlelap karena kelelahan. Sinar matahari senja yang menerobos
masuk ke kamar menerpa wajahku, sehingga mau tidak mau aku langsung membuka
mataku. Ah, aku sedang berada di rumah Kyle di Georgia. Aku menemukan Kyle baru
keluar dari kamar mandi, ia terlihat sangat segar sekali. Ia lalu menghampiriku
yang masih terbaring di atas tempat tidur.
“Akhirnya
kau bangun juga sayang, mau mandi?”
“Tentu
saja aku mau mandi, tubuhku lengket dan sangat tidak nyaman.”
“Aku
sudah menyiapkan air hangat di bathtub, hati-hati ya. Aku akan berada di ruang
keluarga, segera keluarlah jika kau sudah selesai.” Ia mengecup bibirku lalu
pergi keluar.
Aku
bangun dan langsung mandi, setelah itu langsung ke ruang keluarga untuk
bergabung bersama keluarga besar calon suamiku. Lalu kami melanjutkan acaranya
ke makan malam bersama di halaman belakang rumah. Tadi sore ketika akan pergi
mandi Mama menelepon bahwa beliau sudah sampai di New York. Jadi mau tidak mau
aku dan Kyle harus pulang ke New York besok pagi.
Tidak
terasa hari pernikahanpun tiba. Aku benar-benar syok melihat rumah yang sudah
di beli oleh Kyle untukku. Rumah itu sangat indah sekali, berada di kawasan
pinggiran kota New York. Daerahnya masih hijau. Karena panorama yang di dapat
dari rumah itu adalah langsung menuju ke padang rumput yang sangat luas sekali
dan tak jauh dari situ ada sebuah danau kecil yang sngat indah. Tapi Kyle sudah
menanam bunga lily untuk melengkapi padang rumput yang hijau itu.
Dan
dekorasi pernikahannya pun sangat hebat menurutku. Ada sebuah tenda berukuran
besar yang di bangun di halaman belakang, lalu dekorasi berbagai bunga di sana
sini dan didominasi oleh warna putih dan silver. Sehingga membuat tempat ini
jadi terlihat mewah dan elega,
Meskipun yang akan hadir hanya
keluarga kami dan kerabat dekat saja, tapi Kyle membuatnya seperti sebuah pesta
yang sangat mewah. Dan saat ini aku sedang sangat gugup sekali, aku masih di
kamar di temani oleh Dhea dan Asya mereka berdua sangat cantik sekali. Bahkan
aku sangat yakin sekali setelah acara ini pasti mereka berdua pasti akan di
lamar oleh kekasih mereka berdua.
“Apakah
make-upnya masih oke?”
“Masih
La, kau terlihat cantik dengan gaun pengantin ini.”
“Kalian
berdua terlihat seperti mempelai wanita untuk pasangan kalian masing-masing.
Kalian harus segera menyusul, ya.”
“Berhenti
menggoda kami berdua, Kyla.”
“
Aku tidak menggoda kalian berdua. Sudah lama sekali kau tidak memanggilku Kyla,
Dhee.”
“Itu
artinya aku sudah sangat kesal padamu, tahu.” Aku hanya tertawa mendengar Dhea
mengomel padaku.
“Sudah
jangan bercanda terus, Lila ayo kita keluar sekarang. Ini sudah saatnya.”
“Aku
sangat sangat gugup sekali.” Aku berdiri dari tempat dudukku dan mengatur
pernafasanku agar tidak gugup.
Papa datang menjemputku, lalu kami
berempat jalan beriringan menuju ke halaman belakang rumah. Papa menggenggam
tanganku dengan sangat erat untuk menguatkan diriku agar tidak gugup. Sedangkan
Dhea dan Asya berjalan didepanku sambil beriringan. Ketika sampai di sana semua
mata langsung tertuju padaku dan itu semakin membuatku gugup.
