Jumat, 21 Desember 2012

Chapter 29


Chapter 29

                Sinar mentari pagi menerobos masuk kedalam kamar, ketika membuka mata aku merasakan panas dari tubuh Kyle di sekujur tubuhku. Ia membungkusku seperti kemompong. Wajahnya ketika tidur sangat imut dan tenang sekali, aku tidak tega untuk membangunkannya. Tapi aku harus benar-benar bangun karena sekujur tubuhku terasa sangat sakit sekali.

                “Kyle…” aku memanggilnya dengan suara pelan.
                Lalu ia membuka matanya yang terlihat masih sangat mengantuk itu, “Hai sayang, selamat pagi.”
                “Selamat pagi, Kyle bisakah kau melepaskan dirimu dari diriku. Kau menekan perutku.”
                Mendengar perkataanku Kyle langsung terperenjat bangun dari tidurnya dengan wajah yang panic dan langsung memegang perutku, “Ya Tuhan, maafkan aku sayang. Apakah sekarang masih sakit?”
                “Aku tidak apa-apa, kau tak perlu sepanik itu, Kyle.”
                “Apakah perutmu masih sakit, sayang? Aku takut kau kenapa-napa.”
                “Sudah tidak Kyle, kau tidak sadar menekannya karena kau sangat pulas seklai tidurnya. Kau terlihat masih mengantuk, tidur saja lagi.”
                Tapi Kyle malah meletakkan kepalanya diatas perutku yang telanjang, ia mengusap dan menciumi perutku dengan sangat lembut sambil sesekali membisikan sesuatu, “Cepat besar, sayang.”
                “Kyle, bolehkan aku bangun. Aku ingin ke kamar mandi.”
               
Kyle lalu bergeser dan membiarkanku untuk bangun. Aku mengambil jubah tidur yang ada di meja samping dekat tempat tidur. Lalu aku pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan menggosok gigiku. Ketika keluar dari kamar mandi aku melihat Kyle masih di tempat tidur membungkus tubuhnya dengan selimut. Sepertinya suamiku itu sangat kelelahan, aku memutuskan untuk membuat sarapan saja di dapur sambil menunggunya bangun.

Aku menuju ke dapur sambil berkeliling rumah. Dapurnya sangat indah sekali, karena ada sebuah pintu kaca yang besar yang langsung mengarah ke padang rumput yang hijau. Aku membuka pintunya lalu udara pagi yang sejuk dengan aroma khas rumput masuk kedalam. Aku menghirup udara dalam-dalam lalu masuk kembali ke dapur untuk memasak.

Setelah sedikit meregangkan tubuhku, aku langsung membuka kulkas untuk melihat ada bahan apa sajakah yang bisa aku pergunakan untuk memasak pagi ini. Ketika membukanya ternyata sudah tersedia banyak sekali bahan makanan untuk satu bulan kedepan. Aku mengeluarkan beberapa telur, bacon, brokoli dan juga bayam.

Lalu aku mengocok telur lalu menambahkan bayam dan brokoli yang sudah aku cincang halus dan kembali mengocoknya. Menempatkan bacon diatas penggorengan yang sudah di beri sedikit minyak zaitu. Lalu aku memasukkan adonan yang sudah aku buat di atas penggorengan yang satunya lagi.

“Baunya sangat enak sekali, sayang.”
“Hai, rupanya kau sudah bangun.” Kyle memelukku dari belakang dan mencium bibirku.
“Mengapa tidak membangunkan aku.”
“Aku tidak mau membangunkamu sayang, kau terlihat snagat lelah. Bisa minta tolong untuk membalik bacon yang ada di penggorengan yang sebelah sana.”
Kyle melepaskan pelukannya, “Tentu saja, sayang.”
                “Seletah itu tolong matikan kompornya dan satu lagi tolong siapkan piringnya.”
                “Baik sayangku.” Ia mencium bibirku setelah mematikan kompor dan pergi menganbil dua buah piring dan memberikannya kepadaku.
                “Biar aku yang menyiapkan minumannya.”
                “Biasakah buatkan aku secangkir teh yang panas?”
                “Tidak, kau harus minum susu, sayang. Mungkin nanti sore aku akan mengajakmu minum teh di halaman belakang. Ah, aku hampir lupa, siang ini kita berangkat ke Monaco.”
                “Ke Monaco?”
                “Iya, kita akan berbulan madu di sana selama dua minggu.”
                “Benarkah?” aku sangat antusias sekali karena sejak dulu aku sangat ingin sekali pergi ke Monaco.
                “Tentu saja benar, sayang. Kau memang ingin pergi kesana, bukan?”
                Aku langsung mengalungkan kedua lenganku di leher Kyle, “Terima kasih, suamiku.” Aku mendaratkan sebuah ciuman di pipinya.

