Chapter 29
Sinar
mentari pagi menerobos masuk kedalam kamar, ketika membuka mata aku merasakan
panas dari tubuh Kyle di sekujur tubuhku. Ia membungkusku seperti kemompong.
Wajahnya ketika tidur sangat imut dan tenang sekali, aku tidak tega untuk
membangunkannya. Tapi aku harus benar-benar bangun karena sekujur tubuhku
terasa sangat sakit sekali.
“Kyle…”
aku memanggilnya dengan suara pelan.
Lalu
ia membuka matanya yang terlihat masih sangat mengantuk itu, “Hai sayang,
selamat pagi.”
“Selamat
pagi, Kyle bisakah kau melepaskan dirimu dari diriku. Kau menekan perutku.”
Mendengar
perkataanku Kyle langsung terperenjat bangun dari tidurnya dengan wajah yang
panic dan langsung memegang perutku, “Ya Tuhan, maafkan aku sayang. Apakah
sekarang masih sakit?”
“Aku
tidak apa-apa, kau tak perlu sepanik itu, Kyle.”
“Apakah
perutmu masih sakit, sayang? Aku takut kau kenapa-napa.”
“Sudah
tidak Kyle, kau tidak sadar menekannya karena kau sangat pulas seklai tidurnya.
Kau terlihat masih mengantuk, tidur saja lagi.”
Tapi
Kyle malah meletakkan kepalanya diatas perutku yang telanjang, ia mengusap dan
menciumi perutku dengan sangat lembut sambil sesekali membisikan sesuatu,
“Cepat besar, sayang.”
“Kyle,
bolehkan aku bangun. Aku ingin ke kamar mandi.”
Kyle lalu bergeser dan membiarkanku
untuk bangun. Aku mengambil jubah tidur yang ada di meja samping dekat tempat
tidur. Lalu aku pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan menggosok gigiku.
Ketika keluar dari kamar mandi aku melihat Kyle masih di tempat tidur
membungkus tubuhnya dengan selimut. Sepertinya suamiku itu sangat kelelahan,
aku memutuskan untuk membuat sarapan saja di dapur sambil menunggunya bangun.
Aku menuju ke dapur sambil
berkeliling rumah. Dapurnya sangat indah sekali, karena ada sebuah pintu kaca
yang besar yang langsung mengarah ke padang rumput yang hijau. Aku membuka
pintunya lalu udara pagi yang sejuk dengan aroma khas rumput masuk kedalam. Aku
menghirup udara dalam-dalam lalu masuk kembali ke dapur untuk memasak.
Setelah sedikit meregangkan
tubuhku, aku langsung membuka kulkas untuk melihat ada bahan apa sajakah yang
bisa aku pergunakan untuk memasak pagi ini. Ketika membukanya ternyata sudah
tersedia banyak sekali bahan makanan untuk satu bulan kedepan. Aku mengeluarkan
beberapa telur, bacon, brokoli dan juga bayam.
Lalu aku mengocok telur lalu
menambahkan bayam dan brokoli yang sudah aku cincang halus dan kembali mengocoknya.
Menempatkan bacon diatas penggorengan yang sudah di beri sedikit minyak zaitu.
Lalu aku memasukkan adonan yang sudah aku buat di atas penggorengan yang
satunya lagi.
“Baunya sangat enak sekali,
sayang.”
“Hai, rupanya kau sudah bangun.”
Kyle memelukku dari belakang dan mencium bibirku.
“Mengapa tidak membangunkan aku.”
“Aku tidak mau membangunkamu
sayang, kau terlihat snagat lelah. Bisa minta tolong untuk membalik bacon yang
ada di penggorengan yang sebelah sana.”
Kyle melepaskan pelukannya, “Tentu
saja, sayang.”
“Seletah
itu tolong matikan kompornya dan satu lagi tolong siapkan piringnya.”
“Baik
sayangku.” Ia mencium bibirku setelah mematikan kompor dan pergi menganbil dua
buah piring dan memberikannya kepadaku.
“Biar
aku yang menyiapkan minumannya.”
“Biasakah
buatkan aku secangkir teh yang panas?”
“Tidak,
kau harus minum susu, sayang. Mungkin nanti sore aku akan mengajakmu minum teh
di halaman belakang. Ah, aku hampir lupa, siang ini kita berangkat ke Monaco.”
“Ke
Monaco?”
“Iya,
kita akan berbulan madu di sana selama dua minggu.”
“Benarkah?”
aku sangat antusias sekali karena sejak dulu aku sangat ingin sekali pergi ke
Monaco.
“Tentu
saja benar, sayang. Kau memang ingin pergi kesana, bukan?”