Dan Kyle sudah menungguku didepan
sana, ia terlihat sangat tampan dengan stelan tuxedo berwarna putih. Ia benar-benar terlihat seperti Prince of Brithis, dan senyumannya yang
menawan itu benar-benar membuatku tenang dan menghilangkan perasaan gugup dalam
diriku. Kyle menyambut tanganku, lalu acara yang sacral itupun segera dimulai.
Akhirnya
upacara sacral itu selesai, aku dan Kyle sekarang sudah resmi menjadi suami
istri. Dan sekarang saatnya berpesta bersama keluarga dan teman-teman kami yang
hadir pada hari ini. Wajah Kyle terus saja dihiasi oleh senyumannya yang
menawan. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa Kyle lah yang pada akhirnya akan
menjadi pasangan hidupku, tadinya aku pikir Zach yang akan menjadi suamiku.
Tapi ternyata takdir berkata lain, aku dan Zach tidak diizinkan untuk bersatu.
Melihat Zach ada di pesta
pernikahanku membuatku merasakan bahagia dan sedih dalam waktu yang bersamaan.
Tatapan matanya masih memancarkan kesedihan meskipun ia berusaha untuk
menyembunyikannya. Orang-orang tidak bisa merasakannya tapi aku bisa. Perasaan
bersalah itu kembali menghantuiku.
“Sayang, ada apa? Apakah kau tidak
suka dengan pestanya?”
“Tidak
Kyle, aku sangat suka sekali dengan pestanya. Terima kasih sudah memberikan
kejutan yang sangat indah untukku, Kyle.”
“Sejak
pertama kali bertemu denganmu aku memang ingin memberikan kejutan seperti ini
untukmu, sayang.” Lalu Kyle mencium bibirku dengan lembut, ciumannya masih sama
seperti ia menciumku saat pertama kali menyatakan perasaannya padaku di kafe
itu.
Sebuah
suara deheman yang cukup keras dari Gale membuat Kyle melepaskan ciumannya
dengan wajah yang sedikit memerah.
“Sebaiknya kalian berdua segera
masuk kedalam kamar saja.”
“Gale…”
aku memelototinya.
“Aku
hanya bercanda Lila. Selamat untuk kalian berdua, ya.”
“Terima
kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang, Gale.”
“Gale
ada calon mertuamu disini, apakah kau sudah bertemu dengan mereka.”
“Dhee
belum mengajakku untuk bertemu dengan mereka, Lila.”
“Dhee,
mengapa kau belum mengajak Gale bertemu dengan Om dan Tante? Tuh lihat Asya
sudah mengenalkan Mark pada kedua orang tuanya.”
“Aku
akan mengenalkannya, La. Tapi aku ingin menemuimu dulu, sebelum bertemu kedua
orang tuaku, apa itu tak boleh.”
“Jangan
marah Dhee, aku hanya bercanda.”
“Ya
sudah,kalau begitu aku dan Gale pergi dulu, ya. Bye.”
Lalu
Dhea dan Gale pergi untuk menemui orang tua Dhea yang sedang mengobrol dengan
Mama dan Papaku. Ternyata Kyle juga mengundang beberapa teman di kampusnya, dan
mereka semua kaget melihat pengantin wanitanya adalah aku. Satu persatu para
tamu pamit, begitu juga dengan Mama dan Papa yang memutuskan untuk kembali ke
hotel saja. Tinggalah kini aku dan Kyle dan beberapa pelayan yang sedang
membersihkan ruangan dan taman bekas pesta.
Sesampainya di kamar aku langsung
membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Badanku benar-benar lelah sekali. Aku
tak tahu bahwa mengadakan sebuah pesta pernikahan itu benar-benar sangat
melelahkan sekali seperti ini, untungnya hanya sekali seumur hidup.
Kyle yang sudah melepas jasnya
duduk di sampingku, ia membelai punggungku yang terbuka dan menyusurinya dengan
jari-jarinya, “Mengapa kau belum mengganti pakaianmu, sayang?”
“Aku
ingin berbaring sebentar, rasanya punggungku mau patah.”
“Ayo
duduk, aku akan membantumu untuk melepaskan gaun ini.”
