Jumat, 28 Desember 2012

Chapter 34


Chapter 34

                Aku menyipitkan mata mendengar ucapan dari suamiku itu, “Lapar tapi bukan untuk makanan? Apa maksudmu?”
                “Ayolah sayang, kau masa tidak tahu.” Kyle merengek seperti anak kecil.
                “Tapi aku benar-benar ingin memakan MAKANAN, kau mengerti.”
                “Bagaimana jika setelah makan?”
                “Lihat saja nanti, bantu aku menyaipkan makanannya di meja, ya.”

                Kyle langsung menyiapkan dua buah piring dan yang lainnya di atas meja sambil menggerutu. Aku tertawa cekikikan ketika melihat tingkahnya itu, setelah makanannya tersaji di atas meja makan aku dan Kyle duduk saling berhadapan. Tapi ia makan sambil menggerutu tidak jelas, mungkin ia masih kesal padaku.

                “Kenapa kau tidak menghabiskan makanannya?”
                “Aku sudah kenyang.”
                “Jangan membohongiku, aku tahu bahwa kau masih lapar.”
                “Aku sudah tidak berselera untuk makan.”
                “Ya sudah, berarti tidak aka nada makanan penutupnya untukmu.” Aku menghabiskan makannku, lalu menyimpan piring kotornya di bak cuci piring. “Ya sudah aku duluan, ya. Aku mau tidur lagi.”
                “Kau akan meninggalkanku sendirian disini?”
                “Iya, karena kau tidak mau menghabiskan makanan yang sudah susah-susah aku sediakan.”
                “Baiklah, aku akan menghabiskannya tapi kau jangan pergi keman-mana. Temani aku disini sampai aku selesai makan.”

                Aku kembali duduk dan memperhatikan Kyle yang sedang menghabiskan makanannya sambil tersenyum jahil. Hohoho, aku berhasil menjahili suamiku. Setelah selesai kami mencuci piring dan gelas yang sudah kami gunakan tadi. Lalu kami berdua segera menuju ke kamar.  Sesampainya di dalam kamar aku langsung duduk di atas tempat tidur.

                “Kyle…”
                “Ada apa, sayang?”
                “Ayo kita tidur lagi, aku masih lelah.”
                “Kau tidur saja duluan, aku mau ke studio di basement saja.”
                “Tidak kau harus menemaniku di sini.”

                Kyle pun naik ke atas tempat ditidur dan berbaring di sampingku. Ia menarik tubuhku agar ikut berbaring juga. Ia menarik tubuhku agar lebih menempel dengan tubuhnya, lalu Kyle melingkarkan lengannya memeluk tubuhku. Aku bisa mendengar nafasnya yang tidak teratur karena menahan gairahnya yang sudah meluap-luap, dan sepertinya sebentar lagi gairahnya akan meledak dan tidak akan bisa di tahan lagi.

                “Kau kenapa? Sepertinya gelisah seperti itu?”
                “Jangan menggodaku, sayang. Aku sedang berusaha menahan keinginan akan kebutuhanku.”
                “Mengapa kau tahan? Kau sudah memiliki istri, bukan.”
                “Aku tidak mau memaksamu jika kau tidak mau, sayang. Lagipula kau sedang hamil muda.”
                “Kita masih bisa bercinta asalkan kau bisa melakukannya dengan lembut dan tidak terlalu keras.”
                “Kalau begitu maukah kau bercinta denganku sekarang?”
                “Tentu saja aku mau, Kyle. Kau ini suamiku.”

                Mendengar persetujuan dariku Kyle langsung melumat bibirku dengan dengan lembut namun sangat intents sekali. Lalu bibirnya mencium leherku dengan sangat lembut, membuat tubuhku merinding dan mendesah. Tanganku meremas rambutnya ketika ia masih meciumi leherku, sedangkan tubuhku sudah menggeliat. Sementara tangannya bereksplorasi di setiap jengkal kulitku, aku menarik kaos yang di pakainya dan melemparkannya ke lantai. Kyle pun melakukan hal yang sama kepadaku, saat ini tubuh kami berdua sudah benar-benar tanpa busana.