Aku
langsung mengalungkan kedua lenganku di leher Kyle, “Terima kasih, suamiku.”
Aku mendaratkan sebuah ciuman di pipinya.
Lalu
aku kembali dengan pekerjaanku menata makanan yang sudah matang di atas piring,
sedangkan Kyle kembali membuat secangkir kopi untukknya dan segelas susu
untukku. Setelah semuanya tersaji dia atas meja kami berduapun langsung duduk
dan menyantap sarapan kami dengan perasaan yang suka cita. Benar-benar pagi
yang ini, mengawali hari dengan perasaan yang sangat bahagia. Setelah selesai
sarapan Kyle membantuku mencuci piring dan gelas yang sudah kami gunakan. Lalu
kami memutuskan untuk mandi bersama sambil menunggu siang hari tiba.
Setelah
mandi dan berpakaian Kyle mengajakku untuk berkeliling rumah. Rumah yang sangat
luas dan sangat indah sekali, apalagi rumah ini menyatu dengan alam. Aku bisa
bilang bahwa rumah kami memiliki halaman belakang yang sangat indah sekali dan
kami juga memiliki sebuah danau. Dan perjalanan kami berakhir di halaman
belakang. Ada sebuah kolam renang yang sangat besar disana, sebuah ayunan yang
berada di samping kolam, sofa dan meja yang di letakkan di samping pintu kaca
yang menuju ke dalam rumah. Aku dan Kyle duduk di sofa sambil menikmati
pemandangan padang rumput dan kumpulang bungan lily yang berada di depan mata
kami.
“Tempat
ini sangat indah sekali, sayang. Sepertinya aku akan betah berada di rumah
seharian.”
“Aku
menyiapkan semua ini hanya untukmu, sayang. Aku ingin anak-anak kita nantinya
tumbuh besar disini.”
“Akhir-akhir
ini kau sudah sering sekali memberikan kejutan untukku, sedangkan aku belum
memberikan satu kejutanpun untukmu.”
“Dengan
kau berada di sampingku saja itu sudah merupakan sebuah kejutan yang tidak
ternilai harganya. Jagalah bayi kita dengan baik sampai dia terlahir ke dunia
nanti, sayang. Dan aku ingin melihat kalian berdua sepanjang waktu.”
“Akan
aku lakukan, Kyle. Terima kasih.”
Lalu
ia mencium bibirku dengan lembut dan membelai punggungku serta meremas
pinggangku dengan gemas. Dan dia masih tetap bisa menahan dirinya, sepertinya
ia takut terjadi sesuatu pada janin yang ada di dalam perutku.
“Aku
akan memintanya setelah kita sampai di Monaco, sayang.”
Siang
harinya kami berangkat menuju bandara, Gale meminjamkan jet pribadinya untuk
mengantar kami berdua. Dhea dan Gale memberikan kado pernikahan tiket berlibur
di Venice Italia selama satu minggu. Jadi dalam waktu dua minggu aku akan
mengunjungi Monaco dan Venice, tempat yang sangat ingin aku datangi. Karena
menggunakan pesawat jet pribadi jadi kami tidak perlu menunggu lama untuk take
off. Pesawatpun lepas landas terbang meninggalkan kota New York. Aku kan
kembali lagi kesini dua minggu lagi.
***
Apartemen
jadi terasa sepi setelah Lila menikah dan tinggal di rumahnya sendiri. Asya
juga jadi jarang pulang, untunglah Gale selalu menyempatkan waktu untuk
menemaniku di sela-sela kesibukannya. Hari ini Lila dan Kyle akan berangkat
berbulan madu ke Monaco dan Italia, aku jadi teringat ketika kemarin malam
memberikan hadiah pernikahan dariku dan Gale adalah tiket liburan ke Venice
italia, Lila sampai melompat-lompat kegirangan sampai-sampai Kyle memeganginya
dengan wajah yang pucat, Lila terlihat seperti anak kecil semalam. Karena aku
sangat tahu sekali bahwa Lila sangat ingin sekali mengunjungi kota Venice di
Italia.
Hari
ini Gale tidak datang menjemputku karena sedang ada pertemuan dengan
klien-kliennya dari Swiss. Ketika baru sampai di apartemen Gale meneleponku.
“Angel, maaf aku tidak bisa menjemputmu
tadi. Kau tidak marah padaku, kan?”
“Tentu saja tidak, sayang. Aku
mengerti bahwa kau sedang sangat sibuk sekali, bukan.”
“Kau memang sangat pengertian
sekali, Angel. Nanti malam aku akan menjemputmu pukul tujuh, aku menyuruh salah
satu pegawaiku untuk mengantarkan sesuatu padamu. Aku ingin kau memakainya
nanti malam.”