                Lalu aku kembali dengan pekerjaanku menata makanan yang sudah matang di atas piring, sedangkan Kyle kembali membuat secangkir kopi untukknya dan segelas susu untukku. Setelah semuanya tersaji dia atas meja kami berduapun langsung duduk dan menyantap sarapan kami dengan perasaan yang suka cita. Benar-benar pagi yang ini, mengawali hari dengan perasaan yang sangat bahagia. Setelah selesai sarapan Kyle membantuku mencuci piring dan gelas yang sudah kami gunakan. Lalu kami memutuskan untuk mandi bersama sambil menunggu siang hari tiba.

                Setelah mandi dan berpakaian Kyle mengajakku untuk berkeliling rumah. Rumah yang sangat luas dan sangat indah sekali, apalagi rumah ini menyatu dengan alam. Aku bisa bilang bahwa rumah kami memiliki halaman belakang yang sangat indah sekali dan kami juga memiliki sebuah danau. Dan perjalanan kami berakhir di halaman belakang. Ada sebuah kolam renang yang sangat besar disana, sebuah ayunan yang berada di samping kolam, sofa dan meja yang di letakkan di samping pintu kaca yang menuju ke dalam rumah. Aku dan Kyle duduk di sofa sambil menikmati pemandangan padang rumput dan kumpulang bungan lily yang berada di depan mata kami.

                “Tempat ini sangat indah sekali, sayang. Sepertinya aku akan betah berada di rumah seharian.”
                “Aku menyiapkan semua ini hanya untukmu, sayang. Aku ingin anak-anak kita nantinya tumbuh besar disini.”
                “Akhir-akhir ini kau sudah sering sekali memberikan kejutan untukku, sedangkan aku belum memberikan satu kejutanpun untukmu.”
                “Dengan kau berada di sampingku saja itu sudah merupakan sebuah kejutan yang tidak ternilai harganya. Jagalah bayi kita dengan baik sampai dia terlahir ke dunia nanti, sayang. Dan aku ingin melihat kalian berdua sepanjang waktu.”
                “Akan aku lakukan, Kyle. Terima kasih.”

                Lalu ia mencium bibirku dengan lembut dan membelai punggungku serta meremas pinggangku dengan gemas. Dan dia masih tetap bisa menahan dirinya, sepertinya ia takut terjadi sesuatu pada janin yang ada di dalam perutku.

                “Aku akan memintanya setelah kita sampai di Monaco, sayang.”

                Siang harinya kami berangkat menuju bandara, Gale meminjamkan jet pribadinya untuk mengantar kami berdua. Dhea dan Gale memberikan kado pernikahan tiket berlibur di Venice Italia selama satu minggu. Jadi dalam waktu dua minggu aku akan mengunjungi Monaco dan Venice, tempat yang sangat ingin aku datangi. Karena menggunakan pesawat jet pribadi jadi kami tidak perlu menunggu lama untuk take off. Pesawatpun lepas landas terbang meninggalkan kota New York. Aku kan kembali lagi kesini dua minggu lagi.

***
                Apartemen jadi terasa sepi setelah Lila menikah dan tinggal di rumahnya sendiri. Asya juga jadi jarang pulang, untunglah Gale selalu menyempatkan waktu untuk menemaniku di sela-sela kesibukannya. Hari ini Lila dan Kyle akan berangkat berbulan madu ke Monaco dan Italia, aku jadi teringat ketika kemarin malam memberikan hadiah pernikahan dariku dan Gale adalah tiket liburan ke Venice italia, Lila sampai melompat-lompat kegirangan sampai-sampai Kyle memeganginya dengan wajah yang pucat, Lila terlihat seperti anak kecil semalam. Karena aku sangat tahu sekali bahwa Lila sangat ingin sekali mengunjungi kota Venice di Italia.

                Hari ini Gale tidak datang menjemputku karena sedang ada pertemuan dengan klien-kliennya dari Swiss. Ketika baru sampai di apartemen Gale meneleponku.

                “Angel, maaf aku tidak bisa menjemputmu tadi. Kau tidak marah padaku, kan?”
                “Tentu saja tidak, sayang. Aku mengerti bahwa kau sedang sangat sibuk sekali, bukan.”
                “Kau memang sangat pengertian sekali, Angel. Nanti malam aku akan menjemputmu pukul tujuh, aku menyuruh salah satu pegawaiku untuk mengantarkan sesuatu padamu. Aku ingin kau memakainya nanti malam.”
                “Memangnya nanti malam kita akan pergi kemana?”
                “Aku akan mengajakmu pergi makan malam, Angel.”
                “Baiklah, aku akan memakai apapun itu yang belikan padaku.”
                “Aku harus segera kembali ke ruang meeting, Angel. Sampai bertemu nanti malam, I love you.’
                “I love you too.”