Dengan malas akhirnya aku
memposisikan tubuhku dalam keadaan duduk. Lalu membelai punggungku menuju
tengkukku. Lalu ia mencium bahuku yang memang terbuka juga, sedangkan tangan
yang satunya meremas payudaraku dengan lembut sekali, aku mengerang ketika ia
melakukannya.
“Pelan-pelan Kyle, agak sakit di
bagian dadaku.”
“Maaf
sayang.” Suaranya terdengar agak parau.
Kemudian dengan hati-hati ia
menurunkan gaun yang aku pakai lalu menariknya dan melemparkannya ke lantai. Ia
kembali membaringkanku lalu melumat bibirku dengan sangat lembut dan sangat
intens, dengan perlahan Kyle menggigit dan menarik bibir bawahku. Aku membalas
ciumannya sambil merangkul lehernya lalu bergerak untuk mengelus rambutnya
sambil menggerakkan tubuhku yang sudah sangat terbakar oleh gairah.
Lalu
aku menurunkan tanganku untuk membuka pakaiannya, satu persatu kancing kemejanya
aku buka dan melemparnya. Lalu aku menjalankan jari=jariku di tubuhnya,
meskipun tidak terlalu berotot seperti Zach tapi Kyle tetap terlihat sangat
menggoda. Lalu ia mendaratkan mulutnya di ujung payudaraku dan menghisapnya
dengan lembut, tubuhku semakin bergetar hebat.
“Sayang,
bolehkah aku…”
“Lakukan
dengan pelan, Kyle.”
“Aku
mengerti sayang, aku akan melakukannya selembut mungkin. Apa kau mau jika
berada di atasku?”
Aku hanya menganggung pelan
menjawab pertanyaannya. Setelah membuka pakaiannya yang tersisa Kyle berbaring
telentang. Dengan perlahan aku menaiki tubuhnya di bombing oleh Kyle, sambil
berpegangan aku mengarahnya diriku tepat diatas miliknya yang sudah membesar
dan mengeras itu. Lalu aku medorongnya masuk secara perlahan ke dalam diriku
sambil meringis.
“Pelan-pelan sayang, aku akan
memegangimu, ya, betul seperti itu. Lalu bergeraklah secara perlahan.”
Mataku melebar ketika miliknya
sudah berada di dalam diriku sepenuhnya, lalu secara perlahan mulai
menggerakkan tubuhku naik turun di atas miliknya. Ya Tuhan, rasanya benar-benar
sangat nikmat sekali. Lalu aku menurunkan tubuhku di atas dadanya lalu mencium
bibirnya, dan sekarang Kyle yang bergerak, nafas kami benar-benar seperti orang
yang sedang lari marathon, sesekali tangannya meremas dan mulunya mencium payudaraku.
“Kyle…” suaraku terdengar seperti desahan.
“Sebentar
lagi sayang,” iamenjawab sambil menggertakan giginya
Dan akhirnya kami berdua mencapai pelepasan
gairah kami bersama-sama. Kyle memeluk tubuhku dengan begitu erat dan mencium keningku
dengan penuh kerinduan.
“Aku sangat mencintaimu Mrs. Dickherber.”
“Aku
juga sangat mencintaimu, suamiku.”
Lalu
Kyle memegangiku ketika aku beranjak dari tubuhnya. Tubuhku benar-benar sangat lemas,
mataku langsung terpejam karena kelelahan, yang aku rasakan hanya tangan Kyle yang
memeluk tubuhku dengan penuh kehangatan. Lalu kami tertidur lelap.
Yeay…The wedding day has come ^^
BalasHapusits time to party \(^_^)/
:*
Tetep ada yang kurang Dhee...
HapusDan aku belum nemuin dmna kurangnya...
Kurang sreg :/
yeaaahh, pestanya telah dimulai..
BalasHapusmau dong nikah juga hahaha
*lirik Mark
Inget ya Lila Kyle, kasian Kyle Jr nya hahha :p