“Memangnya nanti malam kita akan
pergi kemana?”
“Aku akan mengajakmu pergi makan
malam, Angel.”
“Baiklah, aku akan memakai
apapun itu yang belikan padaku.”
“Aku harus segera kembali ke
ruang meeting, Angel. Sampai bertemu nanti malam, I love you.’
“I love you too.”
Lalu
aku menutup teleponnya dan tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu.
Ternyata itu adalah orang suruhan Gale. Ia mengantarkan sebuah bingkisan yang
ukurannya lumayan besar. Lalu aku membawanya ke dalam kamar dan membuka
bingkisannya, aku sangat penasaran sekali dengan isinya. Aku
membuka penutup kotak bingkisannya dan menemukan sebuah kartu dengan tulisan
tangan Gale.
Angel…
Aku harap kau menyukai gaun yang aku belikan khusus untukmu. Aku sangat yakin
sekali bahwa kau akan terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu. Jadi aku
harap kau mau memakainya nanti malam.
Your Love :*
Aku
tersenyum seperti anak SMA membacanya, Gale memang sangat romantis sekali dan
selalu memberikan banyak kejutan untukku. Itulah alasan kenapa aku sangat
mencintai pria posesif ini, sangat mencintainya. Setelah membaca kartu itu aku
langsung menemukan sebuah gaun dengan model kemben berpotongan dada rendah
berwarna hitam dengan hiasan batu-batu kecil di sekitar dadanya dengan panjang
selutut. Modelnya memang simple namun terlihat sangat elegan dan mewah sekali.
Lalu
aku menemukan sepasang sepatu high heels
berwarna senada dengan tali. Gaun dan sepatu ini benar-benar sangat indah
sekali, pasti harganya juga sangat mahal. Terkadang Gale memang terlalu
berlebihan, jika aku menolaknya ia selalu marah dan memintaku untuk membiasakan
diri.
Tepat
pukul tujuh malam aku sudah siap dan tak lama kemudian aku mendengar seseorang
mengetuk pintu. Dan ternyata itu adalah Gale, ia terlihat sangat menawan sekali
dengan stelan jas berwarna hitamnya itu dan ia tertegun melihat penampilanku.
“Ya
Tuhan, kau… terlihat sangat cantik sekali, Angel.”
“Gaunnya
memang cantik, Gale. Terima kasih.”
“Tidak,
kaulah yang cantik, Angel. Apakah kau sudah siap untuk berangkat sekarang?”
“Ya,
tentu saja aku sudah siap. Mari kita pergi.”
Lalu
Gale menggandeng tanganku dan sesekali menciuminya dengan sangat lembut. Ketika
sampai di bawah kami langsung masuk ke dalam limo milik Gale. Selama perjalanan
aku mengira-ngira kemanakah Gale akan membawaku malam ini. Karena tampaknya aka
nada acara yang agak formal, tapi entahlah aku tak ingin menanyakannya. Karena
Gale pasti tidak akan mau mengatakannya kepadaku, ia selalu memberikanku kejutan,
maka dari itu aku tidak banyak bertanya padanya malam ini.
Tiba-tiba
mobil melambat dan aku sangat kenal dengan kawasan ini. Jalan ini menuju ke rumah
Gale. Aku sempat mengerutkan dahi padanya.
“Kenapa?
Apakah kau tidak suka jika aku mengajakmu makan malam di rumahku?”
“Tidak,
bukan begitu. Tadinya aku berpikir kita akan menghadiri sebuah acara yang formal.”
“Mala
mini acara penting untuk kita berdua, Angel. Bolehkah aku menutup matamu?”
Lalu
Gale mengeluarkan sesuatu yang sudah sangat aku kenal dari dalam saku jasnya.
Arrrggggghhhhhhhhhh
BalasHapusTYPOOOOOOOO....
>ͺ<
Lila sm Kyle udah berangkat honeymoon…
BalasHapusGale mulai mengeluarkan alat andalannya ⇨ dasi hitam metalik ><
Dan Dhee suka itu hahaha…
Mau ngapain yach kira2? *mikir keras
Aarrrgghh…makin penasaran sm kisah cinta cwek2 ajaib ini :D
next chapter jgn lama2 ya sist. Penasaraaaaaaannnn
:*
Cieee Lila yg mau bulan madu.
BalasHapushahha..
ikutan boleh?? #ehh
Dhee sm gale mau ngapain yaa
*mikir keras hhaha
kak, keseluruhannya okke.
tp pas bgian Kyle Lila aja ada yg agak bikin bingung dikit..
next chapter yaa :*