                Lalu aku menutup teleponnya dan tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu. Ternyata itu adalah orang suruhan Gale. Ia mengantarkan sebuah bingkisan yang ukurannya lumayan besar. Lalu aku membawanya ke dalam kamar dan membuka bingkisannya, aku sangat penasaran sekali dengan isinya.                 Aku membuka penutup kotak bingkisannya dan menemukan sebuah kartu dengan tulisan tangan Gale.

                Angel… Aku harap kau menyukai gaun yang aku belikan khusus untukmu. Aku sangat yakin sekali bahwa kau akan terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu. Jadi aku harap kau mau memakainya nanti malam.
Your Love :*
               
                Aku tersenyum seperti anak SMA membacanya, Gale memang sangat romantis sekali dan selalu memberikan banyak kejutan untukku. Itulah alasan kenapa aku sangat mencintai pria posesif ini, sangat mencintainya. Setelah membaca kartu itu aku langsung menemukan sebuah gaun dengan model kemben berpotongan dada rendah berwarna hitam dengan hiasan batu-batu kecil di sekitar dadanya dengan panjang selutut. Modelnya memang simple namun terlihat sangat elegan dan mewah sekali.

                Lalu aku menemukan sepasang sepatu high heels berwarna senada dengan tali. Gaun dan sepatu ini benar-benar sangat indah sekali, pasti harganya juga sangat mahal. Terkadang Gale memang terlalu berlebihan, jika aku menolaknya ia selalu marah dan memintaku untuk membiasakan diri.

                Tepat pukul tujuh malam aku sudah siap dan tak lama kemudian aku mendengar seseorang mengetuk pintu. Dan ternyata itu adalah Gale, ia terlihat sangat menawan sekali dengan stelan jas berwarna hitamnya itu dan ia tertegun melihat penampilanku.

                “Ya Tuhan, kau… terlihat sangat cantik sekali, Angel.”
                “Gaunnya memang cantik, Gale. Terima kasih.”
                “Tidak, kaulah yang cantik, Angel. Apakah kau sudah siap untuk berangkat sekarang?”
                “Ya, tentu saja aku sudah siap. Mari kita pergi.”

                Lalu Gale menggandeng tanganku dan sesekali menciuminya dengan sangat lembut. Ketika sampai di bawah kami langsung masuk ke dalam limo milik Gale. Selama perjalanan aku mengira-ngira kemanakah Gale akan membawaku malam ini. Karena tampaknya aka nada acara yang agak formal, tapi entahlah aku tak ingin menanyakannya. Karena Gale pasti tidak akan mau mengatakannya kepadaku, ia selalu memberikanku kejutan, maka dari itu aku tidak banyak bertanya padanya malam ini.

                Tiba-tiba mobil melambat dan aku sangat kenal dengan kawasan ini. Jalan ini menuju ke rumah Gale. Aku sempat mengerutkan dahi padanya.

                “Kenapa? Apakah kau tidak suka jika aku mengajakmu makan malam di rumahku?”
                “Tidak, bukan begitu. Tadinya aku berpikir kita akan menghadiri sebuah acara yang formal.”
                “Mala mini acara penting untuk kita berdua, Angel. Bolehkah aku menutup matamu?”

                Lalu Gale mengeluarkan sesuatu yang sudah sangat aku kenal dari dalam saku jasnya.

3 komentar:

  1. Arrrggggghhhhhhhhhh
    TYPOOOOOOOO....
    >ͺ<

    BalasHapus
  2. Lila sm Kyle udah berangkat honeymoon…

    Gale mulai mengeluarkan alat andalannya ⇨ dasi hitam metalik ><
    Dan Dhee suka itu hahaha…

    Mau ngapain yach kira2? *mikir keras

    Aarrrgghh…makin penasaran sm kisah cinta cwek2 ajaib ini :D

    next chapter jgn lama2 ya sist. Penasaraaaaaaannnn
    :*




    BalasHapus
  3. Cieee Lila yg mau bulan madu.
    hahha..
    ikutan boleh?? #ehh

    Dhee sm gale mau ngapain yaa
    *mikir keras hhaha


    kak, keseluruhannya okke.
    tp pas bgian Kyle Lila aja ada yg agak bikin bingung dikit..

    next chapter yaa :*

    BalasHapus