                Ia meremas dan menghisap payudaraku dengan sangat bergairah. “Payudaramu semakin berisi, sayang. Sangat menggairah sekali.”
                “Karena aku sedang mengandung, Kyle.”

                Lalu Kyle berbaring, aku merangkak ke atas tubuhnya, menciumi wajahnya dan dadanya. Aku merasakan miliknya yang sudah setengah mengeras dan setengah membesar menekan perutku. Aku  terus menciumi setiap jengkal tubuhnya, ia bergetar ketika tiap ciumanku mendarat di kulitnya. Lalu tanganku memegang miliknya, dengan perlahan aku menggerakkan tanganku itu. Dan ia mengerang ketika aku melakukannya. Lalu aku menjilati miliknya itu dan memasukannya kedalam mulutku.

                “Sayang, apa yang akan kau lakukan padaku?” teriaknya dengan suara yang terengah-engah.

                Aku tidak menggubrisnya, malah aku semakin liar dan semakin kuat menghisap miliknya itu. Aku mulai kekurangan oksigen karena miliknya yang semakin besar di dalam diriku, bukannya menghetikan aku malah semakin mempercepat hisapan dan kocokannya dengan mulutku. Sampai tiba-tiba Kyle bangun, lalu ia membimbingku menaiki tubuhnya. Dengan perlahan aku memasukan miliknya yang sudah sangat keras dan besar kedalam diriku. Gerakan yang perlahan itu semakin membuat tubuhku terbakar, aku mengertakan bibirku ketika miliknya semakin tenggelan di dalam diriku.

                Ketika miliknya sudah berada di dalam tubuhku sepenuhnya , aku menarik nafas dalam-dalam lalu mulai menggerakkan tubuhku naik dan turun secara perlahan. Ya Tuhan, aku bisa meledak sebentar lagi. Sedangkan Kyle memegang pinggangku, kadang tangannya menyentuh dan meremas payudaraku. Aku mencondongkan tubuhku ke depan, lalu aku mencium bibir Kyle dan mengigit bibirnya dengan gemas.

                “Ayo, sayang… Datanglah untukku…”

                Suaranya membuatku meledak karena orgasme yang cukup hebat dan tubuhku langsung ambruk di atas tubuhnya. Dengan perlahan ia membalik tubuhku tanpa melepaskan dirinya dari dalam diriku terlebih dahulu. Kyle memompa dirinya di dalam diriku dengan ritme yang agak cepat namun tetap terkontrol. Dan setelah beberapa menit Kyle menggeram sambil menggertakan giginya ketika menemukan pelepasannya.

                Tubuhnya langsung ambruk di atas tubuhku, ia mencium bahuku lalu beralih mencium keningku cukup lama.

                “Terima kasih sayang. I love you…”
                I love you too my hubby…”

                Lalu ia mengeluarkan dirinya dari dalam diriku dan berguling kesampingku. Ia menarik selimut dan menutupi tubuh kami yang tanpa busana, ia lalu memeluk tubuhku sambil menciumi puncak kepalaku dengan penuh perasaan.

                “Kyle, bagaimana kalau besok kita mengadakan acara barbeque bersama Gale, Dhea, Asya dan Mark. Aku sudah menelepon Dhea tadi dan ia akan datang kemari.”
                “Sepertinya menyenangkan, sayang. Berarti besok kita harus belanja lagi, sepertinya persediaan bahan makanan di kulkas kita tidak akan cukup.”
                “Kapan kau akan kembali masuk kuliah?”
                “Aku mengambil cuti, sayang. Karena aku ingin focus dulu pada rekaman albumku dulu, selain itu aku masih ingin menikmati hari-hari berdua denganmu sebelum sibuk.”
                “Berarti nanti kau akan sering meninggalkan aku sendirian di rumah?”
                “Kau boleh menginap di apartemenmu yang dulu, sayang. Kau tahu, aku sangat sangat bahagia sekali karena akhirnya kau benar-benar kembali padaku dan menjadi istrikuk.”
                “Aku juga senang bisa kembali lagi padamu, Kyle.”
                “Ayo kita tidur sayang, kau pasti sangat lelah sekali. Besok kita harus bangun pagi-pagi untuk berbelanja ke swalayan.” Lalu kami berduapun terlelap tidur.

                Keesokan harinya aku dan Kyle pergi ke sebuah swalayan untuk berbelanja. Ia memasukan banyak sekali camilan, minuman kaleng dan beberapa botol wine. Selain itu kami membeli daging sapi untuk steak, ayam, sosis dan udang serta bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan untuk acara barbeque kami nanti malam. Selesai berbelanja Kyle mengajakku ke sebuah restoran untuk makan siang lalu pulang.

                Sesampainya di rumah kami langsung menyusun semua belanjaan yang kami beli di swalayan tadi ke dalam kulkas. Lalu aku sibuk membuat bumbu untuk bahan-bahan makanan yang akan di jadikan barbeque.

                “Sayang, biarkan aku membantumu. Kau tidak boleh terlalu lelah.”
                “Tidak apa-apa, sebaiknya kau menonton TV saja. Sebentar lagi juga Dhea dan Asya akan segera sampai, mereka berdua akan membantuku untuk menyiapkan semuanya.”

                Akhirnya Kyle pergi menuju ke ruang TV dengan segan. Sepuluh menit kemudian aku mendengar suara bel berbunyi, mungkin Dhea dan Asya sudah datang. Ternyata benar saja mereka berdua, karena setelah Kyle membuka pintu Dhea dan Asya langsung berteriak memanggilku.

                “Lila… Apa kabar?” Dhea langsung memelukku.
                “Kabar baik, bagaimana kabar kalian berdua?”
                “Kami berdua baik-baik saja. Senang kau sudah kembali lagi ke New York.” Asya memelukku.
                “Sepertinya kau sedang sangat sibuk sekali, biark aku dan Asya yang mengerjakannya. Kau tidak boleh terlalu lelah.”
                “Ayolah Dhee, jangan melarangku seperti Kyle. aku tidak selemah itu.’

                Tak lama kemudian Kyle, Gale dan Mark menghampiri kami dan duduk di kursi dekap mini bar. Mereka bertiga entah sedang membicarakan apa, karena tak jarang mereka memperhatikan kami yang sedang sibuk di dapur.

                “Hey, kalian bertiga daripada hanya duduk, mengobrol, minum dan memperhatikan kami yang sedang sibuk di dapaur. Mengapa kalian bukannya mempersiapkan peralatan untuk acara kita di halaman belakang.”
                “Kau jadi galak sekali Lila.”
                “Aku tidak galak Gale, aku hanya sedikit memerintah kalian saja.”
                “Tak bisakah kami duduk sebentar lagi.”
                “Tidak Mark, kau tidak melihat bahwa Asya dan Dhea langsung membantuku di dapur setika mereka baru sampai di sini.”
                “Sebentar lagi sayang. Kami sedang membicarakan sesuatu.”
                “Oke, kalau begitu biar aku saja yang mengangkat peralatan untuk barbeque dari gudang ke halaman belakang.”

                Aku yang sekarang jadi cepat marah langsung melepas celemek yang sedang aku pakai dan bergegas untuk pergi ke gudang peralatan.

                “Tidak sayang, jangan kau lakukan. Peralatan itu cukup berat. Ingat kau sedang mengandung, sayang.” Kyle langsung panic dengan gertakanku.

2 komentar:

  1. haha…lila jail bgt bikin kyle tmbh mupeng :D

    Oooowwwww…tnyata lila mencoba sesuatu yg baru :*

    Merinding disko nih jadinya ><
    *Gale mana Gale oooo

    Lila jd gmpg marah ya…sabar buuu :D

    Yeay…lets get the party started baby ^^

    always always waiting for the next chapter sist :*
    ♥♥



    BalasHapus
  2. Aww...
    Lila, Lila..
    Kyle, ngambek tuh. kasian dia nya :D

    Hot and Cold, again.
    dan lebih lagi dri pada Mark Asya :D

    tapi hebatnya Lila gak sampe ambruk kyk Asya :p

    Yeyeye.. BBQ party dimulai.
    pesen kamar satu ya la, buat berdua :D

    ssttt, para cowo udh semua tuh dimarah sama Lila. ckckck
    sabar ya Mark. Mklum aja ibu hamil emg gitu.

    Next Chapter sista :*

    BalasHapus